jump to navigation

Kalau Agustus 29, 2008

Posted by anditoaja in Asal Nulis.
trackback


X : Kalau saya dapat uang 1 milyar, saya mau kasih Anda 100 juta.

Y : Hah, 100 juta?

X : Iya, kenapa? Senang, kan?

X : Saya tidak mau! Saya mau 1 milyar utuh!

Y : Lo? Nanti bagian saya mana?

X : Kamu ini mengkhayal saja pelit. Ini saja baru KALAU, baru NANTI. Apalagi kejadian nyata!? Bukankah kamu bisa menghayal lagi?

Ini lelucon yang diceritakan oleh seorang teman saat kita diskusi tadi malam.

Katanya, karakter seseorang bisa dilihat dari khayalannya. Orang yang khayalannya kecil pasti jiwanya kecil lagi kerdil. Nyalinya seupil. Ia ingin aman, takut mencoba hal-hal baru, takut bersaing, takut bermimpi. Pada titik ekstrem, ia lebih rela menanggalkan prinsipnya daripada berjibaku dengan segenap kemampuannya. Alam bawah sadar mengomandonya, “Buat cape-cape. Yang penting dapat.” Kita mengejar impian sampai pada titik tertentu lebih nyata daripada realitas yang kita hadapi saat ini.

Orang bisa berkhayal tentang apa saja, tidak bisa dibatasi, kecuali sesuatu yang mustahil. Misalnya, cucu yang terobsesi melahirkan nenek. Sayangnya, latar pendidikan dan sosial tertentu menyebabkan tidak setiap orang bisa mengkhayal. Bahkan ada orang yang takut mengkhayal. Kalaupun ada yang berani mengkhayal, mereka mencicil khayalan. Ia sungkan untuk mendapatkan lebih. Bukan karena tidak mampu. Tapi lebih karena tidak pede.

Padahal khayalan itu penting untuk membangun jiwa agar tidak lusuh mengekor zaman ini. Lihatlah lirik riang Peterpan dalam “Khayalan Tingkat Tinggi”

Khayalan ini setinggi-tingginya
Seindah-indahnya
Dan aku memikirkannya

Selama kita intens mengasah khayalan tapi tetap sadar dengan pijakan kita, maka langkah hidup kita akan selalu optimis. Ada yang dikejar, ada hidup yang dituju. Khayalan membuat kita merasa ‘hidup lebih hidup’. Khayalan adalah koordinat terjauh. Apa yang kita peroleh mungkin tidak sesuai impian. Tapi hasilnya tetap lebih baik daripada perbuatan tanpa khayalan sedikitpun.

Tidak heran, orang parno adalah yang suka sirik dengan khayalan orang lain. Orang yang merugi di dunia adalah yang tidak pernah berkhayal. (Apakah ini sebab mengapa Dunia Fantasi, dunia khayalan di Ancol, selalu ramai pengunjung?). Dan orang paling jahat adalah ia yang merampas alat produksi orang lain sehingga mereka tidak mampu berkhayal. Mungkin itu sebab mengapa agama mengajarkan kita agar membela orang-orang tertindas.

Jadi, apa khayalan anda? [andito]

Komentar»

1. morning coffee - Agustus 30, 2008

hari ini tgl 30 di kantor saya ada employee gathering…panggunganya buruh disini, BOD (pemimpin sekaligus pemilik) saling klarifikasi isu merger ANTV dan TvOne, mereka bilang untuk directionnya percayakan pada kami, dan hadapi perubahan dengan postive thinking…Sesi berikutnya doorprize, yang dapet HP adalah buruh divisi General Service yang make a wishnya dianggap paling mulia, yaitu melihat kantor bersih. hehe….sekarang khayalan paling mulia yang dihargai HP oleh perusahaan adalah meghayal pekerjaannya sendiri. Ya saya juga menghayal bisa nyaman bekerja saja…sebelum punya pilihan untuk resign…hehe (menertawakan diri sendiri)

2. Arif Giyanto - September 8, 2008

Kalau saja dunia tak terlalu indah untuk dikhayalkan….

3. Enal Farid - Januari 31, 2009

Banyak orang besar yg lahir karena khayalan. Beberapa sampe dikira orang gila… Bukankah manusia diciptakan karena khayalan Tuhan untuk dijadikan khalifah ?1 – Saya cuma sedang berkhayal…hehehe

4. bian_barker - Agustus 16, 2009

apa kita baik berkhayal trus tanpa mengaplikasikan hanyalan kita dengan realitas eksternal kita?

5. datux - Juni 28, 2010

ngomong2 soal khayalan, jadi ingat The Secret….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: