jump to navigation

Menikah Februari 22, 2008

Posted by anditoaja in Sosial.
trackback

2043.jpg 

Menikah? Bagi sebagian laki-laki, menikah adalah kesalahan terbesar yang ia pilih. Bagi yang tidak menganggapnya salah, mereka akan meralatnya kemudian, sambil mengutuki hidupnya. Bagi yang lainnya lagi, menikah adalah sebuah keputusan paling berani untuk terikat atau terjajah oleh makhluk lain. 

Menikah juga bisa disebut sebagai permainan. Karena di dalamnya ada tips, trik, rekayasa, manipulasi, juga keberuntungan.  Ada banyak alasan membuat seseorang menikah, antara lain:  

1.      Ketuaan. Kita tentu tidak ingin anak kita (itu pun kalau bisa melahirkan) memanggil kita kakek/nenek karena gap umur yang jauh. Selain itu, kita perlu mempersiapkan siapa yang bakal jadi seksi repot kalau kita sakit dan meninggal.

2.      Kelamaan pacaran. Pacaran yang terlalu lama bisa membuat perasaan jadi hambar, akhirnya bosan dan jenuh. Menikah adalah sebuah tindakan untuk, agar hidup lebih serius aja.  

3.      Mapan. Dulu tidak bisa pacaran karena tidak punya duit. Atau ditolak terus karena miskin. Atau beberapa kali ditinggal pacar karena bosan mendengar janji surga yang tidak realistis. Sekarang kondisi terbalik. Punya jabatan bagus, harta melimpah, apalagi? Jajan dan main seks dengan partner gaul/kerja udah seperti makan sandwich, sudah gak terasa indah dan personalnya. Tinggal uji nyali dan kejantanan. Setidaknya ada makhluk hidup yang bisa dipamer ke sana ke mari.

4.      Dijodohkan. Biasanya karena sudah males mencari sendiri. Bisa juga karena ikut pilihan orangtua sebagai tanda bakti. Alasannya, pilihan sendiri belum tentu cocok. Dengan ikut pilihan orangtua, setidaknya hidup pasti lebih berkah. Tapi ada juga kasus, kriteria calon yang diberikan orangtuanya terlalu rumit sehingga ia tidak (bisa) menikah seumur hidupnya.

5.      Hemat. Ini adalah alasan rasional juga. Hidup lajang itu hanya menawarkan kebebasan. Selain itu, semuanya high cost, karena anda membutuhkan banyak karyawan. Hitung saja bulanan petugas cleaning service, gardener, koki, binatu, satpam, baby sitter, minimal keluar 6 juta sebulan. Belum lagi pelayan seks. Hitunglah rata-rata 8 kali sebulan, juga bisa keluar 4-8 juta. Dengan menikahi seseorang yang anda bayar dengan “seperangkat alat salat”, maka anda mendapat semua karyawaan itu secara gratis.

6.      Hutang. Menikah adalah jalan rasional agar hutang kita dibayarkan pasangan kita. Atau bisa juga dianggap lunas karena kreditornya adalah pasangan sendiri.

7.      Diprovokasi, karena melihat banyak rekan kita yang sudah menikah. Tanpa kita tahu, bahwa rekan-rekan kita pun diam-diam menyesali diri mengapa mereka mau diprovokasi.

8.      Iseng. Misteri dunia pernikahan membuat orang akhirnya mencoba-coba. Siapa tahu enak… Biasanya pelakunya tidak bertanggungjawab. Ia hanya ingin buang sperma secara gratis…

9.      Ideologi. Karena sistem keyakinan dan kelompoknya, seseorang yang awalnya tidak terpikir untuk menikah bisa jadi menikah keesokan harinya dengan seseorang yang belum ia kenal secara mendalam. Ada juga yang menikah karena suatu wangsit.

10.  Cinta. Kata orang, kalau sudah cinta, tai kambing terasa kismis. Kenyataannya, pernikahan itu bukan berlarian keliling pohon gaya film India. Juga bukan acara tebar puisi romansa. Pernikahan adalah saat pesona lenyap seketika. Tidak heran, sebagian kalangan bilang, hidup itu tidak cukup dengan cinta. Tapi bagi yang benar-benar mencintai, segala rintangan hidup akan terasa ringan… 

Menikahlah sebelum kau menyesal…[]

Komentar»

1. amuli - Februari 25, 2008

Goodjob man!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: