jump to navigation

About

Andito Suwignyo (Adit), sedang bergiat di MAULA Foundation, Labour Education and Development Syndicate (LEADS), dan Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI). Ideologinya Pancasila, garis politiknya sosdem. Berharap Indonesia yang plural dan demokratis. Pernah aktif di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam, dan Masjid Salman-ITB. Saat ini sedang merumuskan konsep perkaderan pluralis untuk mahasiswa, buruh, dan komunitas lintas-agama.

Komentar»

1. bibomedia - Maret 4, 2008

🙂

2. suyoto2 - April 15, 2008

Terima kasih atas missi yang luhur yang Anda ingin capai. Semoga apa yang Anda tulis di sini mampu menyebarkan nilai-nilai hidup yang lebih universal dan pluralis serta demokratis. Banyak hal yang semestinya dikomunikasikan secara berimbang, netral, dan objektif tetapi oleh sejumlah pihak hal-hal yang biasa, netral, dan obyektif itu digembar-gemborkan secaraa subyektif untuk kepentingan yang subyektif pula. Mari kita kasih mereka gagasan alternatif, paling tidak kita menjadi “pemain ketiga” yang menyumbangkan “pemikiran alternatif’. Salam.

3. esensi - April 30, 2008

Wah, ternyata masih banyak pluralis bertebaran di jagat maya ini. Seneng saya.

Salam… pluralisme.

4. someone - Mei 1, 2008

pastinya… siapapun kaga ada yg bkalan lyak tuk jd ketua umum cabang bandung bila dia tidak melakukan perkaderan.. hal ini tentunya sudah sesuai dengan konstitusi yang ada di HMI

saya seneng Ade Chandra menang.. bantuin trus kita-kita yang selalu fokus dan terus konsisten di perkaderan yakusa

5. ressay - Mei 5, 2008
6. Agiek - Mei 8, 2008

salam kenal bro. saya suka tulisan2 anda. senang ketemu ama orang2 yang seide.😉

7. Pandji - Mei 9, 2008

tuan guru andito
luarrr biasaaaaaaaaaaaaa

8. insancita - Mei 29, 2008

abang…..

9. Siti 'sifa' Fatimah - Juni 4, 2008

sering denger n baca tulisannya, tapi masih ragu, yang mana orangnya yang bernama andito??? hehehe…

10. Siti 'sifa' Fatimah - Juni 4, 2008

sering denger namanya andito, tulisannya juga sering baca, tapi belum tau orangnya, hehehe

11. ^anyelir^ - Juni 6, 2008

Andito…….
Pakabar ?
Dit,
Kamu tau alamat Dwi ga’ ?
Sahabatku wkt kuliah dulu, temen Fenfen juga.
Aku perlu banget ma Dwi.
Lose contact nih
Please…..
Ksh tau aku.
Aku ada di http://imamchannel.wordpress.com/
Ym ku ilang :d
hehehhehe

salam
-ayu-

12. RETORIKA - Juni 14, 2008

@ andito aja

salam kenal

dikasi tau blog ini sama Ressay/Yasser😀

13. sabad - Juni 27, 2008

Assalamu’alaikum
Mas..semoga blog ini senantisa bermanfaat bagi semuanya. amin
mas..gimana khabarnya…? kalau sempat mampirlah di http://www.ahmisalatiga.com ya makasih dan wassalam

14. bazoekie - Juli 9, 2008

salam kenal..mampir neh ngadem
ukar link yukss.??

15. heri - Juli 17, 2008

salam kenal ini pasti blognya orang beken😀

16. AMUK NALAR - Juli 31, 2008

Subtansi rekonsiliasi itu sebenarnya apa sih? kalau motifnya adalah politis an sich kayaknya terlalu dangkal, jika urusanya adalah ideologi berarti acuan ideologi siapa yang kita pakai, MPO atau DIPO kah?

Rentetan sejarah kenapa terjadi dualisme di HMI dimitivi oleh retakan ideologis antara “Pancasila” dan “”Islam”. Dan ketika itu yang konsisten mempertahankan Islam sebagai asas organisasi adalah kawan-kawan MPO, sedangkan DIPO mungkir dan memilih tempat nyaman sehingga menjatuhkan pilihan untuk mengamini Orde Baru, entah motifnya apa.. dan baru tahun 1998 berani berteriak bahwa Islam adalah asas organisasi HMI.

Melihat dan mempertimbangkan hal tersebut, maka saya berkesimpulan bahwa Dipo telah murtad secara organisastoris dan yang seharusnya tobat adalah temen-temen Dipo itu sendiri.

Inti HMI adalah mempersiapkan kader-kader umat dan bangsa dalam rangka menyongsong masa depan yang lebih baik. Semoga motif di balik rekonsiliasi tersebut adalah motif perkaderan. amin

17. rudy juliadi - September 5, 2008

salam bang.
blognya sangat revolusioner bgt.

jangan lupa bang untuk ngisi materi di mesjid kampus yaa..

18. Gasbiindo - Oktober 18, 2008

Ass Wr Wb.

Salam kenal buat Pa Anditoaja

kami dikenalkan blog bapak melalui seorang teman bila berkenan mohon alamat email bapak karena ingin berkenalan dan ada beberapa tg akan kami sampaikan
terima kasih
wassallam
hormat kami
pb.gasbiindo

alamat email kami :
pb.gasbiindo@yahoo.com
sekretariat@gasbiindo.org

19. rusle - Oktober 30, 2008

hi kang dito
kumaha kabarna?
aku dah balik lagi ke Jakarta (gawe di Tanjung Barat, Simatupang)
ajak2 ya kalo ada ketemuan

20. insancita - November 14, 2008

Assalamu’alaikum

Mengundang kanda sekalian
untuk bersilaturahmi di blog sederhana kami

http://www.hmipalangkaraya.co.cc

Wassalam

21. Aceh - November 22, 2008

BULLSHIT !!!!!!!

22. greenblackblog - Desember 9, 2008

Tulisannya mantap, semantap orangnya kah?
Semoga apa yang menjadi impian mendapat ridho dari Allah SWT.

We invite u to join green black community.
Wadah silaturahmi bagi kader Hijau Hitam.

23. toto - Januari 22, 2009

hallo kang Andito,
saya toto, dulu suka ikut kajian dan diskusi tentang agama, filsafat, sosial. rasanya lama sekali tidak ketemu…
saya di bandung, sekarang saya suka bantu orang cari property di bandung. ini alamatnya http://www.griyaproperti.com,
mangga mampir….

24. Enal Farid - Januari 31, 2009

Andito.. nama yg pernah saya dengar dikalangan aktivis HMI Cabang Makassar sewaktu saya masih aktif di dunia pengkaderan. Gimana kabarnya, kanda?!

+++
Baik2 saja om:). Sesungguhnya dunia perkaderan tidak bisa lepas dari diri kita. Hanya saja lahannya saja yg mungkin berganti/berubah. Dulu anda aktif di kalangan mahasiswa, kini di dunia pekerja. Semuanya menuntut tanggung jawab yg sama. Mohon doa om selalu…

25. Rika Mustikasari - Februari 14, 2009

Apa ini Andito yang pernah tinggal di Bandung? di jl pelesiran? Kalo iya, saya Rika, dulu sempat kenal di HMI Bandung. Apa kbr? wah skrg kamu seorang pluralis ya, dan takut sama negara agama? Saya justru sangat berharap sebuah khilafah berdiri di bumi ini! Saya pikir Tuhan itu ga tanggung2 nyiptain jagad raya ini, semua urusan termasuk politik dan negara juga pasti diatur sama agama (baca Islam). Kayaknya koq sempit banget kalo sebuah agama cuma ngurusin hubungan manusia dengan tuhannya atau hubungan manusia dengan manusia. Just it? Islam is complete man!!! Kenapa sih harus takut dg negara agama? Tuhan itu yang nyiptain kita, so DIA juga PASTI tau yang terbaik untuk kita (manusia). Jadi ngapain harus teriak2 menjungjung demokrasi? Susah2 bikin undang2 segala? Hasilnya apa? Dari jaman kemerdekaan sampe skrg jg TIDAK ADA. Susah tetep aja susah..Bukan cuma di Indonesia aja man, semenjak Kekhilafahan yang terakhir Turki Utsmani runtuh Maret 1924, seluruh dunia kacau dan menderita…karena tidak ada satupun negara di dunia ini yang kembali pada AlQur’an dan Sunnah secara sempurna. Dan tidak ada satupun kekhilafahan yang berdiri di bumi ini.Ummat manusia jd tercerai berai terkotak-kotak dengan nasionalisme, cinta tanah air sendiri, egois dengan masing2 kekuasaaanya,.. yah seperti raja2 arab sekarang yang pikirannya dikuasai amerika. Termasuk paham2 pluralisme, HAM, demokrasi lah itu mah lagu lama senjatanya nasrani dan yahudi untuk menghancurkan Islam, hancur sih engga, tapi paling tidak MENJAUHKAN ummat Islam dari agamanya sendiri. Kalau saja ada Khilafah yang berdiri saat ini, si Israel laknatullah itu tidak akan bebas mencaplok Palestina. Yah begitulah pendapat saya menanggapi blog Andito aja… bersambung….

26. asoy deui... - Februari 19, 2009

takut ama negara agama y..
Klo ” kita ” takut ama org yg pgn diriin negara agama, trus refrensinya menggunakan contoh Nabi Muhammad pernah diriin Negara Madinah dgn piagam Madina pulaa.. org itu mau seolah – olah Nabi y, atau … ?
Allah ( DIA ) juga PASTI tau yang terbaik untuk kita, dan ada ” kita ” yg juga ( seolah – olah ) lebih tau yang terbaik untuk kita..

lagian, klo takut ama negara agama, Negara Islam uda berdiri kok, syarat negara khan ada wilayah, penduduk, perangkat birokrat dan perangkat hukumnya, produk Undang – Undang Negara Islam itu aja sampe menyentuh kehal2 yag bersifat private, senggama aja ada aturan bahkan do’anya, masuk wc juga.. cuma pemimpinnya siapa y.. mungkinkah King Saud..
repot..

27. andito - Februari 20, 2009

To: Rika dan Asoy
Salam Rik, kita pernah basic training bareng taun 96.

Aku smpt ngaji 4 taun di tarbiyah (‘saingan’ HTI) dan 1 taun d NII KW 9. Dari berbagai refleksi keberagamaan dan interaksi dgn berbagai kalangan, skg Aku lebih nyaman dengan Indonesia dan Pancasila-nya, tanpa embel2.

Bagiku, Pancasila pembumian semua nilai universal agama2 Nusantara. Dlm bahasa Cak Nur, Pancasila itu Kalimatun Sawa-nya bagi yg merasa berwarganegara dan berbangsa Indonesia.

Aku katakan scr eksplisit ‘takut negara agama’ krn mmg istilah agama sudah overload, digunakan serampangan dan dijadikan alat pembidas (umat) agama lain dan sgl hal yg berbeda dgn keyakinannya.

Aku udah bolak balik Piagam Madinah yg dijadikan gacoan warga harakah. Tidakada 1 bait pun yg mengatakan bhw perjanjian antara Muhammad (wakil Islam) dgn bangsa Yahudi dan umat Kristen di Madinah adalah sebuah perjanjian negara Islam. Inti pokok perjanjian Madinah adalah bareng2 membangun dan mempertahankan kota Madinah yg plural.

Atau mgkn ada banyak versi terjemahan Piagam Madinah ya?🙂

28. azerila - Februari 22, 2009

Assalamualaikum..

Mas, waduh saya telat ngisi absen..:mrgreen:

Sukses selalu dan mohon izin blognya saya link😉

Wassalam

29. agnessekar - Maret 6, 2009

Luar biasa, saya dukung motivasinya , karena saya salah satunya yang cinta plural dan demokratis, walaupun tidak mudah untuk mengubah orang lain untuk menerima, memahami bahkan mengakui perbedaan. Tuangkan trus ide-idenya. Baca juga postingan saya 2 pekan yang lalu dengan motivasi yang sama dengan judul : Pentingnya memahami, menerima, dan mengakui …………
Okay, sukses untuk anda,

Regards, agnessekar.wordpress.com

30. usang - Maret 13, 2009

salam salam salam

wassalam

31. usang - Maret 13, 2009

salam

shalawat

hembuskan angin surga
agar bara jadi nyala
rekonstruksi NDP
perjuangan
“leuleus”

jangan atuh

suport

32. Zuriatul Khairi - Maret 27, 2009

Andito, maaf saya nyasar ke blog u. Setelah membaca tentang u, saya menyimpulkan bahwa adalah salah seorang yang dikacaukan oleh banyak organisasi dan bacaan sebelum u memiliki kemampuan logika yang lurus, itu namanya nasib. Saya ingat mula-mula jadi mahasiswa, beberapa organisasi promosi, namun karena yg mereka lakukan black promotion, saya menyimpulkan untuk tidak berkecimpung di organisasi nilai, saya hanya mengamati mereka dari luar.
Jika ingin memulai, mulailah dari memahami konsep kebenaran itu sendiri. Karena semua nilai akan menyatakan dirinya benar, demikian pula pluralism. Orang tidak bisa percaya pada dua kepercayaan yang berbeda, maka pluralism memandang salah monism. Maka ketika u menganut pluralism, maka u sudah meninggalkan kepercayaan u sebelumnya, meskipun secara formal u tidak berani keluar darinya karena beragam resiko yang kelihatnya akan u hadapi.
Lihatlah, kaum pluralis agama sendiri tidak mampu mengahargai dan memilih konsep pluralisme agama, maka mereka terus bergerak mulai dari membentuk agama tanpa agama, kesamaan agama, menggabungkan agama-agama sampai pada membentuk agama baru.
Apa yang u cari?

33. safar - April 12, 2009

salam bang,
mnarik nih, cerita tentang pluralitas, lebi2 jika dikaitkan dengan nilai dasar perjuangan, dua hal yang sampai sekarang masih berada dalam tataran kultur dan struktur, apa iyya bisa nyambung tuh? apalagi jika dikaitkan dengan rethinking ndp lama via cak nur vis a vis dengan ndp baru via abang2 yang pro upaya reaktualisasi nilai kelembagaan yang hampir marginal diantara yang lain. saya termasuk pribadi yang sepakat dengan ide pluralitas meski tidak begitu tau tentang apa yang ada selain ide tersebut dalam merangkul kembali kekuatan terpecah dalam diri kita. meskipun tentu saja membutuhkan lebih banyak dialog, tetapi dengan pesan inklusivitas yang dimiliki dalam ide pluralitas, saya berfikir bahwa optimis itu perlu. tetapi tentu saja tidak lalu kita inklusiv menjadikan kita ekslusif di mata yang lain, sebab tentu saja hal itu akan menjadi pembatas. bukan mustahil: NU dan MUhammadiyah, sunni dan syiah [kaya’nya kawan2 juga perlu banyak mendiskusikannya], dan masih banyak yang lainnya dapat satu dalam pluralitas. yakin kita satu usaha masyarakat islam adil makmur sampai.

34. apip kamil - Mei 27, 2009

everybody’s waiting for your response! milist sma 1 bekasi.

35. bahtiar - Agustus 5, 2009

semoga dengan tulisan-tulisan di atas menyadarkan pemuda dan pemudi yang tersesat di nii kw 9 untuk kembali pada keluarga masing-masing …

salam jabat erat,

bahtiar
mantan nii kw 9
08132 8484 289
bahtiar@gmail.com

36. Zuriatul Khairi - Agustus 28, 2009

Cara berpikir inklusivisme yang bertentangan dengan pluralisme sejati adalah pengingkarannya terhadap ekslusivisme. Penerimaan individu terhadap kebenaran sering dikacaukan oleh kemampuan logika, pengetahuan, empati, dan pengalamannya. Hal ini selalu melupakan individu dari memahami apa sesungguhnya kebenaran itu, akhirnya kebenaran yang mereka cari tidak pernah berangkat dari awal pencarian dan berkelit di seputar empati.
Berangkatlah dari titik dasar plot kebenaran, lalu tela’ah datanya, anda akan memperoleh kebenaran sesuai titik dasar itu. Sebaliknya ketika kebenaran nii anda lihat dari dasar yang berlawanan, maka nii pasti salah, dan nii yang menilai dari titik kebenarannya tetap akan melihat orang di luar nii adalah salah.
Saat ini kita dapat membedakan dasar-dasar kebenaran kepada: kebenaran logika, ilmiah, wahyu, kepercayaan, dan perasaan,
Masing-masing kebenaran ini tidak dapat digabungkan, ketika seseorang menggabungkannya, maka iapun merasa benar sendiri.
Dari manakah kita memulainya?

37. endi - September 16, 2009

salam alaykum
sudah lama sy dengar nama mas andito, sempat ketemu di iwc makassar tapi ga sempat untuk tegur sapa,
mas andito boleh tidak artikelnya dalam blog ini di copy
atau kalo ada tulisannya boleh dikirim ke kami. makasi untuk pencerahannya.
salam

38. endi - September 16, 2009

selamat ulang tahun sukses selalu

39. adit - September 23, 2009

salam fren. semua artikel yg ada d situs ini gratis dikopi utk blog lain selama menyebutkan sumber2nya.

@endi: sy udah lama gak k Mks lagi. Tp sy denger perkembangan di sana luarbiasa. Salam takzim utk semua teman di sana:)

40. Hermanto Iriawan - Oktober 1, 2009

Saya kira blog ini cukup OKE juga ya, sepintas sy lihat lebih menitikberatkan dalam kehidupan rohani-religius-keagamaan.

Bila berkenan sy undang Anda berkunjung ke blog saya, yg titik beratnya adalah kehidupan kita sebagai orang Indonesia.

41. endang jamaludin - November 19, 2009

Grand designe gerakan HMI dalam mengawal format pasca pemilu 2009

Pemahaman dan gerak ke arah implementasi nilai kejuangan HMI, akan membawa islam dan masyarakat indonesia untuk senantiasa memiliki gairah yang tidak akan pernah putus “ seperti sinar mentari yang tak pernah redup “. pada kualitas pemahaman inilah HMI sebagai wadah, dan kader sebagai penggerak kehidupan oganisasi menjadi tidak terpisahkan dengan realitas sosial.

Nilai kebangsaan epicetrum dinamikapertumbuhan suatu bangsa adalah organisasi. Sementara salah satu bentuk terbaik kemajuan adalah moderenisasi, yang merupakan pra kondisi menghadirkan dinamika baku dalam organisasi . HMI bersendikan vitalitas atas suatu usaha betapapun kecilnya sehingga segala potensi yang munkin ada dalam tubuh HMI dapat digalang secara efisien terpadu dan berkesinambungan.

Perembangan indonesia dalam sebuah proses yang mengarah pada negara moderen , peran serta HMI tidak bisa dinampikan apalagi dipandang sebelah mata . sebab HMI adalah organisasi perjuangan yang mampu mengisi setiap momentum perubahan sejarah bangsa ini.

Sekarang bagaimana” grand designe gerakan HMI dalam mengawal format pasca pemilu 2009 “ menurut anda ??

Adakah HMI akan mendapat andil dalam momentum sejarah bangsa ini selanjutnya ? atau mati suri stagnan dengan perjuangannya ??
Kasih komentar, wacana atau analisis anda tentang hal ini..!!

42. hmiyakusa - November 16, 2010

salam yakusa dari bekasi

43. dean - Juli 3, 2011

ini cuma obrolan pinggir jalan yang menunggu selesai onani setelah itu pulang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: