jump to navigation

Pukulan April 1, 2008

Posted by anditoaja in Sosial.
trackback

stop-no-more-abuse.jpg 

Dalam Ayat-Ayat Cinta ada adegan wawancara antara Fahri dan perempuan jurnalis Amerika. Fahri mengklarifikasi opini bahwa Islam melegalisasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berkembang di masyarakat Barat.  

Kata Fahri, istri baru boleh dipukul di tahap ketiga dalam sebuah konflik rumah tangga, meskipun dengan beberapa syarat pendahuluan seperti dialog dan pisah ranjang. Fahri meneruskan bahwa pukulan tidak boleh ke wajah dan tidak boleh disertai semangat membunuh. Kemudian Fahri mengutip ayat suci sebagai referensinya.

 

Ketika mendengar perkataannya bahwa istri boleh dipukul, ingat: istri boleh dipukul, kepalaku langsung sakit. Luar biasa. Belum sirna lagi bulu kuduk lemas melihat model pembinaan senior kepada yuniornya di STPDN, aku mendengar bahwa “pukulan suci” ini legal terhadap jenis perempuan di rumah tangga. 

Bahasa kekerasan ternyata masih saja menjadi solusi penting dalam hubungan antar sesama manusia. 

Aku “tidak peduli” dengan penganiayaan papa tiri Naura yang menjadi “percakapan harian”nya daripada ucapan lisan. Yang aku sesalkan, bahwa ternyata itu bagian dari ritus agama. Ada ayatnya, meskipun itu diembel-embeli itu adalah opsi kesekian ratus. Intinya tetap sama, bahwa pukulan gaya Naruto itu dilegalkan. 

Sebenarnya, dengan konstruksi patriarkis dalam alam keseharian kita, pukulan itu tidak perlu mengaktual kalau tujuan utamanya adalah sekadar intimidasi psikis dan fisik terhadap perempuan (baca: istri), atau bahkan bila tujuannya adalah membunuhnya.  

Untuk mengenyahkan seorang istri tidak perlu dengan memukul. Cukup dengan lontaran kata-kata cacian, hinaan, lecehan, dan sindiran setiap saat. Niscaya istri itu akan mati dengan sendirinya akibat tekanan batin hebat. 

Pada pertengahan Maret lalu, Liputan 6 SCTV memberitakan seorang ibu muda, Isnawati, yang tega membunuh kedua anaknya (2 tahun dan 4 bulan) di Bekasi. Ia mengaku perbuatan itu dikarenakan tertekan kondisi ekonomi keluarga.  

Sang suami, Yusuf, dengan dukungan keluarga besarnya mengatakan tidak akan menerima kehadiran istrinya kembali. Alasannya, setelah membunuh anak-anak, sangat mungkin ia akan membunuh orang lain lagi. 

Adegan itu sangat jelas memposisikan Isnawati sebagai objek pesakitan. Media massa abai bahwa tindakan itu adalah reaksi atas sistem sosial yang membelenggunya. Artinya, bila bukan karena tekanan ekonomi akibat suami jobless dan “kodrat domestik”nya, maka Isnawati tidak akan menjadikan anak-anaknya sebagai pelampiasan akhir tekanan jiwanya. 

Back to Ayat-ayat Cinta, akhirnya kita semua bisa memaklumi bahwa penganiayaan papa tiri Naura dan hukuman agar Naura tidur di gang pasar adalah tindakan yang dilegalkan oleh agama. Cuma saja, karena memang disetting antagonis, Si Takur ini menampilkan kesan bengis. Padahal, agamanya Fahri mendukung hal itu.  

Seharusnya kita mau merenung dan berbesar hati. Adanya perempuan yang mau menjadi pendamping kita adalah sebuah keajaiban dan penghargaan yang diberikan perempuan kepada laki-laki. Mereka menjadi korban benih sperma kita, hamil hasil perbuatan kita dengan menenteng balon besar di perutnya, kemudian melahirkan dengan kesakitan yang tidak akan pernah bisa dibayangkan laki-laki mana pun.

Dan, hanya karena kita sebagai laki-laki, kita bebas memukul istri? Kejam betul dong Tuhan kalau memang kodrat laki-laki seperti itu… [andito]

Komentar»

1. fu - April 1, 2008

ok bang nuhun…..(kebayang-kabayang)

2. suami takut istri - April 1, 2008

Mas Andito, cara paling tepat dari pada memukul istri sebenarnya klasik. Perbanyak saja ciuman n’ pelukan n, … Hm, niscaya istri akan semakin sayang n’ manja. Cuman harus ingat, perbanyaklah hadiah untuk menyenangkan hatinya. Dijamin istri yang tadinya seperti singa akan berubah semanja kucing. Maka dari itu saudara-saudaraku kaum lelaki, giat-giatlah berusaha agar istri betah di rumah.

3. ressay - April 1, 2008

wah…belum bisa membayangkan. karena aku belum nikah. kapan ya nikah? huh…dah pingin bgt.

4. princess tautau - April 2, 2008

aku ga setuju Naruto dilibatkan dalam hal ini…protes keras!!! (Naruto fans club)

5. anna farida - April 3, 2008

wasiat alm. ayah mertuaku pada suamiku dan semua anak lelakinya: Kalau kau sudah (berani) pukul istri, jangan sekali-kali kau tidur lagi dengannya!!!

6. Gue nih... - April 4, 2008

Wasiat kepadaku: Kalau kau sudah (akan) tidur dengan istrimu, jangan sekali-kali kau lupa mengunci pintu!!!

7. yunitae - April 8, 2008

Yap…banyak hal yang aku juga tidak setuju dari film ini

8. sarahlya - April 11, 2008

NO VIOLENCE!!!!! kenapa siy, kekerasan ( fisik, verbal, mental ) seringkali dijadikan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah? apalagi KDRT!!!

Tuhan kan, menghadirkan dunia yang nan indah ini karena CINTA. kok, manusia2 biadab ini, bikin kotor dengan kekerasan ya?

Rasanya pengen banget, menguliti semua pelaku kekerasan… sangat TIDAK boleh ada kekerasan di dunia ini!!!

9. Puti - Januari 20, 2009

Jadilah manusia yg selalu positif thinking dlm segala hal…
Memukul jika perlu atau khilaf karena emosi tapi bukan penganiayaan rasanya msh manusiawi..namanya juga manusia…
Jangankan manusia biasa..ulama saja banyak yg khilaf..bukan krn tidak berilmu tapi mungkin krn emosi dan syaitan..
Kenapa Islam diperbolehkan memukul?
Sy pernah tanya ke Psikolog,anak umur 9bln pun boleh kita pukul sebagai tanda bahwa hal itu salah atau tindakan tsb sdh diluar batas,tapi Rasullah setahu sy tdk mencontohkan hal tsb,jadi kembali k pikiran kita masing2 seberapa perlu dan tujuannya apa jika hendak memukul!
Ha ha ha..tapi rasanya kalo sdh emosi lupa tuh mau mukul pelan y g…?Nah kalo sdh terjadi perbanyaklah Istighfar en..minta maaf donk y g………….?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: