jump to navigation

Bunuh Diri Pekerja Desember 12, 2011

Posted by anditoaja in Buruh.
trackback

Kerja keras kau lakukan
Walau upah tak berimbang
Bak sapi perahan

(Iwan Fals, “Kuli Jalanan”)

 

 

Perusahaan selalu mengelak pertanggungjawaban atas kerusakan jiwa dan tubuh pekerjanya. Seolah-olah hubungan industrial hanya terjadi selama proses produksi berlangsung. Padahal pekerja baru mulai merasakan kerusakan jasmani dan syarafnya bertahun-tahun kemudian, setelah ia lama tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut. Bagi pekerja yang cukup sadar kelas, mereka menganggapnya sebagai bagian dari cobaan hidup. Sedangkan pekerja yang ingin melawan sistem ini namun tidak kuasa mengorganisir diri, atau karena sistem kapitalis ini yang demikian kuat, juga mungkin karena tidak tahan didera penyakit dan tentu saja biaya berobat yang pasti tidak terjangkau (dan tidak ingin membebani sanak keluarganya), mereka memilih bunuh diri.

Samsung Electronics kehilangan dua orang pekerjanya karena bunuh diri dalam waktu yang berurutan, cuma terpaut 8 hari. Kim Ju-hyeon mengakhiri hidupnya sesaat sebelum masuk kerja kembali dengan cara melompat dari lantai 13 asramanya setelah 373 hari ia bergabung dengan Samsung Electronics di Asan, Provinsi Chungcheong Selatan, Korea Selatan (3/1/11). Sebelumnya, ia rehat dari pekerjaannya karena merasa stres dan depresi. Beberapa hari kemudian, seorang pekerja Samsung yang lain juga tewas di tempat yang sama, dengan melompat dari lantai 18 asramanya (11/1/11). Sama seperti Kim, dia juga absen kerja cukup lama karena sakit.

Di Jepang, keluarga korban dapat menuntut perusahaan yang menyebabkan pekerjanya bunuh diri akibat bunuh diri akibat stres karena terlalu banyak bekerja, atau mati kelelahan (karoshi). Tidak hanya itu, bunuh diri pekerja juga dipicu oleh hinaan atasannya di hadapan rekan-rekannya yang mengatakan ia mengambil jam kerja yang seharusnya tidak ia ambil. Belum lama ini, pengadilan memutuskan Mazda bersalah dan mendenda 800.000 poundsterling atau sekitar Rp 11 miliar kepada orang tua dari pekerjanya yang bunuh diri akibat stres karena beban kerja yang berat (3/3/11).

Alih-alih memperbaiki hubungan industrial agar lebih manusiawi, perusahaan sering mengambil jalan pintas dengan mengganti pekerja manusia dengan mesin. Karena mendapat sorotan tajam dari berbagai media dan lembaga hak asasi manusia karena banyak pekerja bunuh diri, perusahaan perakit iPhone dan iPad Apple di China, Foxconn Technology Group, berencana menggunakan satu juta robot dalam tiga tahun ke depan, dari sepuluh ribu yang sudah ada (3/8/11). Robot sangat menghemat tenaga kerja, tidak mengeluh setelah bekerja berjam-jam, tidak butuh makanan atau pakaian, tidur, oksigen dan tidak mungkin bunuh diri. Sedangkan pemicu bunuh diri pekerja Foxconn disebabkan oleh buruknya kondisi kerja, upah murah, dan lembur paksa.

Bunuh diri pekerja, sebagai salah satu bentuk perlawanan, akan terus membesar seiring kebusukan sistem kapitalis. [andito]

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: