jump to navigation

Biaya Gerakan Sosial: Antara Aktivisme dan Bisnis (1) Agustus 10, 2010

Posted by anditoaja in Politik.
trackback

Gerakan sosial secara spesifik berfokus pada suatu isu-isu sosial atau politik dengan melaksanakan, menolak, atau mengkampanyekan sebuah perubahan sosial dan bukan sekadar aktivitas charity di masyarakat. Gerakan sosial yang solid dan sustainable memerlukan beberapa komponen perjuangan.

1)    Konseptor/ideolog/regulator. Ia menguraikan visi, arah dan strategi gerakan. Ia, individu atau tim, mempunyai helicopter-view tentang konstelasi sosial politik terkait. Tidak semua orang mengenal sosok individu/tim ini karena bisa jadi ia hidden atau berada diluar struktur organisasi formal. Konseptor dikelilingi beberapa orang koordinator/simpul gerakan. Untuk meraih dukungan, ia menciptakan mimpi kolektif sehingga semua pihak tergerak melakukan segala arahannya. Ia pula yang menyusun dos and don’ts, pakem dan karakter gerakan. Konseptor akan membawa rumusan dan konsep gerakan kepada pemodal agar program-program dapat dijalankan.

2)    Pemodal. Ia adalah orang yang mendanai gerakan. Posisinya eksklusif. Dia mapan dan mandiri secara financial, menguasai alat produksi, dan biasanya tokoh politik/pengusaha, bisa juga seorang filantropis yang tidak punya interest tertentu. Jalur komunikasi hanya terbuka untuk konseptor. Jangan harap ring kedua bisa menemuinya. Setidaknya tidak diwajibkan bertemu. Tak jarang pula pemodal merangkap pula sebagai konseptor, yang kita sebut Godfather. Ia dikelilingi oleh beberapa konseptor di tiap gerakan/organisasi yang berbeda, yang mungkin untuk suatu kerahasiaan, tidak saling kenal. Kita sebut himpunan ini think tank utama/politbiro. Pemodal berkenan membiayai gerakan dengan kalkulasi matang bahwa dana itu tidak akan menguap begitu saja. Dana itu akan kembali dalam bentuk keuntungan politik. Pada akhirnya hubungan pemodal dan konseptor sangat dinamis, tidak melulu hubungan patron-klien.

3)    Pengurus/badan eksekutif. Posisinya di lapis kedua. Mereka inilah yang menggerakkan roda organisasi, mengorganisir koordinator/simpul gerakan, menurunkan target-target politik dalam bentuk timetable program. Kinerja dan loyalitas pengurus menentukan apakah mereka layak masuk dalam komunitas konseptor (ring satu) dan bertemu pemodal. Ikatan kerjasama antara pengurus-konseptor-pemodal diumpamakan perusahaan politik (pemodal), perusahaan/manajemen outsourcing (konseptor), dan pekerja outsourcing/direct contract (pengurus). Pada organisasi taktis, yang dibentuk untuk menyikapi suatu isu sosial/politik secara instan, pengurus bukan subordinat dari konseptor. Setiap selesai suatu aksi, nilai proyek dibagi rata.

4)    Fulltimer staff. Untuk menjalankan organisasi butuh pelaksana harian yang mengurus administrasi kesekretariatan, pembuatan proposal dan menyelenggarakan kegiatan. Untuk organisasi yang baru berdiri dan atau untuk menghemat biaya, pengurus merangkap sebagai staff. Karakter umum staff adalah pekerja yang tidak mau tahu bagaimana arah dan mau dibawa kemana organisasi ini.

5)    Volunteer/simpul massa-jaringan. Organisasi membutuhkan aliansi strategis dengan organ lain, berhimpun untuk tujuan bersama. Bagi organisasi yang membasis, relawan berasal dari tokoh/simpul massa yang mendapat pendidikan ideologi sehingga tercipta kesepahaman misi dan visi organisasi. Relawan yang loyal dan cukup lama bekerjasama dengan organisasi berkesempatan ditarik sebagai staff atau pengurus. Pada beberapa kasus, konseptor/pengurus tidak mempertemukan antar simpul karena di antara mereka mungkin ada gesekan ideologi atau kepentingan.

6)    Massa. Biasanya direkrut melalui pendidikan dasar yang kemudian diurut dari yang paling ideologis hingga komunitas yang paling cair.

Untuk memastikan gerakan sosial berjalan sesuai rencana, organisasi harus didanai selama minimal 2-3 tahun dengan asumsi dasar pemasukan Rp 0,-. Alokasi dana tersebut untuk gaji/honor, kesekretariatan dan program. Ketika pemodal menarik dana secara tiba-tiba padahal program masih berjalan, organisasi dipastikan kolaps. Apabila ada keuntungan material dari suatu kegiatan, misalnya dapat bantuan dana dari lembaga lain atau order advokasi/pelatihan, itu tidak boleh dianggap sebagai keuntungan yang harus segera dibagi-bagi. Semua dana yang masuk disimpan sebagai dana cadangan organisasi. Setelah masa krisis 2-3 tahun terlewati, barulah pembagian profit layak dibicarakan.

Itulah mengapa pemodal yang mau ‘bermain politik’ hendaknya menyadari bahwa investasi gerakan sosial, untuk tujuan apapun, tidak boleh disamakan dengan investasi bisnis yang terukur. Pemodal harus memasrahkan dana itu hangus/tak kembali. Sebab keberhasilan gerakan sosial itu priceless. Sehingga, kita tidak layak menilai suatu organisasi itu gagal pada waktu satu tahun berjalan. Apalagi bila disebabkan oleh faktor luar yang, seharusnya, dianggap tidak relevan.

Organisasi butuh waktu setidaknya satu tahun untuk beberapa agenda penting berikut: menyolidkan tim internal organisasi; membuat kurikulum perkaderan dan pilot project; mencari pola gerakan; membuat jaringan aksi; dan menyelenggarakan beberapa kegiatan (diskusi, seminar, training, advokasi, media, dan demonstrasi). Semua kegiatan ini butuh biaya tidak sedikit. Pemodal harus menyadari bahwa ia ‘bakar uang’ dengan mendanai kegiatan-kegiatan non-profit ini. Konseptor-lah yang berkewajiban menjelaskan ‘efek politik’ yang bakal pemodal terima.

Di tahun kedua, organisasi fokus pada penajaman dan pengembangan program aksi yang sudah dirintis. Pada masa ini, nama organisasi dan aktivisnya sudah mulai dikenal publik, tergantung sejauh mana orientasi dan jelajahnya.

Pada praktiknya, bentuk diatas tidak kaku dan linier, tapi bergerak fleksibel bergantung pada situasi. Bisa saja ada anggota tim konseptor hanya menyumbang gagasan tapi tidak ingin terlibat lebih lanjut. Pemodal, karena perubahan konstelasi politik, tidak menanam modal (lagi) yang memaksa konseptor mencari pemodal lain. Lazimnya, konseptor mempunyai beberapa pemodal yang punya semangat dan ideologi yang sama. [andito]

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: