jump to navigation

Korporasi, Makhluk Apakah? November 3, 2011

Posted by anditoaja in Buruh.
trackback

 

“Corporations are special kinds of persons, who have no moral conscience. They are designed by law to be concerned only for their stockholders.”

(korporasi merupakan sejenis khusus dari orang yang tidak memiliki nurani moral. Mereka dirancang oleh hukum untuk peduli hanya untuk pemegang saham mereka).

Joel Bakan, The Corporation

 

Warga Amerika Serikat dengan simbol “We’re the 99%” melakukan gerakan ”Occupy Wall Street” (Duduki Wall Street) sejak 17 September 2011. Gerakan ini memprotes kesenjangan ekonomi global yang hanya menyejahterakan 1% warga kaya yang berada di belakang perusahaan multinasional dan menimpakan efek buruknya kepada 99% warga dunia lainnya. Gerakan ini kemudian menginspirasi gerakan sejenis di berbagai belahan dunia. Reuters melaporkan per 16 Oktober 2011, bahwa gerakan “Occupy” telah terjadi di 86 negara. Gerakan ini juga sempat muncul di Jakarta tapi tidak menarik banyak kalangan (19-20/10).

Mengapa mereka demikian anti terhadap bursa efek dan korporasi? Joel Bakan, penulis buku The Corporation, mendefinisikan korporasi (disebut juga Perseroan Terbatas) sebagai sekumpulan individu yang bersatu dalam satu badan yang memisahkan kepemilikan dari manajemen sebagai pelaku bisnis sementara kelompok lain, pemegang saham, memiliki bisnis itu. Dalam definisi ini, pekerja tidak mempunyai peran apa pun.

Korporasi memang memprioritaskan diri kepada kepentingan pemegang saham mereka di atas semua orang lain dan melarang mereka dari tanggung jawab secara sosial. Namun pada saat yang sama ia dapat bertindak sebagaimana halnya manusia, seperti meng/digugat, membeli lahan, bangunan atau perusahaan lain, hingga melakukan investasi. Anehnya, korporasi tidak dapat dituntut pertanggungjawabannya sebagai layaknya individu. Ia tidak bisa dipidanakan karena kegiatan-kegiatan kriminalnya.

Korporasi memfokuskan diri pada kepentingan dan keuntungan sendiri. Dalam suatu kondisi atau dengan dalih kompetisi, ia akan menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan. Ia akan mengabaikan segala rambu hukum dan moral yang dianggap menghambat ekspansi dan akselerasi bisnis. Untuk ini, korporasi biasanya melengkapi diri dengan tim hukum yang kuat yang punya kemampuan melakukan penetrasi dan intervensi ke lembaga kepolisian, kejaksaan dan kehakiman. Sehingga apabila ada tuntutan terhadap korporasi, manajemen mampu berkelit dalam masalah hukum. Pada saat yang sama pemegang saham sangat terlindungi, meskipun mereka berperan penting dalam menentukan manajemen.

Bagaimana nasib masyarakat? Posisi mereka terlalu lemah. Misalnya, kasus semburan lumpur panas di Sidoarjo akibat pengeboran yang kesalahan prosedur pengeboran oleh PT Lapindo Brantas pada 29 Mei 2006. Terlepas dari masalah ganti rugi masih terkatung-katung, korporasi sama sekali tidak dipersalahkan. Belum lagi efek kesehatan yang bakal diterima warga sekitar 5-10 tahun kedepan. Contoh lain, pengguna ponsel Indonesia yang mencapai 243 juta nomor aktif cuma manyun saja. Mereka tidak dapat berbuat banyak ketika pulsanya tersedot oleh SMS konten premium. Menurut Kompas, kerjasama operator dan provider ini telah Rp 100 milyar per bulan. Tidak ada korporasi yang dihukum, tidak ada pulsa yang dikembalikan.

Korporasi berkemampuan meraup dana masyarakat melalui penjualan saham di bursa efek dan perilaku bisnis yang tidak bermoral. Pada saat yang sama, tidak ada tindakan hukum yang berarti yang dapat menghentikan mereka. Kata Bakan, ”Inilah yang mendorong orang-orang untuk terjun ke dalam bisnis dengan kemungkinan kecil untuk merugi, tapi dengan kesempatan tak terbatas dalam mendapatkan keuntungan dan oleh karena itu mendorong sistem yang ganas dan spekulasi besar-besaran.” [andito]

 

Komentar»

1. Mister ag8882g - Februari 2, 2012

saya suka artikelnya, izin sunting ya Mas

2. Agus Muhammad Ramdan - November 2, 2012

Sebenanrya corporasi bisa di tuntut bila melakukan pelangaran hukum. Contohnya bila melakukan pencemaran lingkungan tapi kadang kadang kekuatan korporasi “membeli” kekuasaan dan hukum.

3. blog teknologi - Juni 29, 2013

Each 2 year well-known consultants in the Great Britain receive more than $6 billion
for their services. Much of this money pays for dpdgy data and poorly
prepared resource fo review services, regional policy & procedure re-evaluation.

Our business is focussed in guarding and improves practice.
We and our partners undertake a wide range of areas of
activity, including RTF – our own unique model of review.
We, have goodly experienced and talented consultants offer a wide variety of consulting services to meet managers many needs.

We and our partner provides you with the research and economic solutions to grow your share of the
American market. We offer deep support that can help you get your business
objectives through consulting on strategic issues,
product development, marketing programs and channels for distribution.

A common goal for a statistical research project is to identify causality, and in particular to draw a conclusion on the effect of changes in the
values of predictors or one variables on dependent variables
or reactions. There are 2 major types of causal statistical studies: experimental study and observational study.

In both types of studies, the effect of differences of an independent variable (or variables) on the behavior of the dependent variable are observed.

4. forex hari ini - Juli 12, 2013

Hello There. I found your blog using msn. This is a very well written article.

I will be sure to bookmark it and return to read more of your useful info.
Thanks for the post. I will certainly comeback.

5. berita saham - Juli 19, 2013

Each 2 year well-known consultants in the China receive more than $4 billion for their services.
Much of this money pays for shadowy statistics
and badly prepared resource fo review services, local rules & procedure evaluation.

Our business model concept is focussed in taking care of and improving practice.

We undertake a range of areas of activity, including RTF – our own unique model of review.

We, have goodly experienced and talented managers offer a wide variety of consulting services
to meet everyones many needs.

We provides you with the research and statistics
solutions to grow your share of the retirement market. We have technical support that
can help you achieve your business objectives through consulting on strategic
terms, product development, marketing programs and channels for distribution.

A common objective for a statistical research project is to discover causality, and
in particular to draw a actionable conclusion on the effect of changes in the values
of predictors or other variables on other variables or response.
There are 2 main types of causal statistical studies:
experimental studies and observing study. In 2 types
of studies, the effect of differences of an independent variable
(or variables) on the behavior of the dependent variable
are observed.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: