jump to navigation

Puasa Egois [1]: Menganggap Diri Penting September 3, 2008

Posted by anditoaja in Agama.
trackback


Umat Islam diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadhan. Sebagaimana juga perayaan di mana saja, baik atas nama agama maupun tidak, selalu ada reduksi makna. Esensi peristiwa yang mengawalinya terhijab oleh sorak sorai bergembira orang-orang yang merayakannya.

Misalnya peringatan hari Kartini menjadi ajang penderitaan perempuan, bukan pembebasan. Sehari-harinya mereka biasa pake rok atau celana panjang. Namun pada 21 April, mereka terkondisi atau diperintah bosnya untuk memakai kebaya, artefak pakaian penindasan perempuan karena sangat membatasi langkah.

Pada 17 Agustus, hari Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana Indon hanya berubah merah-putih sesaat. Setelah itu kehidupan kembali seperti biasa. Tiada makna mendalam tentang kemerdekaan.

Begitu pula dengan puasa Ramadhan. Banyak reduksi nilai di sana-sini, justru ketika Ramadhan dirayakan sedemikian hebohnya. Sampai-sampai Luna Maya harus menutup rambut indahnya di bulan Ramadhan ini karena takut didemo FPI. Maaf, bukan takut didemo, tapi takut API neraka… (Akademi Pelawak Indonesia?)

Apa keegoisan pelaku puasa Ramadhan yang terbesar?

Menganggap diri penting.

Ia, dengan gaya tawadunya, menuntut setiap orang tahu bahwa ia sedang berpuasa.

Kita? Ah, lu aja kali, gue nggak! Okke deeh, kalau Anda tidak merasa demikian. Ya, saya menilai diri sendiri saja.

Ya Tuhan, aku laaaappppaaaaaaarrrr karena ibadah puasa untuk-Mu.. Aaaaarrrgggghhhh!!! [andito]

Komentar»

1. yunik - September 5, 2008

komen lagi aaaaaah supaya eksis…
buat saya mah, puasa artinya nggak keluarin budjet sosialisasi basi di kantin…lumayan buat traktir anak2 kajian di Bandung.

2. yunik - September 5, 2008

Nggak cuma egois, tapi narsis…hasrat untuk mendepak Doni di kolom komentar terakhir tidak pernah terbendung oleh puasa, karena buruh butuh eksis….

3. yunik - September 5, 2008

asik nih semua foto yunik yang nongol…hehe maaf yakss..

4. Arif Giyanto - September 8, 2008

Dulu, sewaktu Ayat-Ayat Cinta release, seorang DJ radio di Jakarta bicara, “Sekarang saatnya kuis. Elo bisa dapetin tiket gratis nonton AAC sama cowo ato cewe elo trus bisa peluk-pelukan segala.”

Hehe…. Jadi ngiri. Zazkia keliatan gimannnnna gitu.
Eh, pas selancar di Thamrin and Sudirman, susah amat nyari pose begituan.

Reduksi puasa?? Liat Luna Maya… lucu. Liat anchor pake kerudung… lucu. Apalagi liat Narji, Komeng, and the gank.

Kalo aku, bingung nyari tiket pulang ke Solo. Pasti muahallll dan penuh.

5. lingkarluar - September 22, 2008

Woi, pakabar pak andito aja. Ini adik teman lamamu dahulu di bandung.

Siapa yang bilang orang Islam diwajibkan puasa? Jelas-jelas yang diperintahkan hanya “Hai orang-orang Yang Beriman… [mukmin]”, jadi kalau baru merasa ber-Islam tidak diwajibkan Tuhan untuk berpuasa. Tuh, “yang TIDAK beriman tidak di-say HAI sama Allah.”

Jelas-jelas, tujuan puasa adalah untuk meningkatkan derajat dari Mukmin menjadi Muttaqien…! Bukan dari Muslim menjadi Muttaqien! Tidak “quantum leap” tetapi bertahap. Nah, bagi yang belum merasa ataupun sekadar mengetahui apakah dirinya sudah disebut Mukmin yo laksanakan dulu syarat menjadi Mukmin, then barulah berpuasa.

Masih “katrok” harus mudik yah? BTW, satu2nya yang lutchu, menghibur dan bermakna hanya PPT2…!

6. ihsan - Juni 26, 2009

lingkar luar dg argumen yang aduhai. saya setuju sekali dg anda. makanya baca alqur’an tiap2 ayatnya dipahami artinya baru berargumen. betul gak lingkar luar?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: