jump to navigation

Genosida di Gaza: Nobel 2009 untuk Mobarak dan Abdullah Januari 18, 2009

Posted by anditoaja in Politik.
trackback

hosni-mobaraks600x6001070117-D-7203T-016 

 

Nampaknya penerima hadiah Nobel perdamaian tahun 2009 akan diraih oleh Presiden Mesir Hosni Mobarak dan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. Ada banyak prestasi yang berhasil mereka buat, baik di dalam maupun luar negeri mereka.

Di dalam negerinya masing-masing, mereka berhasil meredam setiap gerakan oposisi dan memasukkan tokoh-tokohnya ke penjara tanpa pengadilan yang adil. Tanpa demokrasi dan keterwakilan rakyat di parlemen, kedua negara tersebut memang cukup terpandang sebagai model terbaik kerajaan di Timur Tengah. Inilah yang membuat Amerika sebagai kampiun demokrasi memilih Saudi dan Mesir sebagai sobatnya.

Untuk urusan luar negeri, mereka sukses membelokkan solidaritas negara-negara Arab hanya sebagai ajang kongkow antar penguasa. Dalam kasus genosida Gaza terkini, kedua tokoh tersebut sukses mengulur-ulur dan/atau menggembosi setiap upaya membahas krisis Gaza. Mesir tetap istiqamah menunda-nunda pembukaan gerbang Rafah sehingga penduduk Gaza tidak mendapat bantuan kemanusiaan yang semestinya. Tujuannya tentu saja melemahkan perlawanan Hamas, yang notabene anak kandung Ikhwanul Muslimin, organisasi terlarang di Mesir, yang tokoh-tokohnya diusir dari Saudi.

Sedangkan Arab Saudi menggembosi KTT Liga Arab di Doha (Jumat 16 Januari), dengan menggelar KTT Teluk Persia di Riyadh pada 15 Januari juga dengan alasan membahas krisis Gaza. Sebelumnya Sheikh Saalih al-Fauzan, ketua hakim Mahkamah Agung dan anggota Dewan Ulama Kerajaan Arab Saudi, berfatwa bahwa demonstrasi hanyalah membuat kerusakan dan tidak membawa manfaat sedikitpun.

Kini, mereka berhasil meminimalisir korban di Gaza. Pada hari ke-22 genosida jumlah korban hanya 1203 tewas, di antaranya 410 anak-anak, 105 wanita, 100 orang lanjut usia, 15 tim medis, 4 wartawan, dan 3 aktivis asing. Sementara itu jumlah korban luka hanya lebih 5130, separuhnya anak-anak dan kaum wanita.

Dengan perbuatan mereka, bukankah Mobarak dan Abdullah layak dapat Nobel perdamaian? [andito]

 

 

Komentar»

1. cenya95 - Januari 18, 2009

Apapun alasannya, mereka masih punya kepentingan dan mencari keuntungan bagi dirinya, bangsanya, dan negaranya.

2. asytar - Februari 27, 2009

kalo dapat hadiah nobel, hadiah-nya lagu di album pertama peterpan “buka dulu topeng mu”

3. hawin rahmawan - Agustus 15, 2009

gila apa…apa kata dunia?

kaya ga da yang laen….mending nobelna dikasihin michael jackson…yang uda jelas2 pro perdamaian

4. stecetellsstory - Oktober 2, 2009

huhuhuhu….. aq ga setuju jika nobel perdamaian jatuj ditangan orang-orang yang masih pentingkan popularitas sendiri…. kasihan kaum papa hanya jadi obyek bwt dapat nobel…. pikir lagi dech!!!!!!!!!!!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: