jump to navigation

Indigo Maret 6, 2008

Posted by anditoaja in Agama.
trackback

Gambar new age ini menampilkan sebuah hamparan langit kelam. Di tengahnya ada kotak-kotak macam papan catur yang menjadi pembatas bagi bidang di bawahnya yang lebih terang.

Bocah itu, sebut saja namanya Indy, melihat sekilas. “Ini harus dilihat terbalik, tidak bisa seperti apa adanya.” Katanya sambil menunjuk gambar tersebut. “Daerah atas ini sebenarnya adalah dunia tempat manusia hidup. Sekat di tengah yang harus ditembus manusia adalah tempat perhitungan amal. Bagian bawahnya adalah surga. Tapi juga harus dilewati sebelum akhirnya sampai ke rumah Allah.”

Omongan di atas bukan keluar dari mulut seorang cerdik pandai atau ulama atau pendeta, melainkan dari seorang bocah remaja belasan tahun. Jangan pula sangka ia keturunan ulama. Ia Cuma anak biasa layaknya anak remaja yang lain.

Dari omongan itu aku salut sama pendidikan keluarganya yang nasionalis abis, di tengah kecendrungan kosmopolitan yang sudah tidak peduli dengan “bangsa dan negara”nya sendiri. Tapi sikap nasionalistik ini mungkin berasal dari pengaruh kakeknya, yang keturunan Mangkunegaran dan aktif di kemiliteran.

Akhir zaman akan tiba. Itulah masa ketika Tuhan sudah bosan dengan kelakuan kita, manusia bodoh yang tidak pernah mau belajar dan mengerti tentang hakikat segala keberadaan.

Akhir zaman bisa ditandai oleh dua hal. Pertama oleh sebab alam sendiri yang sudah lelah karena dieksploitasi tanpa prikealaman. Kedua, kehadiran Tuhan dalam wujud anak-anak indigo setelah sebelumnya didahului oleh banyak orang-orang suci di tiap agama. Tuhan tidak lagi ngumpet di dalam teks-teks suci atau hukum agama. Bila Tuhan yang batin sudah menzahirkan diri-Nya, maka Ia sudah tidak sabar membuat pengadilan untuk makhluk-makhluk-Nya.

Bocah itu bicara pendek, “Aneh ya, sudah sembahyang dan berdoa siang malam, tapi kelakuan gak berubah-berubah. Apa mereka tidak melihat Tuhan dalam ibadahnya?”

Iya, kamu benar. Mereka masih begitu, begitu juga aku, karena memang tidak pernah bertemu Tuhan dalam tiap ibadahnya. Tidak pernah mencapai hakikat, hanya Cuma gerakan dan senandung ritmis kosong.[andito]

Komentar»

1. amuli - Maret 12, 2008

Kamu, kamu adalah penghuni surgaaa.
Sampaikan salam kepada hidup dan mati

2. ysanne miles amanda catherine sj kim - Juni 26, 2009

HEY MIKAAIIIIILLLLAAAAAA
KITA CINTA KAMU MIKAILA

3. iona - Juni 28, 2010

HAI MIKAILA🙂
MR ANDITO please stop writing about my friend mikaila! she is angry at you, because she doesnt know you and you talk about her for no reason! thankyou.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: