jump to navigation

Nak Agustus 26, 2008

Posted by anditoaja in Keluarga.
trackback

Seandainya kau bisa memilih, sangat mungkin aku tidak masuk dalam daftarmu

Seandainya kau bisa berbuat, sangat mungkin aku sudah kau jitak sampai benjol

Seandainya kau bisa menentukan, sangat mungkin aku sudah kau lupakan

Seandainya kau punya posisi, sangat mungkin aku sudah kau pecat

Seandainya kau punya kuasa, sangat mungkin aku sudah kau tuntut

Seandainya kau punya aparat, sangat mungkin aku sudah dibui

Seandainya kau punya senjata, sangat mungkin aku sudah mati

 

 

Aku belum cukup peduli kepadamu,

belum cukup memerhatianmu,

belum cukup menyayangimu,

belum cukup meluangkan waktu bersamamu,

belum cukup berdialog dari hati ke hati denganmu,

belum cukup mengasuhmu,

belum cukup mengajarmu

belum bisa menjadi mitramu,

yang selalu siap menjadi apa pun saat kau butuhkan

 

 

Lalu,

Mengapa aku harus emosi melihat gayamu?

Mengapa aku harus marah melihat sikapmu?

Mengapa aku harus banyak melarang kamu berbuat ini dan itu?

Mengapa aku harus menuntut kesempurnaan dalam dirimu?

Mengapa aku, semoga tidak pernah terjadi, memukulmu?

Agar aku puas, tenang, merasa wajar??? Oh, betapa egoisnya aku!

 

 

Aku tahu kau sakit hati

Aku tahu kau merasa diduakan

Aku tahu kau merasa dilecehkan

 

 

Tapi kau diam

Kau selalu berpikir baik tentangku:

Bahwa aku sedang stres

Bahwa aku sedang lelah

Bahwa aku sedang khilaf

 

 

Kau berikan maklum

Kau tunaikan bakti

Kau suguhkan cintai

Dan kau, mengidolakanku?

Kau hanya bilang, semua karena akal dan Tuhan

 

 

Nak, aku kurang mencintaimu

dalam segala hal.

 

 

Semoga kau mau doakan ayahmu ini,

yang masih belum bisa berbuat banyak, dari yang seharusnya…

 

 

[andito]

 

 

Note:

Untuk Saintia [9], Husain [8], dan Nathania [3]. Met puasa Ramadhan 1429 ya. Semoga sayang dan berkat Tuhan senantiasa mengiringi langkah-langkah kalian…

Komentar»

1. Arif Giyanto - Agustus 26, 2008

Kemarin, aku nonton ‘Running Scared’. Atau ‘Forrest Gump’. Atau ‘Story of Us’. Eniwei, spechless!!

2. yunik - Agustus 27, 2008

untuk anak-anak yang kurindukan kelahirannya
aku hanya bisa merindukan, tanpa berani melahirkan
aku anak-anak juga seperti mu, mungkin saatnya kau datang membuatku lebih dewasa…

3. BLogicThink [dot] com - Agustus 27, 2008

Hai Bang….
tulisan ini… nikin dilema… pengin punya anak tapi takut harus bkin posting kayak gini… hehe…
pa kabar Bang?
dah lama gak ketemu…🙂
met puasa ya Bang….

4. Doni - September 1, 2008

seandainya aku bisa mengatakannya…..
saya mah gak bisa ngomong seindah itu, maksudnya saya lebih parah lagi dari yang bung Andito alami kali….

btw, saya doni (dulu suka ke aljawad), salam buat keluarga ya….

5. ressay - September 11, 2008

waduh…punya anak enak gak yach?

6. Zaenal - April 2, 2009

Ah… ini mah emang bapaknya aja ngawur…!

Jangan2 ada puisi senada dengan yang di atas yang ditujukan buat istri abang…

Peace bang!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: