jump to navigation

TeamWork & Organizer Juli 1, 2010

Posted by anditoaja in Buruh.
trackback

Dalam sebuah teamwork, tidak semua pengetahuan dan keahlian kita diperlukan. Bukan berarti tidak penting. Hanya saja mungkin belum diperlukan pada saat ini dan kondisi ini. Teamwork hanya memastikan bahwa setiap anggotanya telah mempunyai visi, misi, dan program kerja yang sama.

Visi itu mimpi besar, harapan tertinggi. Misi itu penurunan mimpi dalam realitas sosial. Program adalah reaksi stratak (strategi taktik) sistemik atas setiap fenomena yang ada. Semua ini akan berjalan baik dan sinergis bila setiap anggota memiliki pengetahuan dan pengalaman yg memadai akan visi-misi-program-strategi organisasi.

Idealnya setiap anggota tim itu visioner-missioner-programmer-technician. Tapi kenyataan di lapangan mungkin berbicara lain. Tidak mesti semuanya punya pengetahuan dan pengalaman yang sama besar-luas-dalam. Orang yg ahli dalam teknis tertentu tidak mesti tahu visi dan misi besar. Mungkin baginya cukup diberikan order kerja yg spesifik juklak dan juknisnya. Bagi yang cukup gaul, mungkin sudah mampu memahami program. Bagi yang tahu peta/konstelasi bisa menjabarkan misi. Namun seorang Leader wajib punya visi.

Pengetahuan dan pengalaman akan menentukan bagaimana kita menempatkan diri dalam sebuah teamwork dan bagaimana sikap toleran, empatik, bijak, dan adaptif terhadap lingkungan sekitar.

Kesimpulannya, setiap anggota teamwork akan menjadi sebuah pribadi yang luar biasa bila individu tersebut mau benar-benar ”belajar dari pengalaman dan kehidupan”, yakni dengan karakter berikut:

  1. Punya mimpi terhadap masa depan teamwork/organisasi. Bila mempunyai mimpi yang berbeda dengan [semua] anggota tim maka pribadi tersebut akan defensif dan sulit dikritik/dikoreksi/dinasehati karena dalam mindsetnya apa-apa yang dilakukannya sudah on the track.
  2. Mampu memposisikan diri dalam sebuah tim kerja sehingga ia mampu mensinergikan kebutuhan anggota tim dan target kerja dalam kebutuhan dan target pribadinya. Pada umumnya, struktur sosial (baca: lembaga advokasi buruh, serikat buruh/pekerja, lingkungan buruh, dunia industri) akan mendahului, mendekonstruksi, dan merevisi psikologi dan problem personal seseorang. Tapi seorang teknisi, yang tidak tahu visi-misi sangat mungkin akan menempatkan masalah personal/keluarganya sebagai acuan utamanya dalam menyikapi masalah sosial.
  3. Mampu membedakan mana wilayah pribadi dan mana publik. Masalah keluarga, selama tidak prinsip, ditempatkan pada wilayah sekunder yang bisa ditata ulang. Seorang programmer bisa jadi membalik pola kerja di suatu sikon tertentu. Dia bisa kerja di hari libur dan libur di hari kerja. Tapi seorang teknisi bisa jadi tidak mampu memahami gentingnya persoalan. Sehingga dia sangat mungkin tega menunda meeting proyek training dan telat membook meeting room.
  4. Mampu membedakan mana program yang penting dan mana yang mendesak. Kejelian dalam memilah prioritas kerja lagi-lagi bergantung sejauh mana ia menampung berbagai informasi dan aspirasi tentang sebuah pekerjaan. Bila tidak, target kerja, relasi dengan klien SP dan kondisi umum Leads menjadi korban.
  5. Tahu konsekuensi dari semua pekerjaan tersebut. Kesalahan manajemen Dubai Port (2009) saat mendiversifikasi usaha dan ketidakjelian dalam memfokuskan pada program jangka pendek dan panjang, yang berisiko dan aman, berujung pada kebangkrutan. Contoh kontemporer ini memberikan pesan penting bagi organisasi kita: salah memposisikan diri dalam tim dan memprioritaskan masalah privat/publik bisa-bisa berdampak luas bagi organisasi. [andito]

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: