jump to navigation

Pembimbing Februari 26, 2008

Posted by anditoaja in Agama.
trackback

Setiap manusia lahir dalam keadaan bodoh, tidak mengetahui apa-apa. Karenanya mereka membutuhkan pembimbing dalam setiap rentang kehidupannya. Dan di setiap wilayah kehidupan ada jagonya sendiri-sendiri. Untuk masalah ilmu pasti, ia butuh guru ilmu pasti, mulai dari sekolah dasar hingga menengah atas. Untuk masalah ilmu sosial, ia butuh guru sosiologi. Untuk masalah ilmu alam, ia butuh guru biologi. Begitu pula untuk masalah yang lain. Pun dalam hal agama, kita butuh bimbingan dari orang-orang yang mengerti benar ajaran-ajaran Tuhan.

Banyak orang mencari jalan untuk mencapai esensi agama, heart of religion. Sebagian dengan cara otodidak, sebagian lain ikut tarekat yang sudah lengkap strukturnya. Sebagian tanpa amalan, bahkan ada pula yang meninggalkan ritus, sebagian lagi penuh dengan ritus sehingga melupakan kewajiban lahiriahnya. Kewalian dan kemursyidan pun jadi populer. Tidak heran bila ada superioritas terselubung dalam setiap klaim mistik pengikut tarekat.Ada juga yang lebih senang dan bebas berjalan sendiri tanpa bimbingan siapa pun kecuali dirinya sendiri. Tapi hasilnya kemungkinan besar akan gagal karena tidak ada kriteria kebenaran yang ia ketahui. Di luar itu semua, ada juga yang ternyata lihai memintal antara ekspekstasi orang tentang spiritualisme dan nominal rupiah. Ketenangan berbuah pada kesejahteraan. Itulah yang dengan norak muncul di majalah2 mistik, yang menjual fenomena-fenomena alam gaib demi kebutuhan udelnya sendiri.[]

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: