jump to navigation

Konvensi ILO dan Nasib Pekerja Indonesia Juni 22, 2011

Posted by anditoaja in Buruh.
trackback

“Kami telah mengambil langkah-langkah institusional, administratif dan hukum, untuk melindungi dan memberdayakan pekerja migran kita.” (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 14 Juni 2011)

“Ruyati dihukum pancung di Mekah pada Sabtu siang, 18 Juni 2011.” (http://www.alriyadh.com)

 

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di Konferensi ILO menyatakan bahwa Indonesia adalah negara Asia pertama yang meratifikasi semua Konvensi ILO yang fundamental (14/6/2011). Presiden Yudhoyono juga mengajak negara lain untuk tidak hanya meratifikasi semua Konvensi ILO tapi juga mengimplementasikannya.

Bagaimana praktik ketenagakerjaan di Indonesia? Bagaimanakah negara melindungi pekerjanya?

Dengan anggaran penyusunan pidato kenegaraan sebesar Rp1,473 miliar untuk tahun 2011, diluar gaji staf ahli kepresidenan, kita percaya bahwa semua pidato Presiden pasti berkualitas. Namun, retorika politik tanpa tindakan nyata yang pro pekerja hanya akan menuai cemooh karena tidak sesuai dengan fakta-fakta selama ini.

Tidak sampai satu minggu setelah pidato tersebut, TKI kita dipancung di Saudi Arabia. Puluhan TKI lainnya sedang menunggu giliran dipancung. Belum lagi mereka yang disetrika, dipukul, diperkosa, dilecehkan secara seksual, dll. Sejak dulu pemerintah kita dikenal lembek dalam hal negosiasi upah dan pembelaan terhadap warganya yang bekerja di luarnegeri.

Kondisi pekerja kita di dalam negeri tidak otomatis menggembirakan. Presiden boleh berucap, “Para PRT yang bekerja di dalam negara mereka sendiri, juga harus diberi perlindungan yang sama.” Dua hari kemudian, Metro Malam memberitakan, dua pembantu rumah tangga di Medan dianiaya polisi wanita berpangkat Komisaris Polisi yang bertugas di Kepolisian Daerah Sumut (16/6/2011). Keduanya sering diinjak, dijambak, dan diborgol. Selama bekerja, mereka tak pernah dibayar. Polda Sumut pun tidak melakukan tindakan apapun.

Intimidasi terhadap pekerja juga tidak berhenti hingga kini. Hasil survey ITUC menyatakan, ada beberapa pelanggaran terhadap hak-hak pekerja yang menyolok, antara lain: memecat anggota serikat pekerja dan mengajukan tuntutan pidana terhadap aktivis serikat pekerja. Salah satu kasus aktualnya adalah pempidanaan dua aktivis Sekar Merpati Airlines, Purwanto dan Indra Topan.

Dengan kondisi diatas, janganlah kita bertanya bagaimana nasib UU No. 39 tahun 2004 tentang Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri (PPTKILN) dan ratifikasi konvensi PBB mengenai perlindungan hak-hak buruh migran dan keluarganya, juga implementasi UU Sistem Jaminan Sosial Nasional yang tidak jelas karena nasib RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang tak jelas.

Pidato Presiden sangat menginspirasi peserta Konferensi ILO. Diakhir pidatonya, Presiden berkata, “Let us work together, to bring about the best possible conditions for the workers of the world. Let us join hands, to make this a new era of social justice.” Empat hari kemudian, Ruyati dipancung.[andito]

 

 

 

Ratifikasi Konvensi ILO

Ratifikasi merupakan suatu bentuk persetujuan oleh otoritas negara atas suatu perjanjian yang bersifat bilateral, multirateral maupun internasional. Ratifikasi mengikat bagi siapa yang melakukannya. Saat ini Indonesia telah meratifikasi 18 Konvensi ILO. Delapan diantaranya adalah konvensi kunci, yaitu: Konvensi No. 98 tentang Hak untuk Berserikat, Konvensi No. 100 tentang Kesetaraan Pendapatan, Konvensi No. 87 tentang Perlindungan terhadap Hak untuk Berunding, Konvensi No. 105 tentang Penghapusan Kerja Paksa, Konvensi No. 111 tentang Diskriminasi dalam Kerja dan Jabatan, Konvensi No. 138 tentang Batasan Usia Minimum, Konvensi No. 182 tentang Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak, dan Konvensi No. 185 tentang Dokumen Identitas Pelaut. Lima dari Konvensi ILO ini diratifikasi selama kepresidenan Abdurrahman Wahid dan dan tiga lainnya di era Presiden Soekarno.[]

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: