jump to navigation

Layanan SMS Gratis: Awal Perampokan Legal Januari 16, 2011

Posted by anditoaja in Sosial.
trackback

“Nomor anda telah diaktifkan layanan KOMPAS Mobile Newspaper persembahan dari Telkomsel. Layanan ini gratis selama 30 hari”. SMS ini aku terima 13 Januari 2011 pukul 16:05:42. Karena hapeku jadul, maka tiap pukul 6 pagi aku selalu terima SMS kosong dari +2003. Tidak jelas isinya apa.

Pengguna Kartu Halo yang tidak berminat dapat mengetik *939# lalu pilih Kompas kemudian pilih berhenti langganan. Darimana info ini? Bukan dari SMS Kompas, tapi dari internet. Artinya pelanggan yang tidak (bisa) membuka internet akan dikondisikan untuk membayar tarif Rp 7700 per bulan.

Pemberian konten gratis adalah salah satu trik pelaku usaha untuk mendapatkan pelanggan. Karena, “Setelah habis masa promosi, akan ada notifikasi apabila pengguna Kartu Halo akan meneruskan langganan,” jelas Ifan Alfian, Mobile Business Development Kompas.com.

Meskipun Kompas telah memberikan klarifikasi tentang Kompas Mobile Newspaper di Telkomsel dalam situsnya (15/10/2010), hak konsumen tetap saja terlanggar dari sistem manipulatif ini.

Pada kasus lain, Toni Stepanus sudah menghubungi 111 untuk meminta blokir SMS promo. Tetapi Telkomsel menjawab bahwa SMS tersebut tidak dapat diblokir karena merupakan SMS broadcast. Luar biasa, Telkomsel tidak dapat memblok SMS promo yang dibuatnya sendiri. (27/12/2010)

Sebenarnya UU No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen sudah melindungi hak-hak konsumen. Pada Pasal 7 Ayat B dinyatakan bahwa pelaku usaha wajib memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan. Telkomsel tidak memberikan informasi via SMS bagaimana menghentikan layanan promo tersebut.

Sayangnya, UU ini tidak berguna banyak karena kebanyakan pelanggan menganggap masalah jebakan konten gratis ini sebagai nasib sial mereka. Sebagian dari mereka hanya bersungut-sungut. Mereka yang pulsanya terganggu segera ganti nomor.

Sampai bulan Oktober 2010, jumlah pelanggan Telkomsel mencapai 88,3 juta orang (Kartu Halo 2,1 juta, Simpati 60,2 juta, dan Kartu As 26 juta). Bayangkan berapa rupiah yang mereka reguk dengan memanfaatkan kepolosan pelanggan.

Esia juga demikian. Bimo Suhardono terpaksa mengucapkan ‘terima kasih’ di suara pembaca Detik kepada merk layanan operator milik Bakrie Telekom Tbk ini (30/06/2010). Katanya, nomor telepin: 95904020, 95904049, 97034525, 95904046, 95904019, 800, 999, 888, 990, 567, 9009, 212, 2010, 80340144, 83838888, 97035173, 101, 222, 0141 setiap hari menghubunginya via SMS atau telepon.

Merespon surat Bimo, Esia telah mengeluarkan (Exclude) nomor Bimo dari layanan promo esia. Fajar Baskoro, Department Head Premium Customer & Correspondence, menutup surat dengan pernyataan retorik “Bakrie Telecom senantiasa berkomitmen untuk menjaga layanan yang berkualitas kepada seluruh pelanggan”. Faktanya, servis untuk Bimo sudah pasti tidak dirasakan oleh mayoritas dari 11,5 juta pelanggan Esia di seluruh pelosok negeri (per Oktober 2010). Bukan karena mereka menikmati layanan promo tersebut. Tapi karena mereka tidak tahu caranya.

Apa pun alasannya, praktik bisnis seperti ini sangat tidak beretika. [andito, pelanggan 08111800xxx dan 02197630xxx]

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: