jump to navigation

Maaf Oktober 11, 2008

Posted by anditoaja in Sosial.
trackback

Maaf, hingga kini aku bingung apa hubungannya antara berpuasa sebulan penuh dan bermaaf-maafan menjelang dan pada 1 Syawal.

Pertama, karena puasa itu urusan Anda dengan Tuhan. Tidak ada yang tahu puasa Anda kecuali Anda sebarkan info ke penjuru kampung.

Lalu, apa hubungannya antara puasa Anda dengan kesalahan terhadap orang lain? Apakah bila Anda berpuasa, sekali lagi: itu urusan Anda dengan Tuhan Anda, otomatis permohonan maaf Anda harus dikabulkan? Apakah bila Anda tidak bepuasa Anda tidak berhak meminta maaf?

Lalu, kenapa Anda tidak minta maaf kepada kaum miskin kota yang Anda tatap dengan jijik? Mengapa Anda tidak cium kaki petugas sampah yang mengangkuti segala kotoran kita tiap hari? Kenapa kita meminta maaf kepada teman-teman sekampung Anda yang jelas-jelas tidak pernah berbuat dosa sedikitpun karena memang tidak pernah bertemu dengan Anda setahun sebelumnya?

Jadi, maaf saja, aku tidak bisa memaafkan pembaca semua hanya karena 1 Syawal. Karena aku yakin Anda tidak punya salah kepadaku. Semarahnya Anda kepada tulisan-tulisanku, sama sekali tidak akan mengganggu tidurku. Aku hanya tidak bisa tidur bila ada nyamuk.

Seberapa tuluskah Anda minta maaf? Pernah dengar cerita seorang pengembara yang rela bekerja tanpa upah kepada seorang tuan tanah karena ia tidak sengaja memakan sebuah apel yang hanyut di sungai, yang setelah ditelusuri berasal dari pohon tuan tanah tersebut? Demi sebuah pintu maaf, ia rela bekerja tanpa upah.

Nah, apakah Anda benar-benar yakin telah berbuat salah kepadaku? Okelah, bagi yang merasa salah ucap kepadaku, kirimkanlah satu loyang pizza dari Izzi Pizza ke rumahku. Bagi yang merasa telah salah sikap, kirimkanlah voucher tiap senilai Rp 50 ribu saja selama 3 bulan berturut-turut. Bagi Anda yang telah berprasangka buruk, cukuplah sedekahkan Rp10 ribu perak atas namaku kepada anak yatim. Bersedia?

Maaf ya. Kok, syaratnya materialis banget?

Itu sekadar menguji seberapa tulus permohonan maaf Anda. Kalau Anda memang takut Tuhan, takut digoreng di neraka, ditusuk besi panas dari lubang dubur hingga ubun-ubun, dikelitikin pake setrikaan raksasa, tentu permintaan di atas tidak berat.

Itu juga kesalahan Anda, kenapa pake berbuat salah kepadaku yang materialis?

Maaf, bila saya jawab permohonan maaf Anda dengan ucapan: “bullshit!” Apakah Anda tetap meminta maaf kepadaku dan memberi maaf terhadap omongan tersebut? Maaf ya, aku ragu, hehehe.

Anda juga bisa terkena gangguan jiwa bila Anda meminta maaf untuk suatu perbuatan yang Anda sendiri tidak ketahui atau sadari. Bayangkan bila sedikit-sedikit Anda bicara “Maaf” kepada setiap orang yang Anda temui. Bukan bikin wise, tapi norak!

Cukuplah Anda minta maaf secara langsung ketika merasa ada omongan dan sikap yang salah, saat itu juga, kepada siapa pun, terutama kepada orang-orang lemah yang tiada penolong kecuali Tuhan? Kalau Anda tidak sempat meminta maaf, setidaknya sedekahkan penghasilan Anda kepada fakir miskin atas nama korban sikap dan kata-kata Anda. Tambahkan pula segala macam doa, kidung suci, atau ritus untuk dihadiahkan kepada mereka.

Jadi, masih mau sok minta maaf? Huh, buang-buang pulsa saja! Basi lu! Tersinggung? Bodo amat! Ini kan, ujian kesabaran Anda. Bila Anda jadi kesal, setidaknya aku punya alasan untuk SMS mohon maaf lahir batin, tahun depan.

Maaf, aku sudah membuat Anda membuang waktu membaca tulisan ini.

Hm, tidak juga. Salah Anda sendiri. Kenapa mau membaca tulisan ini? [andito]

Komentar»

1. yunik - Oktober 12, 2008

ya udah saya minta maaf…karena minta maaf terus…maafin ya bang maaf…maaf…saya yang minta maaf bukan mau ngasih2 pizza, voucher dll…maaf ya bang karena belum bisa ngasih itu…
(??????)

2. Arif Giyanto - Oktober 14, 2008

Mmm… aku baru tahu kalau kemudian, lagu ‘Tiada Maaf Bagimu’ bisa terkenal. Trus, aku juga baru sadar, soal maksud iklan A Mild tema Lebaran.

Kita melolong aja lagunya Bryan Adams, “Please, forgive me.” Yah… kali aja dianggap romantis.

Tapi aku tahu, sebenarnya Abang ngga pernah bisa maafin diri Abang sendiri. Haha!!!

3. Andri - November 12, 2008

Maaf, baru baca sekarang…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: