jump to navigation

Poligami April 4, 2008

Posted by anditoaja in Sosial.
trackback

Dalam film “Ayat-Ayat Cinta” dikisahkan Aisha meminta Fahri menikahi Maria setelah ia membaca diary Maria, yang ternyata sangat mencintai Fahri. Ada beberapa pertanyaan yang bisa kita ajukan:

Seandainya diary Maria hanyalah tulisan-tulisan romansa, tanpa bumbu derita cinta, apakah Aisha akan meminta Fahri meminang Maria?

Jawab: Tentu tidak. Malah Aisha akan menyikapinya dengan sinis. Atau juga ditanggapi dengan penuh kemenangan. “Kamu hanya bisa jadi tetangganya meskipun kamu sogok dia dengan segala macam barang dan perhatian. Tapi aku cukup tunjukkan diri jaim dan buka sedikit tirai kecantikanku, maka Fahri sudah kelepak-kelepak di tratoar.”

Seandainya Aisha bersikap dingin dan biasa saja membaca diary Maria, apakah Aisha bersalah?

Jawab: Ya. Alur cerita film mengkondisikan itu. Penonton akan tergiring menghukum Aisha sebagai perempuan Muslimah salehah, penekanan di kata “Muslimah salehah”, karena bersikap arogan dan mau menang sendiri. Seharusnya, kata penonton, Aisha itu bilang ke Fahri, “Tolonglah Maria. Demi hidupnya. Dia bisa memiliki tubuhmu tapi tidak hatimu…”

Seandainya Maria akhirnya meninggal karena tidak kuat menanggung derita cinta tak berbalas, siapakah yang patut disalahkan oleh penonton?

Jawab: Aisha! Fahri tidak bersalah. Sebagai idola wajarlah dia disenangi banyak perempuan. Setidaknya ada 10 alasan mengapa Fahri pantas jadi Al-Azharian Idol yang membuat banyak perempuan menggigit kuku sambil berteriak gemas, “Oh Fahri, tiidaaakk!..”

1.    Fahri itu bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa. Banyak rekaman adegan dia suka mengaji dan sembahyang.

2.      Fahri itu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Di kamarnya ada jendela. Artinya dia tahu bahwa jendela itu media untuk pertukaran udara.

3.      Fahri itu patriot yang sopan dan kesatria. Di adegan film, tidak ada adegan Fahri dikejar-kejar petugas imigresen Mesir seperti TKI di Malaysia. Hubungan dia dengan kedubes Republik Indonesia cukup baik.

4.      Fahri itu patuh dan suka bermusyawarah. Dia suka menelpon orangtuanya, tanda ia bakti dan tahu menggunakan handphone. Dia juga suka bermusyawarah dengan teman-temannya di himpunan pelajar Indonesia. Dia juga suka bermusyawarah pribadi (baca: curhat) dengan sobatnya.

5.      Fahri rela menolong dan tabah. Yang suka membuat perempuan mengingau menyebut-nyebut namanya adalah kepeduliannya. Ia membantu Naura mengambil belanjaannya yang jatuh tercecer. Ia juga menolong Aisha dan wartawan Amerika. Fahri juga tabah dipukul oleh seorang Muslim ndableg di biskota. Dan yang lebih penting, ia juga tabah menikah dengan si cantik Rianti, eh, Aisha.

6.      Fahri itu rajin, terampil, dan gembira. Tampilan Fahri super sibuk dan gembira, meskipun teruji tidak terampil menggunakan komputer (lebih jago Maria). Tapi setidaknya, ia terampil mengambil kue yang dikirimkan Maria melalui tali sumur.

7.      Fahri itu hemat, cermat, dan bersahaja. Dia sempat ribut kecil dengan Aisha karena tidak terbiasa hidup di apartemen mewah padahal ia belum mempunyai penghasilan yang memadai.

8.      Fahri itu disiplin, berani, dan setia. Ia tidak pernah telat datang di perkuliahan. Ia berani melawan Tuan Takur yang jadi papa tirinya Naura. Ia juga setia sama Aisha. Ya iyalah. Sudah dapat istri cantik kaya seksi dan baik hati tapi tidak setia? Kata Rhoma Irama, keterlaluan..

9.      Fahri itu bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Ia memegang banyak jabatan di beragam organisasi. Orangtuanya percaya bahwa ia tidak akan berbuat macam-macam selama studi di Kairo. 

10.  Fahri itu suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Saat ngobrol dengan Maria di sebuah jembatan, Fahri sempat terpukau dengan wajah indah Maria. Tapi segera menundukkan pandangan sambil mohon ampun kepada Tuhan berkali-kali. Hal yang sama terjadi saat ia bertemu Aisha, matanya mendadak kaku tidak bisa berkedip. Tapi perasaan merasa sok suci itulah yang digugat habis oleh sosok napi teman satu selnya di penjara. Dialog Fahri dan napi bisa kita bandingkan saat Jean D’Arc (Milla Jovovich) berdialog dengan malaikat (Dustin Hoffman) dalam film “Jean of Arc”. 

Mengapa Fahri bisa menjadi sosok sempurna seperti itu? Karena ia pernah aktif di Pramuka..

Oke, kembali ke kronologi poligaminya Fahri. Tanya: Saat Fahri dan Maria menikah di rumah sakit, Aisha keluar menangis di sudut lorong. Apakah itu ekspresi bahagia atau sakit hati karena harus berbagi suami?

Jawab: Dalam kajian psikologi, tangisan gembira atau haru itu cendrung diekspresikan di hadapan orang tanpa malu, tidak perlu sembunyi-sembunyi. Saat kita menyaksikan kelahiran anak atau kesuksesan orang yang kita cintai, kita spontan menangis bahagia di hadapannya. Ini bukan tanda cengeng atau cemen. Tapi Aisha menangis di sudut ruangan. Mamanya Maria, tahu betul bahasa tubuh itu. Segera ia dekati Aisha dan mengucapkan terima kasih. Karena Aisha mengesampingkan rasa sakitnya demi keselamatan jiwa orang lain.

Adegan ini mungkin terilhami oleh kelakuan Puspo Wardoyo, pemilik rumah makan Wong Solo. “Tipuan itu bagian dari proses poligami karena tidak ada perempuan yang mau diduakan.” Tegasnya dalam sebuah wawancara tentang poligami. Sebagai laki-laki mapan, obat penghilang perasaan tertipu yang diderita oleh istri-istri mudanya cukup dengan penyerahan aset rumah makannya. Setiap istrinya diberi wewenang mengurus outlet-outletnya yang tersebar di banyak kota di Nusantara. Sekaligus kita tahu, ini adalah metode lain untuk mendapatkan manajer gratis.

Kesimpulannya, apakah permohonan Aisha agar Fahri menikahi Maria adalah refleksi kesadaran dan kerelaan bahwa kesempurnaan sang suami tidaklah layak dinikmati sendiri? Ataukah sebuah pilihan simalakama, bahwa kesediaan Fahri menjadi suami Maria menentukan hidup dan matinya Maria? Aku sepakat yang kedua, ini adalah pilihan simalakama. [andito] 

Komentar»

1. BERE - April 4, 2008

SEKARANG MEMANG UDH JAMAN CANGGIH, SETIAP TRIK UNTUK BERMUKA MANIS, LUGU AND RELIJIUS MUDAH DI DAPAT DI INTERNET CUMAN PINTAR-PINTAR KITA AJA UNTUK MENGAMALKANNYA N SANGGUPKAH KITA MENGAMALKANNYA. PERTANYAANNYA: TERUS NORMA YANG BENAR ITU YANG MANA?

2. kuswandani Muhammad Yahdin - April 6, 2008

waduh, sedih sekali yah, saya pribadi membaca tulisan di atas…
poligami sebagai sebuah pilihan agung, yang tidak semua orang memang sanggup memikulnya, sebuah jalan yang telah dipilihkan Allah buat Nabi suci kita Rasulullah Saw., juga dijalani oleh para sahabat mulia yang empat….Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib… (silakan baca buku sejarah) juga para waliullah dalam sepanjang sejarah peradaban Islam selama ini…
kemudian hari ini, telah berubah….berubah….
jadi bahan cemooh, bahan guyonan, bahan diskusi tapi mayoritas masyarakat kita memandangnya dengan ratusan ekspresi yang tampaknya dominan sisi negatifnya yang tampil….
dll dll….

ah, mari kita bayangkan bersama, bagaimana ekspresi Nabi Mulia kita, tatkala melihat umatnya hari ini….memperlakukan hukum poligami sedemikan rupa…..

(saya duluan ah, istighfar, Ya Allah ampun kekhilafan diri ini…)

3. aramesh - April 17, 2008

alhamdulilah, ana salah satu tokoh fahri yang nyata di dunia nyata
ana kuliah di sebuah negara padang pasir, dan dianugerahi seorang wanita berhidung bangir putih cantik dan tentu sholekhah hanya dengan mahar hafalan alquran 30 juz, alhamdulilah.. dua wanita sholehah ada di kanan kiriku, satu bernuansa indonesia dan satu lagi bernuansa padang pasir.SUBHANALLAH. tak ada yang tak mungkin di dunia ini.
benar kata seorang ulama besar di malaysia: poligami adalah hak orang yang bertaqwa . bukan hak orang orang kaya saja.
semoga jadi ibroh.
maka ketika ada film ayat ayat cinta. aku hanay berucap. subhanallah.. hidupku dikisahkan secara nyata.

4. damartriadi - April 28, 2008

Kalau liat film-nya, satu yang jadi tanda tanya: Apakah sah menikahkan seorang wanita yang sedang dalam keadaan koma?
Dan soal film itu secara keseluruhan? Sinetron, that’s all. Masih lebih bagus filmnya James Cameron, Titanic.
Satu-satunya adegan yang berkesan bagi saya hanya pembicaraan antara napi ompong dengan fachri…yang bilang: Islam adalah iman dan ikhlas….
Dah, gitu doang.

5. Jaisy01 - Mei 7, 2008

Hem, yah saya pernah nulis masalah poligami di blog saya. Memang poligami adalah hal yang agung untuk dilakukan seorang laki-laki. Ada kosekwensi yang harus diemban, dan dosa yang besar jika melanggar ketentuan tersebut. Jadi, pada intinya. Yang ingin berpoligami silakan, yang tidak silakan. Jadi jangan saling menyalahkan. Nah, kan enak.🙂

Eh silakan berkometar juga di artikel saya yang berjudul “Habiburrahman El Shirazy dituduh Yahudi?”

Terimakasih. Wassalam

6. film eumpang cinta - April 22, 2014

Howdy! I know this іs somewhat оff topic Ƅut ӏ ѡas wondering іf you knew where I could locate ɑ captcha plugin fߋr
my comment form? Ι’m using the same blog platform ɑs yours and I’m having problems finding оne?
Thaոks a lot!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: