jump to navigation

Ahmadiyah April 23, 2008

Posted by anditoaja in Agama.
trackback

Allahu Akbar!

Hati-hatilah hidup di Indonesia. Apalagi kalau anda jemaat Ahmadiyah. Hanya Islam versi pemerintah saja yang berhak hidup di Indonesia.

Gerakan anti Ahmadiyah kembali merebak. Aksi massa mulai muncul kembali setelah Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) resmi menyatakan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran pokok Islam (16/4/2008).

Hari Minggu kemarin The Jakarta Post (April 20, 2008) mengabarkan, “Several thousand Muslim hard-liners staged a peaceful rally at the National Monument (Monas) on Sunday, demanding the government issue a decree to disband the ‘deviant’ Islamic sect Jamaah Ahmadiyah.” Dan hari ini (22/04/08) nasib mereka akan ditentukan oleh Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri: Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung.

Apa kesalahan Jemaat Ahmadiyah Indonesia? Lembaga yang berbadan hukum (SK Menteri Kehakiman RI, 13 Maret 1953, nomor JA.5/23/13) ini meyakini bahwa Ghulam Ahmad (1835/1908) adalah Imam Mahdi atau Masih Mau’ud menurut agama Islam. Ia mengajarkan beragama tanpa kekerasan. Semboyannya “Love for All, Hatred for None” (Cinta untuk Semua, Tiada Kebencian untuk Siapapun). Hanya itu.

Masalahnya sekarang, apa pengaruhnya ketika Ghulam Ahmad diakui sebagai nabi tanpa syariat? Menurutku tidak berdampak apa-apa. Adalah hak setiap orang untuk mengklaim penampakan yang ia peroleh. Setidaknya, sistem keyakinan mereka membawa mereka kepada kehidupan yang lebih baik dan semakin berperikemanusiaan, semakin sayang kepada sesama manusia dan alam semesta. Itulah yang utama. Agama itu untuk memanusiakan manusia. Bagaimana kualitasnya, kasih saja ke Tuhan.

Dan aku tidak percaya 100% ada wakil Tuhan di dalam kelompok Islam semacam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dan segala macam ormas Islam Beku Budaya. Apalagi dengan model Islam yang dibawa oleh Forum Betawi Rempug (FBR), aduh mak. Lebih baik mereka menciptakan Jakarta yang damai dan aman saja.

Menurutku Ghulam Ahmad itu orang baik. Aku pernah berdialog dengan pengikutnya di Bandung, baik atas nama lembaga maupun personal. Aku juga pernah membaca hampir semua buku yang mereka berikan. Tidak ada yang istimewa dalam segi apa pun. Rasionalitas mereka positivistik, cenderung tidak percaya mistisisme. Jadi, tidak ada peringatan haul, tawassul, ziarah kubur dengan aroma mistis yang kental. Ahmadiyah itu seperti Muhammadiyah tapi tanpa imamah. Ahmadiyah pun masih jauh tertinggal dengan pemikiran mazhab Islam lainnya, terutama Syiah. Meskipun aku banyak kritik Ahmadiyah, bukan otomatis aku di pihak yang lebih benar ketimbang mereka, apalagi saleh. Nggaklah.

Lepas dari bagaimana corak keyakinannya, mereka adalah orang yang taat hukum dan mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Bandingkanlah dengan FPI, HTI, MMI, dan kelompok Islam lain yang selalu menebar takut di jalan-jalan protokol. Di relung hati mereka yang paling dalam, mereka ingin mengubah dasar negara Pancasila ke Islam. Apakah itu tidak lebih berbahaya?

Lalu, apa yang salah dengan keyakinan Ahmadiyah? Mereka hanya percaya boleh ada nabi pasca Muhammad SAW. Mereka juga tidak terindikasi makan uang negara dan menindas rakyat. Okelah, mereka sesat karena tidak sesuai dengan keyakinan mayoritas. Tapi, apakah pikiran dan keyakinan bisa diadili? Lagipula, keyakinan mayoritas tidak berhubungan sama sekali dengan benar dan salah sesuatu. Kebenaran juga tidak bisa dilekatkan pada restu negara.

Pemerintah tidak perlulah mematenkan mana agama yang resmi tidak resmi, aliran yang sesat tidak sesat. Serahkanlah kepada masyarakat masing-masing. Tugas pemerintah itu urus masalah publik, bukan urus masalah privat orang. Seperti dendang Iwan Fals, “urus saja moralmu (wahai pemerintah).”

Akhirnya, mengapa Kejaksaan via Bakor Pakem doyan mengurus masalah privat ini? Bila dicermati, masih ada tugas publik kejaksaan yang lebih prioritas. Yakni tentang BLBI. Dulu masalah BLBI sebenarnya sedang hangat. Keluarga presiden saja mau diusut. Sedangkan yang paling mendukung pengusutan BLBI itu banyak dari PKS, PAN minus Partai Golkar, yang notabene deket dengan Islam.

Karena isu sensitif selalu berkenaan dengan aliran sesat, maka Depag-lah yang mendapatkan bola apinya dengan JAI sebagai obyek. Maftuh Basyuni (Menag) dan Nasaruddin Umar (Dirjen Bimas Islam) akhirnya yang sibuk urus hal ini. Siapa yang tepuk tangan dalam hal ini? Tentu aktor-aktor intelektual di balik FUI, FUUI, dan lain-lain. Siapa lagi kalau bukan oknum Angkatan Darat yang merasa eksistensinya tercerabut alias nganggur ketika Indonesia itu aman dan damai? Memang ada juga dari mereka yang murni berjuang karena keyakinan. Tapi tetap saja mereka pasti butuh duit untuk sedekah jariyah dan naik haji.

Bila penghancuran JAI berhasil maka kelompok-kelompok agama dan mazhab lain yang minoritas sudah masuk daftar antrian. Mazhab Syiah (yang jelas-jelas masih saudara sesusuan dengan kaum Ahlusunnah Waljamaah), warga Kristen di komunitas Islam siap dijadikan tumbal proyek politik elite. Padahal, Wahabisme yang berlindung di ketiak MMI/HTI/FUI/dll lah yang sebenar-benar anti pluralisme, anti Pancasila dan anti-NKRI.

Hati-hatilah bila paham anda berbeda dengan paham pemerintah. Setidaknya itulah gambaran nyata tentang nasib kelompok keagamaan yang berbeda dengan mainstream. Ternyata, berbuat baik saja tidak cukup di Indonesia. Ketika pelakunya beragama Kristen, atau orang Cina, atau berpaham Ahmadiyah, maka tidak akan ada ucapan terima kasih kepada mereka. Ketika orang Kristen memberikan donasi kesehatan, pendidikan dan pangan kepada penduduk miskin, sontak elite agama menudingnya sebagai Kristenisasi. Ketika warga Cina memberikan bantuan kepada warga pribumi, ditanggapi sinis sebagai upaya mencari hati warga asli. Ketika jemaat Ahmadiyah bersosialisasi dengan warga sekitar, dianggap sebagai upaya menyebarkan ajaran Ahmadi-nya. Sungguh repot hidup di negeri ini.

Jadi, hati-hatilah hidup di Indonesia. Apalagi kalau anda jemaat Ahmadiyah. Hanya Islam versi pemerintah saja yang berhak hidup di Indonesia… [Andito]

Komentar»

1. endik koeswoyo - April 23, 2008

Bagaimana dengan Yang beragama tanpa Aliran? Bukan NU, Bukan Ahmadiyah, Bukan Muhamadiyah? Bukan LDII pooknya ISlam Doang? Tau berapa jumlah Islam tanpa Aliran di Indonesia? Mungkin salah satunya saya., dan ratusan teman saya dan ribuan tetangga saya dan jutaan bangsa ini…Gimana dengan mereka yang tanpa Aliran?

2. NABI BAJAKAN - April 23, 2008

Maaf, bukannya Ahmadiyah ini agama buatan MGA dan Inggris ?
tolong deh dijelaskan
–salam–

3. anditoaja - April 23, 2008

Sejarah dari versi anti-Ahmadiyah memang bilang begitu. Tp aku tidak terlalu sepakat. Menurutku, Ahmadiyah itu murni lahir dr pengalaman spiritual Ghulam Ahmad saat menjadi pesuluk. Ada yg mengakuinya dan ada pula yg melihatnya dr sisi lain, itu sah-sah saja. Bahwa ada kelompok lain (baca: Inggris) memanfaatkan gerakan ini, itu hal lain.

Dalam praktik politik, melemahkan, membiaskan, atau malah mengadu domba sebuah lembaga dgn lembaga lain adalah hal biasa. Apalagi kalo ini utk mengukuhkan sebuah sistem kekuasaan kolonial. Kritik sebuah lembaga keyakinan, bagiku, bisa diliat dr ajaran2nya.

Nah, karena ajaran2 suatu lembaga punya kaitan dengan masalah transenden, maka posisi “beda” lebih layak dikenakan daripada “sesat”. Bukankah tiap orang punya perjalanan dan pengalaman spiritual yg berbeda2? Bila demikian, semua sistem keyakinan yang berlabel aja berhak hidup, apalagi yg indie label alias tanpa nama?

4. NABI BAJAKAN - April 23, 2008

Mengapa Ahmadiyah masih pakai label Islam?, kalau memang berani buat aja agama Ahmadiyah dengan nabi MGA ? repot amat ?

5. NABI BAJAKAN - April 23, 2008

Setahu saia Islam Pemerintah nggak ada tuh ?, Islam yang ada di Indonesia ini sama dengan Islam yang ada di Seluruh Dunia, kecuali Ahmadiyah yang sudah “menodai” keyakinan milyaran umat Islam yang hanya mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir, tidak ada lagi nabi setelah itu.

6. Robert Manurung - April 23, 2008

Terima kasih. Berkat tulisan ini aku lebih memahami Ahmadiyah. Salut buat Anda.

aku juga memposting tentang Ahmadiyah :

http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/23/negara-tidak-berhak-membubarkan-ahmadiyah/

ayomerdeka!

7. danalingga - April 23, 2008

Saya malah curiga kalo sebenarnya pemerintah sedang mencari simpati untuk pemilu mendatang.

8. Faizin - April 23, 2008

Assalamualaikum

Hallo… saya emang gak percaya 100% dengan nabi setelah rosullullah Muhammad SAW. Tapi aku juga gak setuju dengan cara-cara pemerintah dan sebagian ormas Islam yang melakukan tindak kekerasan yang jelas2 malah menodai Agama Islam sebagai problem solver atau labelnya sebagai Rahmatan lil alamin di era quantum ini.

Seharusnya kita umat muslim masa kini justru menjadikan cara2 Rosul yang sangat bijak dalam menyelesaikan setiap permasalahan sebagai akibat dari pergulatan pemikiran/budaya dengan elegan dan mencerminkan citarasa dan wajah Islami yang sejati (Sangat modern). Sebagai Agama yang terakhir dgn Alquran sebagai kitab dan sempurna dan tak lekang sampai akhir zaman maka hendaklah segala permasalahan di atas yang memang semuanya adalah “ujian” dapat di dialogkan.

Kasus ini dan berbagai kasus serupa adalah kecil dan akan terjadi dan terjadi lagi di waktu yang akan datang. Karena ini adalah sebetulnya merupakan ajang pembuktian dan upgrading semua orang yang mengaku Muslim.

Ingat, Anda adalah Muslim dan anda telah dipilih untuk menjadi khalifah di bumi ini. Bagaimana kelak anda dapat memimpin, mengatur , mengorganisasikan dan memanajemeni konflik jika selalu otot dan emosi yang dikedepankan.

Ingat!!! Musuh2 kita senantiasa/sengaja menjadikan atau memancing kebiasaan kita dalam bereaksi untuk digunakan sebagai agenda tujuan utama mereka. Anda boleh mewarisi sifat2 gagah dan ksatria Sultan Sallahuddin dalam menghadapi musuh2nya tetapi kenapa anda tak datang dan menjenguk musuhmu seperti Sultan Sallahuddin yang dengan welas asih mengobati panglima perang musuhnya demi menunjukkan identitasnya sebagai pemimpin yang muslim?

Mari saudaraku, di era ‘zaman edan’ ini sudah waktunya Islam dan segala prinsip2nya mengambil alih kemudi zaman. Dan itu bisa terwujud jika kita mampu membuat barisan/organisasi yang rapi, efektif, kuat disertai iman yang kuat yang menuntun kita pada tujuan utama kita yaitu menjadikan Islam sebagai budaya global di bumi ini.

wassalam.

9. Faizin - April 23, 2008

Thank so much to this site. I love You.

10. Kopral Geddoe - April 24, 2008

@ endik koeswoyo
Sebenarnya tidak ada yang berislam tanpa aliran, hanya saja kebanyakan tidak ambil pusing (ignoran?) dengan alirannya.🙂

Di Indonesia, misalnya, mayoritas Islamnya bercorak Sunni. Namun karena jumlahnya terlalu banyak, kebanyakan menyederhanakannya dengan ‘Islam’ saja.

11. daeng.limpo - April 24, 2008

saya baru saja mengalami peristiwa aneh, silahkan baca perjalanan rohani saya diartikel berikut ini
http://daenglimpo.wordpress.com/2008/04/24/sayalah-nabi-ahmadiyah-setelah-mirza-ghulam-ahmad/

12. kumoiku - April 24, 2008

urusilah diri sendiri dulu. hukum mutlak haknya Alloh! manusia tidak bisa menghukumi manusia! Manusia yg benar-2 hidupnya di jalan Alloh dijamin selama hidupnya tidak akan merugikan orang lain. ya ga…..

13. norie - April 24, 2008

tulisannya penuh asumsi.
salam kenal aja deh.🙂

14. vendra22 - April 24, 2008

Itulah Islam Indonesia!!! Ketimbang merefleksi diri.. duluan menghakimi kelompok-kelompok yang berbeda cara pandang, pemahaman dan keyakinan dengannya dengan kata sakti, sesat. Padahal belum ada media dialog yang mereka bangun dengan orang-orang dari Ahmadiyah, yang dapat menjadikan mereka lebih arif mendudukkan masalah. Padahal Islam mengajarkan kita untuk tidak mempercayai, apalagi menghakimi sesuatu yang kita tidak ada pengetahuan atasnya. Pernahkah kelompok-kelompok anti Ahmadiyah itu punya keinginan untuk tahu Ahmadiyah dari Ahmadiyah sendiri? saya rasa tidak.. Aku berlindung kepada Allah semata… dan selalu mengharapkan tuntunan cahaya dan syafaat Rasulullah dan Ahlulbatnya…

15. Abubakar Bang'asyir - April 24, 2008

Emangnya bangsa Indonesia mau kembali ke zaman DI/TII lagi?Kasihan, kapan majunya baru saja ada kebebasan sudah mau nyeret rakyat ke arah radikalisme dan pemaksaan kehendak. MUI maupun FUI kapan dapat wewenang memaksakan keyakinan pada kelompok lain? Mimpi kali. Orang HTI, MMI, FPI dan FUI itu MALING TERIAK MALING. Guru besar mereka Muhammad bin Abdul Wahhab secara faktual adalah SEKUTU BESAR INGGRIS, ia bersekongkol dengan Ibnu Sa’ud dan Kolonial Inggris membunuh Syerif Makkah dan ulama-ulama Ahlussunnah. BELAJAR SEJARAH ATUH JANG! JANGAN HANYA NGITUNG REAL ARAB HASIL JUAL ‘ALIRAN SESAT’ DAN ‘TUTUP GEREJA’. Ane tahu rahasia antum, he…he….

16. Nayna - April 27, 2008

good site!!!
“Tak kenal maka tak sayang” Mungkin peribahasa ini yg dpt menggmbrkan situasi ini. Kalau tak tau tentang ahmadiyah janganlah berasumsi bahwa inilah yg sesat padahal diri sendiri jg belum tentu bener y …… gakk ???
“Hargailah perbedaan”
“Cintai perbedaan maka perbedaan itu akan mencintai anda”
“Damailah bangsa ini jika bisa memahami makna perbedaan”
“Tak selamanya perbedaan membawa bencana,di dalam perbedaan pun terdapat kesamaan yg bisa kita persatukan”

17. esensi - April 30, 2008

Aha, saya amat amat sangat sependapat dengan Anda.🙂

Salam,

18. pixy - Mei 1, 2008

Ini ada orang FPI pindah haluan coba cek di youtube http://www.youtube.com/results?search_query=ketua+fpi+surabaya+bertobat&search_type=
silahkan di komentari

19. alfa sina - Mei 4, 2008

yang bilang Muhammad bin AbdulWahhab begini begitu itu orang syiah. tak jamin deh!

20. intelefone123 - Mei 9, 2008

:: Warning from the extremists ::

Islam is against Extremism

Ibn Taymiah Source of the Wahabie (Pseudo Salafi)

Ibn Taymiah deviations against Islam and opposition to Ijma

Simple proof that Wahabies misuse the “Salafi”

Extreme Violence of Wahabies and their killing to Muslims

Wahabies share ill beliefs with Jews..

Hizbul-Ikhwan extremist beliefs led to killing Muslims

Hizbut-Tahrir deems Muslims as blasphemers for committing sins

Warning from devious Wahhabis, hizabulikhwan, hizbuttahrir

Sufisem Vs. Sufi-Claimers

Beware of Nazim al-Qurbusi

http://intelefone123.wordpress.com

21. Toriq - Mei 15, 2008

Pokok-Pokok Ajaran Ahmadiyah

Di antara pokok-pokok ajaran Ahmadiyah adalah sebagai berikut.
1. Mengimani dan meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad, laki-laki kelahiran India yang mengaku
menjadi nabi, adalah nabinya.
2. Mengimani dan meyakini bahwa “Tadzkirah” yang merupakan kumpulan sajak buatan Mirza
Ghulam Ahmad itu adalah kitab sucinya. Mereka menganggap bahwa wahyu adalah yang
diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad.
3. Mengimani dan meyakini bahwa kitab “Tadzkirah” derajatnya sama dengan Alquran.
4. Mengimani dan meyakini bahwa wahyu dan kenabian tidak terputus dengan diutusnya Nabi
Muhammad saw. Mereka beranggapan bahwa risalah kenabian terus belanjut sampai hari kiamat.
5. Mengimani dan meyakini bahwa Rabwah dan Qadian di India adalah tempat suci sebagaimana
Mekah dan Madinah.
6. Mengimani dan meyakini bahwa surga itu berada di Qadian dan Rabwah. Mereka menganggap
bahwa keduanya sebagai tempat turunnya wahyu.
7. Wanita Ahmadiyah haram menikah dengan laki-laki di luar Ahmadiyah, namun laki-laki
Ahmadiyah boleh menikah dengan wanita di luar Ahmadiyah.
8. Haram hukumnya salat bermakmum dengan orang di luar Ahmadiyah.

Ahmadiyah

Ahmadiyah adalah gerakan yang lahir pada tahun 1889 M, yang dibentuk oleh pemerintah kolonial
Inggris di India. Didirikan untuk menjauhkan kaum muslimin dari agama Islam dan dari kewajiban
jihad dengan gambaran/bentuk khusus, sehingga tidak lagi melakukan perlawanan terhadap penjajahan
dengan nama Islam. Gerakan ini dibangun oleh Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiyani. Corong gerakan
ini adalah “Majalah Al-Adyan” yang diterbitkan dengan bahasa Inggris
Dr. Muhammad Iqbal, penyair terkenal dan sedaerah dengan pendiri aliran Ahmadiyah, mengatakan,
“Qadianisme suatu organisasi yang berusaha untuk menciptakan golongan baru berdasarkan kenabian
untuk menyaingi kenabian Muhammad saw.”
Aliran Ahmadiyah didirikan oleh Mirza Ghulam pada tanggal 23 Maret 1889 M di sebuah kota yang
bernama Ludhiana di Punjab, India.
Pengikut Jemaat Ahmadiyah menyejajarkan imamnya yang mengaku sebagai nabi dengan derajat Nabi
isa a.s., musa a.s., dan Nabi dawud a.s.
Mirza Ghulam Ahmad hidup pada tahun 1839-1908M. Dia dilahirkan di desa Qadian, di wilayah
Punjab, India tahun 1839M. Dia tumbuh dari keluarga yang terkenal suka khianat kepada agama dan
negara. Begitulah dia tumbuh, mengabdi kepada penjajahan dan senantiasa mentaatinya. Ketika dia
mengangkat dirinya menjadi nabi, kaum muslimin bergabung menyibukkan diri dengannya sehingga
mengalihkan perhatian dari jihad melawan penjajahan Inggris. Oleh pengikutnya dia dikenal sebagai
orang yang suka menghasut/berbohong, banyak penyakit, dan pecandu narkotik.
Pemerintah Inggris banyak berbuat baik kepada mereka. Sehingga dia dan pengikutnya pun
memperlihatkan loyalitas kepada pemerintah Inggris.
Di antara yang melawan dakwah Mirza Ghulam Ahmad adalah Syaikh Abdul Wafa’, seorang
pemimpin Jami’ah Ahlul Hadits di India. Beliau mendebat dan mematahkan hujjah Mirza Ghulam
Ahmad, menyingkap keburukan yang disembunyikannya, kekufuran serta penyimpangan
pengakuannya.
Ketika Mirza Ghulam Ahmad masih juga belum kembali kepada petunjuk kebenaran, Syaikh Abul
Wafa’ mengajaknya ber-mubahalah (berdoa bersama), agar Allah mematikan siapa yang berdusta di
antara mereka, dan yang benar tetap hidup. Tidak lama setelah bermubahalah, Mirza Ghulam Ahmad
menemui ajalnya jam 10.30 tanggal 26 Mei 1908 M akibat teserang penyakit kolera
Pada awalnya Mirza Ghulam Ahmad berdakwah sebagaimana para da’i Islam yang lain, sehingga
berkumpul di sekelilingnya orang-orang yang mendukungnya. Selanjutnya dia mengklaim bahwa
dirinya adalah seorang mujaddid (pembaharu). Pada tahap berikutnya dia mengklaim dirinya sebagai
Mahdi Al-Muntazhar dan Masih Al-Maud. Lalu setelah itu mengaku sebagai nabi dan menyatakan
bahwa kenabiannya lebih tinggi dan agung dari kenabian Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa
sallam.

Jemaat Ahmadiyah masuk ke Indonesia pada tahun 1935 M, dan saat ini telah tersebar ke berbagai
daerah di wilayah Republik Indonesia, bahkan telah mempunyai sekitar 300 cabang, terutama di
Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, Sumatra Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB, dll.
Saat ini Jamaah Ahmadiyah berpusat di Parung, Bogor, Jawa Barat, dengan gedung yang megah dan
dilengkapi dengan peralatan yang canggih, serta perumahan seluas sekitar 15 hektar yang terletak di
pinggir jalan raya Jakarta Bogor lewat Parung.

Sumber Hukum Aliran Ahmadiyah

Aliran ini mengakui dirinya bersumber dari:

1. Alquranul Karim.
2. At-Tazkhirah, yaitu sebuah buku yang memuat sajak-sajak buatan Mirza Ghulam Ahmad yang
diyakini oleh para pengikutnya sebagai Alquran atau kitab suci yang diterima Mirza Ghulam
Ahmad dari Allah SWT. Karena, Mirza ghulam Ahmad mengaku menerima wahyu dari Allah
SWT.
3. Hadis Nabi Muhammad saw.
4. Hadis buatan Mirza Ghulam Ahmad. Kitab hadis ini berisi petunjuk-petunjuk, hukum-hukum,
perintah-perintah, dan larangan-larangan, halal, haram, dll. yang semuanya adalah perkatan Mirza
Ghulam Ahmad, namun mereka meyakininya sebagai hadis.
5. Petunjuk Huzur, yaitu petunjuk Khalifah Ahmadiyah .

Jumlah Kibat Suci menurut Ahmadiyah

Jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa kitab suci yang Allah turunkan ke
dunia kepada para nabi dan rasul-Nya ada lima :
1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa.
2. Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Dawud.
3. Kitab Injil, diturunkan kepada nabi Isa.
4. Kitab Alquran, diturunkan kepada nabi Muhammad saw.
5. Kitab At-Tazkirah, diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad.

Anggapan Ahmadiyah ini tentunya menyalahi akidah Islam, yang Allah hanya menurunkan empat buah
kitab suci selain suhuf kepada para nabi dan rasul-Nya, yaitu sebagai berikut :

1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa a.s.
2. Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Dawud a.s.
3. Kitab Injil, diturunkan kepada nabi Isa a.s.
4. Kitab Alquran, diturunkan kepada nabi Muhammad saw.

Dan, perlu diketahui bahwa kitab At-Tadzkirah yang diyakini oleh Jemaat Ahmadiyah sebagai kitab
suci itu hanyalah kumpulan sajak-sajak buatan Mirza Ghulam Ahmad yang mencampuradukan dengan
ayat-ayat suci Alquran.

Mirza Ghulam Ahmad telah membajak sejumlah ayat-ayat Alquran yang kemudian disesuaikan dengan
alirannya dan dimasukkan dalam sajak-sajaknya, namun lucunya kumpulan sajak itu dikatakan kitab
suci.

Jumlah Nabi dan Rasul menurut Ahmadiyah

Jumlah nabi dan rasul yang wajib diimani dan diyakini oleh aliran ini adalah 26 nabi. Adapun menurut
ajaran Islam yang benar, jumlah nabi dan rasul yang wajib diimani adalah sebanyak 25, sebab setelah
Nabi Muhammad saw. sudah tidak ada lagi nabi sesudahnya. Beliau adalah penutup para nabi dan
rasul. Akan tetapi, aliran Ahmadiyah ini meyakini ada satu lagi rasul yang wajib diimani, yaitu Mirza
Ghulam Ahmad.

Nama-Nama Bulan menurut Ahmadiyah

Jemaat Ahmadiyah membuat nama-nama bulan sendiri yang berbeda dengan nama-nama bulan yang
telah ditetapkan oleh Islam. Nama-nama bulan versi Ahmadiyah adalah sebagai berikut :
1. Suluh
2. Tabligh
3. Aman
4. Shahadah
5. Hijrah
6. Ihsan
7. Wafa’
8. Dhuhur
9. Tabuk
10. Ikha’
11. Nubuwwah
12. Fattah

Adapun nama-nama bulan yang ditetapkan oleh Islam adalah sebagai berikut.

1. Muharram (Muharam)
2. Shafar (Sapar)
3. Rabi’ul Awwal (Rabiulawal)
4. Rabi’ul Akhir (Rabiulakhir)
5. Jumadil Awwal (Jumadilawal)
6. Jumadil Akhir (Jumadilakhir)
7. Rajab (Rajab)
8. Sya’ban (Syaban)
9. Ramadhan (Ramadan)
10. Syawwal (Syawal)
11. Dzulqaidah (Zulkaidah)
12. Dzulhijjah (Zulhijah)

Tanah Suci menurut Ahmadiyah

Jemaat Ahmadiyah berkeyakinan bahwa tanah suci dan tempat menunaikan ibadah haji, selain di
Mekah (Kakbah), juga di Rabwah dan Qadian India. Mereka meyakini bahwa Qadian di India adalah
tempat suci selain Makkah al-mukarramah dan Madinah al-munawarrah, karena menurutnya Allah
SWT telah memilih tempat tersebut untuk menurunkan wahyu-wahyu-nya yang diturunkan kepada
Mirza Ghulam Ahmad, sebagaimana disebutkan dalam wahyu versi Mirza Ghulam Ahmad,
“Sesungguhnya telah kami turunkan kitab suci (Tadzkirah) di Qadian dan dengan kebenaran kami telah
menurunkannya dan dengan kebenaran kami telah turunkan.” (Haqiqatu al-Wahyu, hlm. 8).
Mirza Ghulam Ahmad mengatakan, “Ibadah haji ke Mekah tanpa haji ke Qadian adalah haji yang
kering lagi hampa, karena haji ke Mekah sekarang tidak menjalankan misinya dan tidak menjalankan
kewajibannya.”

Kenabian menurut Ahmadiyah

Ahmadiyah meyakini bahwa kenabian masih terus berlanjut tanpa akhir dan terputus hingga hari
kiamat. Ahmadiyah sangat tidak setuju dengan firman Allah SWT yang tercantum di dalam Alquran
yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad saw. adalah penutup para nabi dan rasul.
Ahmadiyah mengartikan lafaz khatam pada surah Al-Ahzab ayat 40 sebagai “cincin”, dan bukan
“penutup. Maka, arti ayat tersebut menjadi “Namun Muhammad adalah cincin para nabi.” Ini adalah
arti yang menyimpang dari pemahaman yang benar, ditinjau dari segi apa pun.

Ahmadiyah Membajak Alquran

Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai nabi yang ke-26 dan mengaku menerima wahyu dari
Allah SWT telah memalsukan sejumlah ayat Alquran. Sedikitnya terdapat 339 ayat Alquran yang
dipalsukan olehnya. Mirza Ghulam Ahmad memalsukan ayat-ayat tersebut kemudian dimasukkan ke
dalam sajak-sajak buatannya, yang dikatakannya sebagai wahyu yang diturunkan dari Allah kepadanya,
para pengikutnya juga tertipu dan meyakininya tanpa mengecek kebenarannya. Pemalsuan yang
dilakukannya terhadap beberapa ayat Alquran tidak lain agar orang-orang mempercayainya. Dengan
susunan yang sama seperti ayat-ayat Alquran (padahal isinya telah dibelokkan), orang yang masih
bodoh dalam agama pasti mempercayainya. Ini adalah taktik pengelabuhan.

Di antara ayat-ayat Alquran yang dipalsukan oleh Mirza Ghulam Ahmad adalah
sebagai berikut.

1. Surah Al-Baqarah: 11, 13, 20, 30, 35, 61, 106, 114, 120, 125, 214.
2. Surah Ali Imran: 3, 31, 37, 55, 123, 139, 140, 179.
3. Surah An-Nisa’: 79, 82.
4. Surah Al-Maidah: 20, 56, 83.
5. Surah Al-An’am: 9, 14, 30, 34, 45, 55, 57, 91, 115, 135.
6. Surah Al-a’raf: 37, 113, 177, 178.
7. Surah Al-Anfal: 17, 30, 33, 36.
8. Surah At-Taubah: 32 dan 36.
9. Surah Yunus: 2 dan 16.
10. Surah Hud: 35.
11. Surah Yusuf: 39, 87, 91, 94, 97, 101.
12. Surah Ar-Ra’d: 11 dan 114.
13. Surah Al-Hijr: 95.
14. Surah An-Nahl: 128.
15. Surah Al-Isra’: 1, 8, 36, 81, 96, 105, 110.
16. Surah Al-Kahfi: 110.
17. Surah Maryam: 34 dan 52.
18. Surah Thaha: 1 dan 131.
19. Surah Al-Ambiya’: 3, 30, 36, 107.
20. Surah Al-Haj: 27.
21. Surah Al-Mu’minun: 27 dan 36.
22. Surah An-Nuur: 20.
23. Surah Asy-Syu’ara: 3, 222.
24. Surah An-Naml: 10.
25. Surah Al-Qashash: 6, 38.
26. Surah Al-Ankabut: 1.
27. Surah Al-Ahzab: 46.
28. Surah saba’: 10.
29. Surah Yasin: 1, 3, 4, 6, 36, 58, 59, 83.
30. Surah Az-Zumar: 36, 37.
31. Surah Fush-Shilat: 31, 53.
32. Surah Fath: 1, 2, 3, 10.
33. Surah Adz-Dzariyat: 14.
34. Surah At-Thuur: 48.
35. Surah Al-Qamar: 44.
36. Surah Ar-Rahman: 2, 26.
37. Surah Al-Waqi’ah: 13, 79.
38. Surah Shaf: 8.
39. Surah Al-Qalam: 2.
40. Surah Al-Muzammil: 15.
41. Surah Al-Muddatsir: 25.
42. Surah Al-Bayyinah: 1.
43. Surah Az-Zilzalah: 1–3.
44. Surah An-Nashr dan Al-Lahab: 1. (Haqiqatu al-Wahyu, hlm. 70–108).

Sumber: Diadaptasi dari Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya,
Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc.

TANYA JAWAB TENTANG AHMADIYAH

Jemaat Ahmadiyah jelas bukan bagian dari umat Islam Indonesia alias non-Muslim.
Jika mereka tetap ngotot minta dianggap Muslim, maka mereka harus membuang
Mirza Ghulam Ahmad dan Kitab Tadzkirahnya. Ini harga mati.
Forum Umat Islam (FUI) merupakan salah satu ormas garda depan yang berupaya
memberi pencerahan pada umat Islam Indonesia dalam hal ini. Sebab itu, guna
mengelaborasi masalah Ahmadiyah ini maka eramuslim mewawancarai Sekjen FUI
Muhammad Al-Khaththath. Berikut petikannya:

Bisa ustadz jelaskan di mana letak kesesatan Ahmadiyah?

Orang yang pertama membuat pengakuan adalah Mirza Ghulam Ahmad, ia membuat
pengakuan bahwa dirinya adalah seorang nabi. Dalam pandangan Islam jelas bahwa
Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, nah itu yang menimbulkan kekesalan di
India, daerah asal Mirza Ghulam Ahmad. Pada waktu dalam penjajahan Inggris,
Pakistan berusaha untuk memerdekakan negeri Islam di India. Sebenarnya di India itu
negara Islam karena yang berkuasa kaum muslimin, meskipun penduduk aslinya
beragama Hindu.
Inggris masuk ke India, kekuasaan diambil-alih Inggris. Kemudian dari ajaran Mirza,
yang membuat kita menduga kuat bahwa ajaran Ahmadiyah itu buatan Inggris, karena
para pengikutnya dilarang untuk berjihad melawan pemerintahan Inggris. Dari sini
kita bisa melihat, bahwa mereka adalah bagian dari kolonialis.
Keberadaan Ahmadiyah di Pakistan ditentang rakyatnya sendiri sehingga mereka
memindahkan markas besarnya ke London.

Penyimpangannya seperti apa?

Sudah tampak jelas sekali, tidak benar kalau ada yang mengatakan ini khilafiyah.
Karena urusan nabi palsu ini adalah hal yang pokok, mendasar, dan sudah ada sejak
dulu.
Dari segi ajaran Islam, mereka sudah melanggar sesuatu yang sudah ada dalam Al-
Quran Surat Al-Ahzab ayat 40 yang artinya, ‘tidaklah Muhammad itu bapak dari
salah seorang laki-laki di antara kalian, tapi dia adalah merupakan rasulullah dan
penutup para nabi’.
Ahmadiyah itu mengarang-karang bahwa khatamuun nabiyiin di situ bukan penutup
para nabi, tapi sebagai stempel kenabian atau cap kenabian, ini karangan mereka.
Padahal dalam hadis sudah jelas, hadis Imam Ahmad At-Tawuud, Imam Turmudzi,
maupun Imam Bukhori, menyebutkan ‘aku adalah penutup para nabi, dan tidak ada
nabi sesudahku’. Jelas dalam hadis Bukhori, yang mengatakan, tidak ada nabi
sesudahku, yang ada adalah para khalifah.

Pada zaman Rasul bagaimana cara mengatasi persoalan nabi palsu. supaya saat
ini umat Islam mempunyai refensi yang benar?
Orang yang mengaku dirinya sebagai nabi adalah kesesatan, dan apabila dia
menyampaikan kepada orang lain, statusnya menjadi penyesatan. Karena pada zaman
Rasulullah itu sudah ada contohnya orang yang bernama Musailamah menulis surat
kepada Rasulullah. Suratnya berbunyi, ’surat dari Musailamah rasulullah, kepada
Muhammad rasulullah’, kemudian Muhammad SAW membalas dengan ‘Surat dari
Rasulullah ditujukan kepada Musailamah sang pembohong’. Beberapa hadis lain
menyatakan, ‘kalau sekiranya Muhammad memberikan pangkat kenabian padaku
sesudahnya, maka aku akan mengikuti dia’. Artinya kalau Muhammad SAW tidak
memberikan pangkat kenabian itu kepadanya, dia tidak akan mengikuti Nabi
Muhammad berarti dia murtad.
Nabi SAW pun berkata, ‘Andaikan kau meminta pelepah kurma ini aku tidak akan
berikan’. Ya pelepah kurma saja tidak diberikan, apalagi pangkat kenabian, ‘karena
pangkat kenabian itu tidak bisa diberikan atau diwariskan, tapi itu adalah kehendak
Allah SWT’. Kemudian ada dua pengikut Musailamah dari daerah yang letaknya
sangat jauh dari Madinah menyampaikan surat kepada Rasul, lalu Rasul bertanya,
‘Apakah kalian bersaksi aku adalah Rasulullah, lalu keduanya menjawab kami
bersaksi Musailamahlah Rasulullah’ jadi mereka mengingkari kerasulan Nabi
Muhammad SAW.
Oleh karena itu, baik Musailamah dan pengikutnya yang berjumlah 41 ribu dari
kalangan suku bani Hanifah, mereka murtad, padahal sebelumnya mereka muslim.
Karena mereka murtad, maka Rasulullah mengatakan lagi kepada utusan itu ‘kalau
seandainya aku adalah kepala negera yang membunuh utusan, pasti kalian berdua
akan aku bunuh’, tapi ada kesepakatan saat itu yang mengatakan utusan tidak boleh
dibunuh.
Hadist ini dipahami oleh para sahabat bahwa hukuman untuk para pengikut
Musailamah dan termasuk dua utusan (seandainya tidak pada posisi sebagai utusan)
adalah mereka dihukum mati. Pada masa khalifah Abu Bakar, ketika kelompok
Musailamah Al-Khalzab bersatu dengan kelompok murtadin, lalu kelompok murtadin
ini bahu membahu untuk membangkang pemerintahan Abu Bakar As-Shiddiq,
kemudian Abu Bakar mengangkat panglima untuk menyampaikan ultimatum dari
khalifah kepada mereka, agar segera kembali kepada Islam.
Kemudian ayat yg berbunyi “Tidaklah Muhammad itu melainkan hanya sekedar
seorang rasul, telah berlalu rasul-rasul sebelum beliau, kalau sekiranya Muhammad
itu wafat, maka apakah kalian berpaling ke belakang (murtad).” Ayat ini yang dipakai
khalifah Abu Bakar untuk mengembalikan kaum murtadin ke pangkuan Islam dan
menjalankan syariat Islam yang diyakini sebelumnya, apabila mereka menolak
bertobat tidak mau kembali kepada Islam maka hukumannya adalah hukuman mati,
tanpa pandang bulu. Tapi bagi mereka yg mau bertobat akan diterima kembali sebagai
pemeluk Islam.

Apakah pemerintah harus melakukan seperti contoh para sahabat zaman
Rasulullah?

Meskinya pemerintah muslim menangani dengan cara-cara seperti itu, contoh di atas
memberikan gambaran bahwa nabi palsu bukan baru kemarin, bukan baru Mirza
Ghulam Ahmad, di zaman Nabi Muhammad SAW sudah ada, di zaman
khulafaurasyiddin sudah ada.
Jangan dibiarkan ada, sebab kalau dibiarkan ada, mereka sangat membahayakan bagi
umat Islam, karena mereka melakukan pemurtadan. Jadi contoh di atas, merupakan
landasan syari’i yang harus diambil terhadap orang Ahmadiyah. Itu sudah jelas, itu
sudah nyata jangan diplintir-plintir ke sana kemari.
Kalau penyelesaian melalui jalan pengadilan seperti yang disarankan oleh
Mahkamah Konstitusi?
Kalau mau pengadilan, ya pengadilan yang merujuk pada syariat, tapi yang mau
diadili apanya. Kalau yang mau diadili sesat atau tidak sesat, mereka jelas sudah sesat,
menurut syariat Islam, orang yang sesat harus diminta bertobat, mereka sudah murtad.
Mereka diajak kembali kepada Islam, gampangnya itu saja. Kalau diadili, tapi tetap
saja dalam kemurtadannya buat apa diadili, Apanya yang diadili.
Jadi mereka diajak kembali masuk kepada Islam, kalau diajak tidak mau, ya menurut
syariat Islam hukumnya dihukum mati. Kalau mau diadili harus ada Mahkamah
Syariah seperti ini, baru bisa. Kalau pengadilannya tidak bisa menilai benar dan tidak
sesuai syariah Islam ya susah. Janganlah merusak ajaran Islam dengan ketidakjelasan.
Kita sudah pengalaman dalam kasus Playboy, dibawa ke pengadilan tapi
keputusannya tidak jelas. Pengadilan mengatakan tuntutan tidak bisa diterima karena
KUHP tidak berlaku, harus mengikuti UU Pers, ya bagaimana kalau terulang seperti
itu tidak akan ada penyelesaiannya.

22. Toriq - Mei 15, 2008

ada yang tau gak dimana saya bisa beli kitab Tadzkirah ? atau dimana saya bisa donlot filenya ? kayaknya kitab ini misterius betul..

23. idem - Mei 15, 2008

ada yang tau gak dimana saya bisa beli kitab Tadzkirah ? atau dimana saya bisa donlot filenya ? kayaknya kitab ini misterius betul..

24. putra - Mei 26, 2008

Tadzkirah rasanya susah didapet.
jangan yang bukan pengikut AHmnadiyah, yang katanya pengikut Ahmadiyahpun rasanya mayoritas belum tau tuh bentuknya kitab Tadzkirah. Tapi koq katanya tadzkirah dijadikan buku pegangan Ahmadiyah .. Malah yg sering megang si Uztad Amin Jamaludin dan Habib Assegaf .. gimana nih ??

25. aden - Mei 26, 2008

untuk NABI BAJAKAN, mungkin anda perlu juga membaca ini:
http://denagis.wordpress.com/2008/05/25/ahmadiyah-dan-inggris/
untuk Anditoaja, salam kenal😀

26. ibad - Mei 26, 2008

Komentar Sdr Toriq.

Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan ….
Yang saya tahu apa yang anda tulis tidak sesuai dengan ajaran Ahmadiyah sebenarnya…..

27. jhose - Mei 26, 2008

ahmadiah gak salah,seharus nya kalian semua ngaca dong,apakah mereka ada menyusahkan masyarakat,jng sok menghakimi karna penghakiman hanya milik tuhan,aq seorang nasrani dan menurut ajaran q mengatakan jng menghakimi saudara mu.apa hak kalian,itu merupakan keyakinan mereka jemaah ahmadiah,negara indonesia terlalu berlebihan……………lucu deh……..apakah jaksa agung ada memberikan mereka uang,jaksa agung hanya memikirkan popularitas nya itu sebenar nya sangat melanggar hukum,jaksa agung harus tau hukum dong jng sembrono.aq jijik deh lihat tinggkah laku jemaah islam

28. jhose - Mei 26, 2008

hei manusia2 munafik apa yg di ajarkan agama mu ?????? menyakiti saudara mu sendiri…….kalian tdk memiliki cinta kasih dan sayang,kalian harus nya malu dong coba lihat diri sendiri apa yg tlah klian lakukan utk orng lain,ahmadiyah bukan penjahat,mereka hanya memiliki sebuah kepercayaan dan apakah kalian yakin bahwa keyakinan kalian semua benar,jng mengatas namakan Allah karna Allah itu adalh penyayang.jng menghakimi orang lain kalau penghakiman itu milik Allah,jng menjadikan diri kalian seperti nabi atau rasul karna apa yg jemaah islam lakukan kpd ahmadiyah semua nya sangat tdk sejalan dng ajaran agama kalian,belajarlah utk menghargai orng lain maka kalian akan di hargai…makasih “damai sejahtera bagi kita semua”

29. Dildaar Ahmad - Mei 27, 2008

Assalamu ‘alaikum
Saya setuju dengan Mas Andito.
Saya termasuk seorang Muslim. Saya anggota Jemaat Ahmadiyah.
Menurut AlQuran, kemusliman seseorang itu hanya Allah yang mengetahui sebenarnya. Boleh semua orang mengaku muslim. Tentu dengan membuktikannya melalui amalan. Insya Allah, dengan seleksi alam yang hanya mengaku muslim pasti tidak akan tahan.Assalamu’alaikum,

Mas Awang,

Persoalan Ahmadiyah bukanlah soal ‘keadaan akan lebih mudah’ atau
‘kondusif’ atau ‘kemaslahatan umat’ dihubungkan dengan status Mirza
Ghulam Ahmad sebagai nabi/rasul.

Persoalannya adalah masalah keimanan/keyakinan, dan soal ini tidak
bisa diganggu-gugat, dan seumur sejarah kisah para nabi/rasul, soal
inilah yang membuat kaum/orang lain yg tidak sepaham jadi beringas dan
membuat keadaan yang tidak kondusif kepada nabi/rasul dan pengikutnya.

Saya sebagai orang Muslim Ahmadi menerima Mirza Ghulam Ahmad sebagai
nabi/rasul Allah bukan karena orang Muslim Ahmadi lainnya menganggap
atau melabelinya atau membuat pencitraan dirinya sebagai nabi/rasul.
Saya menerima dan mengimaninya karena Mirza Ghulam Ahmad sendiri
menyatakan bahwa dirinya adalah nabi/rasul.

Jadi, saya rasa tidaklah tepat ketika mengatakan Mirza Ghulam Ahmad
tidak pernah menyatakan dirinya nabi/rasul. Dalam bukunya berjudul Ek
Ghalati Ka Izala (A misconception removed) ia menjelaskan dengan
gamblang bahwa dirinya adalah nabi/rasul, yaitu sebagai nabi
ummati/nabi zilli dan nabi pengikut Syari’at Islam. Lihat:
http://www.alislam.org/library/books/A-Misconception-Removed.pdf

Lebih jauh soal buku Tadzkirah yang dipandang sebagai “kitab suci”
karena mengumpulkan wahyu yang diterima Mirza Ghulam Ahmad, dipandang
sebagai arogansi. Pandangan ini jelas timbul karena ketidakmengertian
soal konsep wahyu dalam Islam.

Kalangan mainstream banyak yang percaya dan berpegang pada konsep
bahwa wahyu dari Allah telah berhenti dan tidak lagi diturunkan kepada
siapapun setelah meninggalnya Nabi Muhammad s.a.w. Ini sebenarnya
tidak tepat, sebab:

(i) Allah adalah Tuhan yang tidak pernah mati, Allah tidak bisu dan
Allah Maha berkata-kata (Mutakallim)

(ii) Hak menurunkan wahyu HANYA ada pada Allah, bukan pada manusia,
sehingga Allah berhak menurunkan wahyu kepada hamba yang
dikehendaki-Nya dan manusia tidak bisa mengatur kapan, kepada siapa
dan bagimana turunnya wahyu.

(iii) Bahwa ada banyak para wali yang menerima wahyu dari Allah,
seperti Syekh Muhyiddin ibn Arabi, Syekh Abdul Qadir al-Jaelani, dll.

Jadi, sebenarnya wahyu dari Allah tidak pernah berhenti, dan bisa
tetap turun kepada hamba pilihan-Nya.

Nah, Mirza Ghulam Ahmad inilah yang kemudian dipercaya mendapat
anugerah mendapatkan wahyu dari Allah. Namun, pertanyaan selanjutnya
adalah, apakah kemudian wahyu-wahyu yg diterimanya dan kemudian
dikumpulkan oleh para ulama Ahmadi belasan tahun kemudian setelah
wafatnya dianggap dan pantas disebut sebagai “kitab suci”?

Jawabannya TIDAK, sebab dalam tradisi dunia Islam, sejak dulu sampai
sekarang, kumpulan wahyu tidaklah harus menjadi sebuah kitab suci.
Contohnya adalah Hadits Qudsi (Hadits Suci), yaitu kumpulan wahyu dan
pengalaman ruhani Nabi Muhammad s.a.w. yang tidak dimasukkan sebagai
bagian al-Qur’an, tidak pernah dinamakan/disebut sebagai kitab suci.

Jadi, pandangan buku Tazkirah sebagai kitab sucinya Jemaat Ahmadiyah
jelas salah alamat. Kitab sucinya Jemaat Ahmadiyah adalah al-Qur’an.

Salam,
MAS

30. Machoman 81 - Mei 27, 2008

Yang Menjadi Masalah bagi Ahmadiyah adalah…
Ahmadiyah mengaku islam, tetapi secara akidah bukan Islam alias membajak islam….

Permasalahan Ahmadiyah yang dinyatakan sesat itu bukan di Indonesia saja..
OKI sudah menetapkan bahwa ajaran Ahmadiyah adalah sesat, dikarenakan didalam Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad dinyatakan sebagai Nabi setelah Nabi Muhammad…

Itu adalah jelas sesat, karena didalam Islam Sudah sangat jelas Nabi terakhir adalah nabi Muhammad SAW….

Atas dasar itulah, Ahmadiyah dianggap melakukan pensesatan…

Ahmadiyah sendiri sudah diberi peringatan, untuk kembali lagi kepada ajaran yang benar, dan jika menolak, harus membuat agama sendiri (tidak mempertahankan label Islam)

So justru Ahmadiyalah biang kerok dari kerusuhan yang ada…
begitu juga dengan pemerintah, yang tidak cepat tanggap didalam merespons permasalahn tersebut…

Memang perbuatan dengan cara kekerasan itu terlalu berlebihan dan patut disesalkan.
Seandainya Pemerintah lebih responsif, pasti kekerasan2 yang tidak perlu itu tidak terjadi.

Tuk Penulis
Islam versi Pemerintah yang bisa hidup maksudnya apa??
Kalo anda termasuk versi mana?
versi JIL?
versi Ahmadiyah?
Versi Zionis?

atau tanpa label (maksudnya memang udah gak jelas Islam atau bukannya)

31. amy - Mei 28, 2008

mengenai komentar sdr Toriq tgl 15/05/08 yang luar biasa puanjang, saya yakin pasti anda hanya pintar mencontek tulisan org (yang anti ahmadiyah), mestinya sebelum anda menulis hal tersebut diawal paragrafnya, anda tulis KONON KATANYA … bla.. bla.. karena informasi tersebut sudah pasti tidak anda re-check kebenarannya dengan sumber utamanya dlm hal ini Jemaat Ahmadiyah. Saya senang jika mendengar Aminudin atau Ma’ruf Amin, Ketua MUI, pd saat menebarkan ‘klaim’ ke publik mengenai Ahmadiyah, sering diawali dengan kata;kata KONON KATANYA… buat saya ini bermakna, karena secara tidak langsung mengakui bahwa informasi yang di dapat berdasarkan sumber yang bukan dari pemilik topik yg sdg dibahas yaitu Ahmadiyah.
Karena tanpa kata2 KONON KATANYA itu, tulisan anda mejadi bentuk klaim atas keyakinan Ahmadiyah, yang nyatanya tidak demikian, yang nyatanya yg Toriq tulis byk salahnya, Orang2 seperti Toriq-lah yang memberikan pengaruh atas perpecahan umat muslim saat ini.. karena menyuguhi ke masyarakat informasi yang tidak benar (dan bisa mengarah ke fitnah…)
Saya sempat terheran-heran, kok orang lain yang di luar sana amat yakin sekali, kalau kitab suci Ahmadiyah adlh Tadzkirah, saya adalah ahmadi keturunan, dari kecil saya diajari mengaji Al-Quran, dan setiap saat oleh orang tua diharuskan membaca Al-Quran, saya baru familiar dengan nama Tadzkirah setelah dewasa, pada saat orang2 di luar sana ramai2 menyebarkan informasi bhw kita suci yang kami yakini bukan Al-Quran, melainkan Tadzkirah itu. Kalaulah memang benar kitab suci Ahmadiyah itu Tadzkirah, seharusnya saya sudah mengenalnya juga dari kecil, sehingga bukan Al-Quran yang orang tua saya berikan waktu itu. Hal ini jika sdr Toriq mau mencari informasi yang benar, dan menanyakan kpd bbrp anggota jemaat lain, saya yakin, mereka juga mengalami hal yang sama dengan saya. Fenomena ini menunjukan bahwa Tadzkirah bukanlah kitab suci Ahmadiyah. Hikmah dari isu ini menjadikan saya lebih mengenal Ahmadiyah, termasuk apa itu Tadzkirah, walaupun sampai sekarang saya belum permah melihat atau memegangnya. Selain orang tua, yang saya tanyakan adalah Mubaligh Ahmadiyah yang insyaAllah ilmunya lebih ‘dalam’ mengenai Ahmadiyah. Informasi yg saya dptkan ini, skrg saya share dengan Thoriq, bahwa Tadzkirah adalah merupakan himpunan dari buku2, selebaran-selebaran, buletin, catatan harian, surat kabar, dan tulisan2 lain dari pendiri Ahmadiyah, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Buku Tadzkirah ini tidak ditulis ataupun dihimpun oleh ybs Mirza Ghulam Ahmad. Penyusunan Tadzkirah diprakarsai oleh Khalifah II Bashiruddin Mahmud Ahmad sekitar thn 1935 (Mirza Ghulam Ahmad wafat thn 1908). Jadi Tadzkirah ini baru ada SETELAH 27 TAHUN Mirza Ghulam Ahmad wafat.
Terkait dengan mengulang ayat2 Al’Quran, hal tersebut hanya dimaksudkan sebagai penekanan pada beberapa segi konotasi ayat-ayat tertentu dan penerapannya pada konteks tertentu. Jika tuduhannya adalah membajak Al-Quran, maka hal itu tidak berdasar sama sekali, sebab dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering menemukan ‘pembajakan’ (istilah yg Toriq pakai) dalam kehidupan sehari-hari, dalam ceramah-ceramah, dan buku2 agama.
Jika dalam komentar yang Thoriq tulis diatas, bahwa ‘pembajakan’ ini sbg alat utk mengelabui, sekilas lalu seperti yang benar, maka hanya orang yang BODOH (dlm agama) pasti mempercayainya, hmmm.. kalo saya yang dibilang bodoh sih gak apa2 deh, tp sorry yaa … saya yakin Toriq tidak lebih pintar dari pemenang Nobel Fisika (satu2nya dari kalangan Muslim) yaitu seorang ahmadi yang mukhlis, DR ABDUSSALAM.🙂
Satu hal yang ingin saya komentari lagi Mengenai dalil yg Toriq tulis ttg “Tidak ada lg sesudah Nabi Muhammad”, berdasarkan hadis yang berbunyi : “Aku ini terakhir diantara nabi-nabi dan tidak ada nabi sesudahku”
Ulama2 hanya melihat kata2 Akhirul Anbiya AKAN TETAPI di dalam hadis Muslim, yang berkaitan dengan hadis itu ada kata2 (yang sering kali dipenggal/dihilangkan) berbunyi : Wa masjidi, Akhirul masjid, yang artinya mesjidku akhir segala mesjid. (shahih Muslim jilid I, bab Fadhilatus Shalat bainal Masjidain Makkah wal Madinah), maka apabila disebabkan oleh akhirul anbiya tidak seorang pun dapat menjadi nabi, jika diartikan demikian akhirul masjid, mengapa mesjid2 lainnya terus-menerus didirikan?
Maka para ulama menjawab bahwa mesjid2 mesjid ini merupakan bayangan mesjid kepunyaan Rasullulah, oleh karenanya mesjid ini tdk terpisahkan daripadanya. Itu merupakan JAWABAN TEPAT!! maka demikian juga dengan inni akhirul anbiya , berarti juga merupakan nabi bayangan Rasulullah, tidk membawa syariat baru, diutus hanya untuk menyebarkan ajaran beliau saw serta segala sesuatu yang mereka dapati adalah karena keberkatan beliau saw dan tidak sekali2 tidak mengurangi kedudukan beliau sbg Akhirul Anbiya, spt halnya dengan mendirikan mesjid2, tidak mengurangi kedudukan mesjid beliau sebagai akhirul masajid.
Ini saya kutip satu dr bbrp pendapat dari tokoh Islam yang berpengaruh di masanya, dan saya yakin mereka tidak “bodoh”, mengenai hadis tersebut di atas :
– Imam Jalaluddin Abdur Rahman As Suyuthi (1445-1505), seorang Ahli Ilmu Al’Quran dan Ilmu Hadis terkemuka di Mesir. Buku fiqihnya Al Asybah Wan Nazaair menjadi pegangan di dunia, tmsk Indonesia. Beliau menyanggah keras pendapat yang menyatakan tidak ada lagi wahyu sesudah Nabi Muhammad SAW. Kalau ada sanggahan dengan berdalil Hadis ” Tidak ada Nabi sesudahku”, kami jawab, dalil ini tidak tepat, karena yang dimaksud ‘tidak ada nabi sesudahku’ (adalah) yang membawa syariat pengganti syariatku”.

Seorang manusia bijaksana, biasanya selalu merenungkan setiap masalah sedalam2nya sampai ke dasar arti setiap kata, mungkin krn kekhawatiran atas kekeliruan arti tersebut Siti Aisyah r.a bersabda : “Wahai manusia, katakanlah sesunguhnya beliau saw adalah Khatamul Anbiya, ttp JANGAN SEKALI-KALI kamu mengatakan tidak ada nabi sesudah beliau” (takmala Majmul nahar, hlm 15). Ketika Siti Aisyah r.a berucap demikian bahwa para sahabat hanya terdiam, hal ini menunjukan bhw para sahabat semuanya pun berpendirian sama mengenai masalah itu.

Terlepas dari semua klaim yang tidak dpt dipertanggung jawabkan dari tulisan Toriq mengenai banyak hal, namun ada satu hal penting disini, bahwa saya merasa bersyukur ada dlm jemaat ini, karena saya memiliki Imam atau pemimpin yang mengarahkan perjalanan rohani kami untuk mencapai kebenaran yang hakiki. Imam yang berada dalam Khilafat Islam yang telah berdiri SATU ABAD lamanya, yang sudah pasti berdiri dengan penuh pertolongan dan perlindungan ALLAH SWT ditengah arus deras mullah-mullah para penentang. Sementara ulama2 se-dunia menyadari pentingnya mendirikan khilafat (satu pemimpin dunia islam), mereka sedang berusaha terus utk itu, dengan kemajemukanya mrk harus bisa menyatukan islam dlm satu imam. Mnrt saya pribadi ada faktor psikis juga yang menyebabkan mereka “iri” atas berdirinya khilafat ahmadiyah ini.. maka mereka akan juga berusaha utk meruntuhkan khilafat ini, karena dunia ini harus dipimpin oleh satu imam saja kan?
SATU ABAD KHILAFAT AHMADIYAH … ZINDABAD!!

32. kentank - Juni 26, 2008

assalamu alaikum…

membaca komen dari #31 dan diatas yang merupakan Jemaah Isalam Ahmadi saya

langsung merenung..
Kita tidak bisa memilih untuk lahir dimana sebagai apa dan anakasiapa??
kebanyakan dari kita punb ikut keyakinan dari orangtua kita..
sdr. Amy mungkin lebih pandai dan rajin mengaji daripada saya.
Keyakinan anda sangat bulat karena anda sudah sejak lahir seperti itu.

Saya bukan orang ahmadi. Saya hanya orang islam biasa yang baca Al. Qur’an pun tidak bagus. saya setelah dewasa mulai banyak bertanya dan pengen mendalami agama saya Islam.
Ternyata dalam islam pun banyak sekali perbedaan perbedaan antar ulama sehingga saya semakin hari semakin merasa tidak tahu.
Contohnya adalah apasih bedanya NU dng Muhhammdiyah.Trus apa bedanya Ahlul Sunnah Wal Jamaah dengan Syiah.JUga adanya orang Sufi dengan Tasawuf.

Pertanyaan dalam diri saya (mungkin juga dalam diri anda) adalah kenapa kok Ahmadiyah dianggap sudah sesat dari Islam? KEnapa kok Syi’ah tidak dianggap bukan Islam? Kenapa umat islam menghukum mati tokoh Sufi Al Hallaj. Kenapa Kok Wali songo juga menghukum mati Syekh SIti Jenar?

Mungkin saya tidak berkesampatan untuk mendalami bidang agama. Tapi saya setiap hari berdoa agar diberikan jalan yang benar dan lurus. Agar saya diberikan Hidayah karena Pemberian Hidayah hanya Milik Allah semata.

Saya juga membaca-baca masalah fikih dari 5 Mazhab. Tahukah anda bahwa selain ada 4 Mahzab yang biasanya dianut masih ada mazhab Syiah.
Kebanyakan perbedaan masalah dalam Mazhab tersebut adalah bukan pada masalah Akidah dan Syariah. Jadi hanya masalah kecil saja sehingga kita semua adalah masih dalam koridor agama islam dan tidak keluar dari agama.

Tahukah anda bahwa Ulama sekelas Imam Ghozali pun ternyata banyak dikritik oleh Ibnu Taimiyah karena dasar Hadist yang dipakai kebanyakan lemah bukan hadish Shahih atau Hasan. Tahukan anda bahwa hadist terkenal yang intinya ” Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negaeri China” itu adalah hadist Dhaif menurut imam Al Albany. Tahukah Anda bahwa ustad Aa Gym dan Arifin Ilham pun ternyata beberapa ceramahnya banyah yang diberi penjelasan bahwa dasar dari Hadis yang mereka pakai lemah.

Jadi menurut saya anda harus mencari tahu sendiri kenapa Ahmadiyah dipandang keluar dari agama, Mozadeq pun dicap sesat, tetapi orang Syiah tidak, Orang FPI tidak, orang JIL tidak.

Terus terangpun saya juga banyak membaca buku buku selain paham saya (Mazhab Syafi’i) juga baca buku masalah KRisten, Katolik, Syiah , Tasawuf dll. Mungkin suatu saat saya ketemu buku ahmadiyah saya akan coba baca juga bukunya. Yang penting menurut saya kalo anda memang percaya Al-Qur’an dan Sunnah Rasul maka saya mencoba mencari kebenaran dengan mengembalikan / mendasarkan kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasul.

Dan satu lagi… ANDA SANGAT BENAR ketika seseorang serius berdiskusi dengan dasar KONON KATANYA maka orang tersebut boleh tidak diikuti perkataannya. Dasar ilmu Hadist sangat bagus karena argumen atau kata kata harus mempunyai dasar yang jelas sehingga ke pokoknya yaitu Rasullulah. Makanya Hadis dapat dibedakan berdasarkan Kualitasnya sehingga kita bisa menerima atau tidak.

Jadi menurut saya lagi.. bahwasanya anda lebih baik untuk tidak hanya belajar dari paham anda. Anda harus belajar / baca juga paham paham lain sehingga anda tidak seperti orang yang membabi buta tanpa tahu kenapa orang lain tidak sependapat dengan anda. Hanya anda tidak boleh bersifat eksklusif dalam hati dalam arti menggangap sutau masalah pasti benar tanpa dasar.

Tahukah anda bahwa banyak terjadi keributan antara NU dan Muhammadiyah ditingkat bawah, terjadi karena mereka tidak tahu dasar-2 apa yang mereka perdebatkan.

Karena ditingkat atas atau para ulama mereka tidak akan ribut karena mereka tahu bahwa sepanjang tidak masuk wilayah syariat dan akidah itu bukan suatu maslah prinsip dalam Islam.
Kenapa banyak orang tidak pernah menyalahkan GUs DUr? apakah karena takut atau sungkan karena dia orang pintar? Bukan itu masalahnya. Karena yang yg diomongkan Gus DUR tidak menyalahi masalah prinsip dalam ISlam.
Makanya kalo Gus DUr dituduh sesat banyak orang tidak terima dan akan memperjuangkan mati-matian.

Seperti ini, ada yang berpendapat bahawa “Merokok itu adalah Haram”. dasarnya adalah Nabi tidak merokok serta merokok perbuatan yang merugikan. Menurut Kyai Mustofa Bisri, pada waktu ada yg mengecam beliau, beliau pun menjawab, Nabi tidak pernah pake email/internet. berarti itu Haram juga. You See the point.

Demikian semoga anda bisa keluar dari tempurung anda, dan Allah SWT memberikan Hidayah kepada anda dan kita semua. amin. Wass. Wr.wb.

Ps. Ngomong-2 apakah anda (Kaum Ahmadi) pernah mengaji atau ikut tarawih di Masjid non Ahmadiyah ??

33. reza - Juli 28, 2008

bang, MUI Jabar nawarin bedah buku ahmadiyah. ada masukan gak?

34. inshallahshaheed - Agustus 28, 2008

eh tau gak …..
otak 2 lu pade dah keracunan2
tapi lu pada kagak ngerasa apa apa
logika kok jadi patokan

malah gak nurut sama Yang bikin logika.
inget lw cuma ciptaan..

yah emang hidayah itu mahal….

Alhamdulillah robbil ‘alamin
hamba bersyukur atas hidayah Mu

35. Nabi lama - September 18, 2008

Silakan renungkan wahyu2 MGA di bawah ini:

“Visi dan misiku tidak lain adalah seperti Al Quran dan kedua tanganku ini akan melahirkan karya seperti Al Quran” (hal. 668)

“Engkau (Mirza) di sisiKu berkedudukan sebagai anakKU, lagi engkau di sisiKU mendapatkan kedudukan yang tidak dapat diketahui oleh mahluk lain” (hal.236)

“Kalau bukan karena engkau (Mirza), niscaya Aku tidak akan ciptakan alam semesta” (hal.649)

“Yasin, sesungguhnya engkau (Mirza) adalah tergolong rasul-rasul” (hal,659)

“Engkau (Mirza) adalah imam yang diberkati, maka laknat Allah akan dijatuhkan kepada orang yang kufur (pada engkau/Mirza)” (hal. 749)

Wassalam,

36. indra - Januari 18, 2009

Yang jelas, penulis blog ini memang sudah betul2 murtad. Moga dia selalu diberi petunjuk Allah SWT. Kenapa memangnya kalau azas pancasila diganti dengan azas Islam?? Apakah dulu memang ada pancasila. Terus apakah dulu para Nabi dan Sahabat mencedrai orang2 yang tidak seakidah dengannya. Gak ada masalah kalau Ahmadiyah tidak mendeklarisikan dirinya sebagai Islam, tapi jelas2 mereka menodai agama islam. Kalau mirza hidup di zaman Nabi Muhammad, maka nabipun akan memenggal kepalanya.

37. deden - April 21, 2009

posting yang menarik.
salam kenal😀

38. ihsan - Juni 26, 2009

jelas lah sudah dimana aliran yang ingin merusak islam dan yang tdak. pakailah logika ahmadiyah jelas2 ingin merusak islam dengan syriatnya. bukankah rosulpun bilang hanya ada 1 aliran saja yang masuk surga yaitu aliran yang mengikuti alqur’an dan sunnah rasul. NU jelas mengikuti alqur.an dan sunnah nabi, muhammadiyah pun juga, dan aliran2 yg masih mengikuti alqo’an dan sunnah nabi diseluruh dunia pasti di rahmati allah. tapi ahmadiyah? jelas2 merka tiak mengikuti alqur’an dan sunnah nabi. apalagi yang diragukan, jelas2 ahmadiyah merusak akhlak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: