<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>andito aja</title>
	<atom:link href="http://anditoaja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anditoaja.wordpress.com</link>
	<description>akumulasi manifestasi basi</description>
	<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 12:23:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Warga</title>
		<link>http://anditoaja.wordpress.com/2008/06/11/warga/</link>
		<comments>http://anditoaja.wordpress.com/2008/06/11/warga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 11:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anditoaja</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anditoaja.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[

 
Siapakah yang lebih superior, warga masyarakat atau negara? Max Weber mendefinisikan negara sebagai satu komunitas manusia yang dengan kemampuannya mendapat pengakuan untuk menggunakan kekerasan dalam satu kawasan.&#8221; (Politics as a vocation, 1918). Hegemoni negara dalam bentuk persuasi dan represi bertujuan menertibkan pikiran dan tubuh setiap warga dalam wilayahnya. Adakah wilayah privat warga yang masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/photostock/2004/12/11/s_SM03102965_high_thumb.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-98" src="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/06/s_sm03102965_high_thumb.jpg?w=195&h=130" alt="" width="195" height="130" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Siapakah yang lebih superior, warga masyarakat atau negara? Max Weber mendefinisikan negara sebagai satu komunitas manusia yang dengan kemampuannya mendapat pengakuan untuk menggunakan kekerasan dalam satu kawasan.&#8221; (<em>Politics as a vocation</em>, 1918). Hegemoni negara dalam bentuk persuasi dan represi bertujuan menertibkan pikiran dan tubuh setiap warga dalam wilayahnya. Adakah wilayah privat warga yang masih bisa bebas dari kungkungan negara, sehingga kita katakan ada wilayah privat dan wilayah publik?</span><span id="more-97"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Tiada manusia bisa hidup langsung menduduki posisi puncak dalam piramida manusia. Siapa dan bagaimana pun dia berasal tetap selalu mengikuti hukum alam yang berlaku universal. Kesetaraan manusia sudah ada sejak asalinya. Sebagai makhluk sosial, setiap manusia adalah warga bagi komunitasnya. keberadaan primordial ini dialami oleh siapa pun, tanpa kecuali. Tiada yang bisa mengingkarinya. Inilah tingkatan terendah dalam hirarki kemasyarakatan. Kita menyebut wilayah ini sebagai wilayah privat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Warga manusia kemudian berembug dalam sebuah wadah berdasarkan ikatan darah. Muncullah kelompok etnik. Posisinya lebih tinggi dari warga biasa. Kelompok etnik berjuang demi kelangsungan hidup warga bangsanya. Warga menyerahkan setiap persoalan publiknya kepada kelompok etnik sebagai komunitas yang lebih dekat dengannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pengetahuan manusia yang semakin meningkat dan komunikasi dengan dunia luar yang perlahan-lahan terbuka luas menyadarkan manusia warga bahwa ikatan etnik rapuh dan rentan hancur selama tidak dibarengi dengan ketrampilan atas alat-alat untuk bertahan hidup dan melestarikan kehidupan. Ikatan teknokrat terbentuk. Dalam hal ini sentimen etnik terkalahkan oleh sentimen profesi karena berhubungan erat dengan penghasilan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Kaum teknorat membutuhkan ketenangan dan jaminan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sosialnya. Bukan hanya itu, ia juga perlu kepastian bahwa tidak akan ada gangguan dari warga lain dan komunitas yang lebih besar. Ia membutuhkan penjaga yang mempunyai ketrampilan tinggi dalam pertahanan dan keamanan. Pada wilayah inilah muncul kebutuhan akan aparat keamanan. Aparat mendapatkan penghasilan dari pajak yang dibayar warga. Tapi dalam praktiknya, dengan alasan pendapatan yang kecil, aparat menjual ketakutan warga untuk memperoleh uang tambahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Berjalannya kehidupan yang harmonis antar warga masyarakat membutuhkan sebuah manajemen yang menyeluruh yang mengikat warga untuk menaatinya. Selain itu banyak urusan administrasi yang tidak bisa dilepaskan begitu saja kepada warga. Birokrasi berperan mengatur kelangsungan aktivitas ini semua. Sebagian warga yang punya hubungan dekat dengan birokrasi bisa mendapatkan informasi atau kebijakan pemerintah yang bisa dijadikan penawaran bisnis dengan mekanisme tender yang diatur sedemikian rupa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Birokrasi adalah lingkaran terdekat dari elite negara. Rezim inilah yang punya kekuasaan atas setiap warganya. Sedemikian besarnya kekuasaan rezim, mereka mampu menitahkan segala urusan privat warganya. Sehingga warga tidak memiliki hak privat lagi. Negara mampu menentukan jenis kelamin apa yang direstui untuk lahir. Pada umumnya, kelahiran anak laki-laki lebih disukai daripada perempuan yang mempunyai keterbatasan fisik untuk bekerja sebagai tulang punggung keluarga. Bagi negara yang mengalami surplus penduduk luar biasa, angka kelahiran yang tinggi bisa memicu defisit anggaran, meningkatnya pengangguran dan maraknya kriminalitas. Bagi negara yang mengalami kelambatan kelahiran, minimnya jumlah penduduk membuat negara rentan dari dominasi asing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-weight:normal;font-family:Arial;">Komisi </span></strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">pembatasan anak China hanya membolehkan setiap keluarga di perkotaan mempunyai satu anak. China memiliki sekitar 1,3 miliar penduduk, 20% dari total penduduk dunia. Mereka yang melanggar dikenai hukuman atau denda. Di Prancis, tingkat pertumbuhan penduduk asli yang rendah menyebabkan pemerintah khawatir bahwa penduduk berdarah Prancis dikalahkan oleh kuantitas imigran yang berlatar Afrika Utara dan Arab, seperti Maroko dan Aljazair. Tim sepakbola nasional Prancis dipenuhi oleh wajah-wajah Afrika dan Arab. Demikian minimnya jumlah penduduk asli Prancis membuat gelombang rasisme mendapatkan simpati penduduk asli. Para pendatang merasa diperlakukan secara rasial, sementara penduduk asli menganggap para imigran sebagai benalu. </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Banyak imigran menjadi penganggur dan menikmati berbagai tunjangan sosial dari pemerintah. </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sebagian orang Perancis menggerutu, karena tunjangan sosial itu berasal dari pajak yang mereka bayarkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sedangkan di Singapura, minimnya kelahiran baru pada keluarga muda membuat pemerintah giat berkampanye tentang baiknya mempunyai anak banyak dan itu merupakan bagian dari patriotisme. Pemerintah Singapura akan memberikan insentif kepada keluarga-keluarga yang jumlah anggotanya bertambah, yakni dengan memberlakukan hari kerja lebih pendek bagi pegawai negeri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Masalah nama anak juga menjadi urusan negara. Ada nama-nama yang tidak diperkenankan. Nama Karl Marx bisa mengundang masalah di negeri-negeri fundamentalis agama atau kapitalis. Beberapa waktu setelah pengeboman WTC pada 11 September 2001, nama-nama Arab mendapat sorotan tegas dari pemerintah Amerika Serikat. Nama-nama tokoh kapitalis pun bermasalah di negara-negara sosialis. Sedangkan di Indonesia, nama-nama yang diasumsikan pada penghinaan pada tokoh negara dan agama bisa berbuah bui dan kesulitan pengurusan administrasi di kelurahan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pendidikan juga diawasi oleh pemerintah. Bagi warga, mencari pendidikan yang tepat adalah langkah awal menuju pekerjaan dengan gaji yang lumayan. Minimnya penguasaan ilmu-ilmu strategis dan vital bagi sebuah negara bisa berakibat dikuasainya negara tersebut oleh korporasi dan negara asing. Bagi negara yang lemah perkembangan sains dan teknologinya, sekolah-sekolah eksakta mendapatkan perlakuan khusus. Tidak heran di Indonesia yang ketinggalan dalam banyak hal dbanding negara-negara jiran menganakemaskan sekolah teknologi dibandingkan ilmu-ilmu sosial dan budaya. Di Indonesia di era 80-an saat pembangunan infrastruktur giat-giatnya, jurusan teknik berada di peringkat pertama incaran calon mahasiswa. Namun pada pasca reformasi, saat pembangunan sudah jalan di tempat, jurusan teknologi informasi dan komputer menjadi anak emasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Campur tangan negara tidak hanya terjadi pada masalah sex, kuantitas, nama, pendidikan, dan pekerjaan. Bahkan agama pun tidak luput dari sorotan negara. Apabila anda beragama di luar kehendak dan pemahaman negara tentang agama tersebut, maka bisa dipastikan bahwa posisi anda terancam karena tuduhan sesat dan menyesatkan menimpa anda. Andaikata agama anda dan negara sama, namun pemikiran anda di luar mainstream, maka bahaya masih mengintai anda. Bagi negara yang berasaskan sebuah agama, anda bisa langsung ditangkap tanpa pengadilan yang fair dan objektif. Namun bila negara secara resmi tidak berasaskan agama tertentu, mereka bisa menggunakan kelompok-kelompok sipil untuk membubarkan komunitas keagamaan yang berbeda dengan isu aliran sesat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Adakah warga mempunyai wilayah privat? Kata ‘privat’ biasa dikenakan untuk segala sesuatu yang tidak bisa dijamah oleh orang atau kelompok lain, apalagi negara. Namun dengan demikian warga biasanya hanya mempunyai lingkup gerak yang kecil. Sedangkan ‘publik’ adalah segala sesuatu yang berurusan dengan hajat hidup orang banyak. Ketika warga memerlukan sebuah sistem yang dapat mengatur kehidupan dan menjamin kedamaian dan keamanan mereka, dibentuklah sebuah negara. Dalam hal ini, fungsi negara tidak lebih dari administratur. Dan memang seharusnya demikian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Mengapa posisi negara demikian sakral di mata warga? Lihatlah saat ada pejabat negara melewati pemukiman kita, penyambutannya bak gajah nyasar di kebun singkong, heboh. Warga takut pejabat itu akan menginjak tanaman singkong mereka. Maksudnya bukan pejabat, tapi gajah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Darimana negara memperoleh privelese semacam itu? Secara mudah bisa kita sadari bahwa tingkat melek politik rata-rata warga yang rendah menyebabkan adanya mitologi tentang jabatan publik. Bila ditelusuri sejak zaman baheula, jabatan publik hanya untuk kalangan dekat keluarga istana, tidak bisa diperoleh sembarang orang. Jabatan ini kemudian diturunkan kepada anak cucunya sebagai warisan dengan legalisasi dari pemerintah kolonial Belanda. Selanjutnya, kekuasaan dilestarikan dengan cara menjalin pernikahan dengan sesama elite. Warga yang terbiasa melihat fenomena tersebut secara turun temurun akhirnya memahaminya sebagai takdir yang tidak bisa diubah. Keberadaan kelas elite sampai kapan pun tetap lebih tinggi dari masyarakat awam. Bibit, bebet, bobot kaum priyayi lebih unggul daripada warga biasa. Tugas warga awam adalah menghormatinya setinggi mungkin dan membelanya hingga mati, nilainya setara dengan berjuang membela agama Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Di balik itu semua ada realitas yang sengaja dipendam. Warga awam biasa hidup tanpa negara. Mereka tidak butuh banyak regulasi yang rumit dan segala tetek bengek yang tiada fungsinya dalam ranah sosial mereka. Mereka bekerja dan menghasilkan suatu produksi yang dikonsumsi sebagian dan sebagian yang lain dijual. Mereka bisa hidup karena bekerja secara terhormat. Sedangkan yang diperbuat negara adalah menyedot hasil keringat warga dengan segala macam dalih, atas nama pajak dan retribusi ini itu. Eksistensi sebuah negara ditentukan oleh legitimasi masyarakat sipil. Tanpa mereka, negara tidak akan hidup lama. Kenyataannya, negara hanya memberi janji kedamaian dan kesejahteraan, sedangkan warga telah mendahului dengan memberikan bukti konkret berupa pajak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sehingga, darimana kita bisa legowo mengatakan bahwa negara lebih superior daripada warga? Faktanya negara tiada lebih sebagai petugas administratur. Tugas mereka adalah melayani dan mengabdi kepada masyarakat. Tugas pelayanan ini memustahilkan gaya hidup pejabat negara yang bermewah-mewah. Di beberapa negara yang sudah sejahtera, pejabat negara tiada dapat perolehan gaji berlimpah kecuali secukupnya. Mereka sudah mapan dan punya penghasilan sendiri di luar aktivitas pengabdiannya kepada masyarakat. Karena negara adalah fungsi administrasi, maka pengurus negara adalah mereka yang mempunyai tujuan, fokus, dan skill untuk perkembangan warga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kenyataannya, negara tidak dalam posisi siap dialog. Telinga mereka tuli dan hati mereka beku, tidak sadar diri darimana mereka berasal. Tindakan warga yang mengkritik negara sering disikapi dengan keras. Akibatnya warga jadi apatis dengan perilaku negara. Tidak semua yang dekat dengan negara mendapat perlakuan istimewa. Warga merasa aman justru ketika berjauhan dan tidak punya urusan dengan negara. Berhadapan dengan negara dirasakan bukan hanya membuang waktu, tapi juga uang, dan salah sedikit badan kita pun ikut hancur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Sikap antipati yang tidak bisa terungkap dialihkan melalui emosi massa. Rasa tidak percaya pada kedamaian dan keselamatan dirinya direpresentasikan dalam bentuk pengamanan swakarsa berupa mempersenjatai diri, siskamling, ronda, memagar pemukiman dengan tembok atau kawat berduri, membayar satuan pengaman dan lain-lain. Bila objek kemarahan tersebut bisa mereka temukan dalam wujud modelnya, muncullah amarah massa yang tidak terkendali. Membakar hidup-hidup pencuri ayam atau memukuli penjambret hingga sekarat adalah secuil reaksi warga saat mereka marah kepada negara tapi tidak bisa mendekatinya. Akirnya penjahat kelas teri yang jadi samsak. Mereka marah atas sikap negara yang membiarkan penjarahan hutan, pembabatan mangrove, eksplorasi tambang yang semena-mena, pembiaran pelaku korupsi BLBI dan sistem ekonomi yang tidak berpihak kepada rakyat kecil. Mereka sebenarnya ingin membakar hidup-hidup koruptor yang bersembunyi dalam jubah hakim, jaksa, polisi, parlemen. Tapi mereka tidak berani karena yakin sudah pasti kalah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Tindakan warga tidak akan bernilai sedikitpun saat berhadapan dengan negara. Bukan karena negara yang kuat, tapi karena warga menyikapinya secara personal dan emosional. Sikap personal adalah klaim bahwa hanya mereka yang mengalami derita itu. Sikap emosional adalah efek dari sikap personal tersebut. Bergerak dengan sendiri-sendiri tidak akan berefek apa pun, hanya jadi bahan cerita komik. Lihatlah cerita jawara-jawara yang melawan kolonial Belanda. Semuanya bergerak sendiri, hanya mengandalkan otot dan tidak punya perencanaan yang matang dan jangka panjang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Ali bin Abi Thalib berkata, “Kejahatan yang terorganisir niscaya menang atas kebaikan yang tidak terorganisir.” Negara adalah sebuah kekuatan represif yang berkemampuan menampilkan citra mulia di media massa, pada saat yang sama menindas warganya sendiri. Mereka bebas berlaku seperti itu karena terorganisir. Warga yang tidak mau mengorganisir diri niscaya menjadi alat permainan kekuasaan dan selalu akan kalah melawan negara. Meskipun kita sadari penuh, negara akan mati kelaparan saat kita mengemplang pajak. Jadi, siapakah </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">yang lebih superior, warga masyarakat atau negara? </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><span> </span></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">[andito] </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anditoaja.wordpress.com/97/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anditoaja.wordpress.com/97/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anditoaja.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anditoaja.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anditoaja.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anditoaja.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anditoaja.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anditoaja.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anditoaja.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anditoaja.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anditoaja.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anditoaja.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anditoaja.wordpress.com&blog=2495310&post=97&subd=anditoaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anditoaja.wordpress.com/2008/06/11/warga/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/anditoaja-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/06/s_sm03102965_high_thumb.jpg?w=195" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Maju</title>
		<link>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/28/maju/</link>
		<comments>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/28/maju/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 06:04:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anditoaja</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anditoaja.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[
Pasca Kebangkitan Nasional 20 Mei dan kenaikan BBM 24 Mei, banyak orang bilang tentang harga diri bangsa yang sudah tergadai, lapuk, dan berlumut. Banyak ide dan opini tentang bagaimana dan dengan cara apa Indonesia bisa bangkit. Padahal, sejak era 80-an kita sudah akrab dengan [isu] keBANGKITan dan pemBANGUNan bangsa. Setidaknya kita kenal rocker Bangkit Sanjaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://artfiles.art.com/images/-/Your-Move-Print-C10018136.jpeg"><img class="alignnone size-medium wp-image-95" src="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/05/your-move-print-c10018136.jpeg?w=210&h=269" alt="" width="210" height="269" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pasca Kebangkitan Nasional 20 Mei dan kenaikan BBM 24 Mei, banyak orang bilang tentang harga diri bangsa yang sudah tergadai, lapuk, dan berlumut. Banyak ide dan opini tentang bagaimana dan dengan cara apa Indonesia bisa bangkit. Padahal, sejak era 80-an kita sudah akrab dengan [isu] keBANGKITan dan pemBANGUNan bangsa. Setidaknya kita kenal rocker Bangkit Sanjaya dan Bangun Sugito.</span><span id="more-94"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kata Bung Karno, syarat kemajuan bangsa adalah character building dengan landasan berdikari. Itulah mengapa hingga tahun 60an pun revolusi dikatakan masih belum selesai. Tapi tidak semua punya nafas panjang untuk konfrontasi terbuka dengan negara-negara gede. Namun Bung Hatta menyela, revolusi yang permanen sama saja kediktatoran atas nama demokrasi. Kemajuan bangsa harus diawali dengan pembangunan. Titik beratnya pada koperasi dan penguasaan sumber daya alam dan bidang-bidang strategis oleh negara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Konsep ini kemudian dimainkan oleh Pak Harto secara ambigu. Pembangunan daripada manusia Indonesia seutuhnya ditandai dengan masuknya modal asing. Tapi karena mereka cari makan di negeri kita, maka mesti bermitra dgn perusahaan lokal, yakni perusahaan-perusahaan yang sahamnya dimiliki anak-anaknya. Agar rakyat tidak terlalu merecoki, dibuatlah kebijakan subsidi dalam segala hal. Tentu, hasil dari politik subsidi ini adalah merebaknya kembali mentalitas inlander-pengemis-budak yang justru getol diharamkan oleh Bung Karno dengan ide marhaennya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kata Bung Rizal Mallarangeng, itulah sebab utama krisis ekonomi kita. Karenanya, untuk bisa Save Our Nation, kita mesti banyak melakukan deregulasi, konsisten dengan privatisasi dan memotong rantai birokrasi yang panjang. Negara harus berprilaku seperti perusahaan publik yang berorientasi profit. Bila negara terlalu banyak mengumpani masyarakat, bukan memberi alat pancingnya, maka masyarakat kita tidak akan mampu bersaing dengan tenaga kerja murah tapi berskill tinggi seperti China dan India. Itulah, menurut Tuan Jusuf Wanandi, mengapa pemerintah tidak perlu ikut campur urusan ketenagakerjaan. Serahkan saja masalah ini kepada bipartit, pengusaha dan buruh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;" lang="FR">Terlepas dari pendapat-pendapat di atas, aku sudah yakin dengan kemajuan bangsa Indonesia. Sejak dulu bangsa kita adalah bangsa yang konsisten untuk terus maju. Segala biaya di negeri kita terkenal istiqomah maju terus pantang mundur, alias naik. Mulai dari biaya pendidikan, kesehatan, hingga BBM maju. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;" lang="FR">Kata saya, kemajuan bangsa ditandai dengan hotspot gratis di seluruh Jabotadebek. Hidup bo</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">leh susah, tapi internet tetap wajib. Prinsipku, lebih baik tidak makan steak 7 hari daripada 1 hari tidak buka internet. Ayo bung, maju terus! [andito]</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anditoaja.wordpress.com/94/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anditoaja.wordpress.com/94/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anditoaja.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anditoaja.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anditoaja.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anditoaja.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anditoaja.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anditoaja.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anditoaja.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anditoaja.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anditoaja.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anditoaja.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anditoaja.wordpress.com&blog=2495310&post=94&subd=anditoaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/28/maju/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/anditoaja-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/05/your-move-print-c10018136.jpeg?w=235" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BBM</title>
		<link>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/26/bbm/</link>
		<comments>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/26/bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 14:31:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anditoaja</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anditoaja.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama memahami kondisi ini dengan semangat tanpa menyerah, dengan tegar dan tabah&#8221; (petuah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang kenaikan harga BBM).
Sejak zaman kuda lumping, Indonesia adalah negara produsen energi. Setelah zaman globalisasi status Indonesia bergeser menjadi negara produsen dan konsumen energi. Ini semua akibat meningkatnya kebutuhan energi karena pembangunan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.dudung.net/images/bbm.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-93" src="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/05/bbm.jpg?w=205&h=300" alt="" width="205" height="300" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">&#8220;Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama memahami kondisi ini dengan semangat tanpa menyerah, dengan tegar dan tabah&#8221; (petuah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang kenaikan harga BBM).</span><span id="more-92"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Sejak zaman kuda lumping, Indonesia adalah negara produsen energi. Setelah zaman globalisasi status Indonesia bergeser menjadi negara produsen dan konsumen energi. Ini semua akibat meningkatnya kebutuhan energi karena pembangunan dan pertambahan jumlah penduduk (220 juta). Produksi energi dan sumber daya mineral kita cenderung meningkat, kecuali minyak bumi. Solusinya, kita perlu </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">menerapkan kebijakan harga, diversifikasi dan konservasi energi. Itu kata </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral pada 5 Mei 2008. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Sebagai warga negeri yang awam untuk kalkulasi sumber daya mineral. Kita cuma merasakan hidup yang semakin susah, rumit, dan njelimet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pada 1 Oktober 2000, harga premium naik dari Rp1000 menjadi Rp1150 (naik 15%)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pada 1 April 2001, harga premium naik dari Rp1150 menjadi Rp1150 (naik 0%)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pada 17 Januari 2002 harga premium</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> naik dari </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Rp1150 menjadi Rp1450 (naik 26%)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pada 1 Januari 2003 harga premium</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> naik dari </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Rp1450 menjadi Rp1810 (naik 25%)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pada 1 Maret 2005 harga premium</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> naik dari </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Rp1810 menjadi Rp2400 (naik 33%)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pada 1 Oktober 2005, </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">harga premium</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> naik dari Rp2400 menjadi Rp4500 (naik 87,5%)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pada 24 Mei 2008, harga premium naik dari Rp4500 menjadi Rp6000 (naik 33%). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Sejak 2000 BBM kita naik 7 kali. </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Aku mengetahui info ini usai nonton Indiana Jones di Setiabudhi One. Yang meneken surat keputusan itu Bacharuddin Jusuf Habibie, Abdurrahman Wahid, dilanjutkan oleh Megawati Soekarno Putri dan disempurnakan Susilo Bambang Yudhoyono. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Sehari pasca kenaikan BBM, aku suka memperhatikan seringai kondektur saat menagih ongkos dan ekspresi pasrah penumpang saat merogoh kocek lebih dalam 30-50% dari ketentuan normal. Supir dihantui setoran yang menaik. Pemilik bis dihantui harga onderdil. Pemilik onderdil dihantui harga kebutuhan pokok rumah tangga yang melonjak. Istri pemilik onderdil dihantui ancaman kekerasan bila gaji pembantunya tidak naik. Pembantu itu pun dihantui tagihan kondektur yang gayanya semi memeras. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Saat aku kuliah di Bandung, pada 1996 harga seporsi nasi + 1 potong daging ayam + kerupuk + pisang + es teh manis + lalapan adalah Rp750. </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Menu yang sama dengan harga yang lebih miring dirasakan oleh mahasiswa di Yogya. Pada 2001, harga makanan tersebut di Jakarta adalah Rp3000. Pada awal tahun 2008 adalah Rp11000. Setelah Tuhan YME menakdirkan harga premium menjadi Rp6000, aku merogoh saku Rp13000 untuk menu yang sama. Bila aku tetap ngotot mengeluarkan Rp750 di tahun 2008 ini, aku praktis hanya bisa makan 1 bungkus nasi + 1 kerupuk. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Apakah kita semakin miskin atau makmur? Menurut meteran kain pemerintah, yang namanya miskin bila penghasilannya sama atau kurang US$ 1 per hari, setara dengan 1 beef burger termurah di McDonalds dan sebungkus nasi warteg. </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Bila mau sedikit irit, 1 dolar Amrik ini bisa menjadi 2 liter beras. </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kata World Bank, miskin itu kurang dari US$ 2 per hari. Kataku, naik bis PPD AC Bekasi-Jakarta PP Rp16000. Dalam pandangan pemerintah Indon, US$ 2 itu masih termasuk mampu, karena bisa beli beras 2 kg dan telor ayam 1 kg (sekitar 18 butir). Ade Rai biasa makan 1 kg telur ayam sendirian, </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">setiap hari </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">. Tidak jauh dari tempat tinggalku, 1 butir dibagi untuk 1 keluarga (suami, istri, 2 anak).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pada tahun 2001, karyawan masih bisa menabung dari gaji terendah Rp1 juta. Pada tahun 2008, dengan gaji Rp2,5 juta karyawan tidak bisa menabung dan tidak bisa kredit rumah. Itu kata Kompas pada perengahan Mei 2008. Tapi sekarang setiap anak sekolah sudah melek komputer. Laptop juga bukan barang mewah lagi. Laptop seharga belasan juta rupiah 4-5 tahun yang lalu sekarang hanya berharga jutaan saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Menurut kabar resmi pemerintah, inflasi tahun 2002 adalah 10,03%, inflasi tahun 2003 </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">adalah 5,1%, inflasi tahun 2004 adalah 6.4%, inflasi tahun 2005 adalah 18%, inflasi tahun 2006 adalah 6,6%, inflasi tahun 2007 adalah 6,59%.</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kelihatannya enteng ya, sebagian besar inflasi di bawah satu digit. Tapi tiap tahun harga barang naik menggigit, dari belasan hingga 20-30an persen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Bukankah pencabutan subsidi BBM adalah sebab kenaikan semua harga yang akhirnya juga menimpa rakyat kecil? </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;">Ah, t<span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">idak. Siapa bilang? Rakyat itu pekerja keras dan kreatif. Mereka punya banyak alternatif saat krisis bahan bakar. Saat mereka kesulitan minyak tanah, mereka segera beralih ke gas elpiji. Saat tarif telepon kita paling mahal se akhirat, pemilik handphone Nokia jenis communicator terbanyak sedunia ada di Republik Indonesia. Tiap tahun kendaraan bermotor selalu bertambah. Untuk membelinya harus pakai uang, bukan daun. Jadi, rakyat Indonesia pasti punya uang, tidak miskin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Bukankah panjangnya antrian pembeli minyak tanah atau bensin itu tanda kemiskinan? Bukan. Itu adalah gaya silaturahmi dan sikap gotong royong. Kedua hal ini adalah warisan budaya bangsa, harus dilestarikan. Lihatlah wajah mereka selalu tersenyum. Senyum adalah tanda bahagia. Mereka bahagia bisa antri membeli BBM karena tanda tubuh mereka masih kuat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kata Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla, rakyat Indonesia itu tahan banting, tabah, beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. Setiap ada musibah, selalu dihadapi dengan senyum. Apalagi kalau disorot kamera televisi, “Nyak, beh, aye masup tipi!” Aku yakin, dalam lubuk hati yang paling dalam kedua tokoh tersebut, mereka juga ingin sesekali merasakan nyemplung di kali Ciliwung. Aku juga yakin, presiden kita tidak keberatan bila sidang kabinet disediakan air tanah Jakarta yang kandungan bakteri ecoli-nya demikian mempesona. Demi rakyat, mereka siap melakukan apa pun. Bertaruh nyawa saja berani demi membela harga dii bangsa, apalagi sekadar mandi di kali Ciliwung dan minum air tanah Jakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Bukankah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp100 ribu tiap keluarga adalah sekadar politik pencitraan pemerintah?</span></strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Bukan. Itu fitnah. Bantuan itu justru tanda pemerintah peduli dan ingat pada rakyat miskin. Di dalam UUD merk 1945 atau amandemen ditegaskan bahwa rakyat miskin dipelihara negara. Nah, BLT adalah bukti bahwa mereka terpelihara kemiskinannya. Bila BBM tidak naik = tidak ada BLT = pemerintah sulit mencari alasan memelihara mereka. Untuk mengambil jatah BLT, harus menunjukkan kartu pengenal. Artinya, pemerintah benar-benar ingin memastikan bahwa mereka adalah orang miskin dan sekali miskin tetap miskin. Di sinilah tugas negara sebagai pemelihara fakir miskin teraktualisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Siapa yang TIDAK PERNAH merasakan dampak kenaikan BBM?</span></strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Tentu saja setiap tuan-tuan anggota legislatif dan pemerintah yang kuasa mencabut subsidi BBM. Ingat, semua anggota dewan, baik yang protes maupun setuju. “Makanya, kita harus mengubah parlemen supaya lebih peduli pada rakyat!” demikian ujar temanku. Ia mencontohkan kasus laptop anggota dewan. Yang pertama kali minta pengadaan laptop adalah anggota dewan dari Fraksi Partai Agama. Tapi setelah isu ditanggapi miring, segera gerbong itu balik arah dan pura-pura peduli pada opini masyarakat. Begitu pula saat kenaikan gaji anggota dewan yang mengundang berahi itu. Opini di media massa PDIP menolak keras. Tapi di lingkungan dalam, mereka mendukung rekan fraksi lain yang mengajukan kenaikan gaji. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Temanku yang lain menimpali, “</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Dengan harga premium Rp 6000, pemerintah sebenarnya masih terbebani subsidi. Titik impasnya itu di kisaran Rp8423 sesuai harga pasaran dunia.” </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Dia putra anggota dewan sebuah Partai Golkar. Mamanya aktivis pengajian yang suka demonstrasi anti Israel. Kemudian obrolan beralih ke topik-topik lain yang lebih ringan. Hm, memang enak diskusi di Starbuck Coffee. Cukup memesan segelas kopi seharga 35 ribuan perak, kita bisa ngobrol nyaman di kursi empuknya. Tidak ada bau knalpot, tidak ada pengamen jalanan, tidak tersentuh keringat orang. Dan yang terpenting, kepala tidak cepat panas… [andito]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anditoaja.wordpress.com/92/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anditoaja.wordpress.com/92/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anditoaja.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anditoaja.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anditoaja.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anditoaja.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anditoaja.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anditoaja.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anditoaja.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anditoaja.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anditoaja.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anditoaja.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anditoaja.wordpress.com&blog=2495310&post=92&subd=anditoaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/26/bbm/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/anditoaja-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/05/bbm.jpg?w=205" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Training Revolusi Kesadaran</title>
		<link>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/08/training-revolusi-kesadaran/</link>
		<comments>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/08/training-revolusi-kesadaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 05:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anditoaja</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anditoaja.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[ 
Lihatlah tujuan tertinggi hidup manusia:
Meraih suatu keadaan di mana tak ada lagi yang terlihat, kecuali Tuhan
(Sa’di)
 
Dalam banyak hal, training (pelatihan), adalah sebuah bagian dari model pendidikan yang dilakukan secara berulang-ulang untuk membuat peserta menguasai atau terlatih pada ilmu tertentu. 
Sifat training adalah mengubah suatu pola kebiasaan menjadi pola yang berbeda dalam waktu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1 style="line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><a href="http://Tidakada"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-91" src="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/05/dsc01090.jpg?w=128&h=96" alt="" width="128" height="96" /></a> </span></h1>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><em>Lihatlah tujuan tertinggi hidup manusia:</em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><em>Meraih suatu keadaan di mana tak ada lagi yang terlihat, kecuali Tuhan</em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(Sa’di)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Dalam banyak hal, training (pelatihan), adalah sebuah bagian dari model pendidikan yang dilakukan secara berulang-ulang untuk membuat peserta menguasai atau terlatih pada ilmu tertentu. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Sifat training adalah mengubah suatu pola kebiasaan menjadi pola yang berbeda dalam waktu yang singkat dalam hal pemahaman dan ketrampilan. Karenanya pengondisian (manajemen) forum ini demikian penting. Tujuannya adalah duplikasi sehingga peserta mempunyai budaya baru sebagaimana misi training tersebut. Menilai suatu training apakah manusiawi atau tidak bergantung pada apa visi penyelenggaraan acara tersebut dan bukan sekadar pada pola dan metode yang diberlakukan.<span id="more-90"></span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kebanyakan training hanya mempunyai visi material seperti pada ketahanan fisik dan ketrampilan alat, sehingga yang terlahir adalah keseragaman gerak dan tingkah menuju ketaatan dan kesatuan korps. Seperti ospek atau latihan militer. Solidaritas grup ditandai dengan mencari oposisi biner, lawan-kawan, sehingga menongolkan slogan-slogan aneh, seperti: “Semua mahasiswa salah kecuali anggota himpunan, dan semua himpunan salah kecuali himpunan kita sendiri”, “Hanya ada dua peraturan: 1. Yang benar itu senior; 2. Bila senior salah, kembali ke poin satu”, “Dahulukan syahwat ketua!”</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Tidak heran bila aktualiasasi kegiatan ini marak dengan kekerasan, baik fisik maupun psikis. Kesalahan yunior yang terbesar ada ia tercipta sebagai yunior, dan dosa itu hanya bisa dihapus dengan taat buta kepada senior. Sama sekali tidak ada iklim intelektualnya. Maka boleh dikatakan, training yang tujuannya adalah sekadar mendisiplinkan tubuh peserta sama seperti pelatihan agar anjing untuk dapat berjalan dengan dua kaki. Yang didisiplinkan adalah otot dan gerak instingtif, bukan pikiran.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Maka, training yang benar adalah yang memanusiakan manusia, yang mengedepankan intelektualitas, yang membuat manusia mempunyai pemahaman dan wawasan baru. Pada domain inilah sistem pencerahan ini diawali kata “Training”.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Sedangkan kata “Revolusi” mengacu pada pahaman bahwa segala sesuatu itu hakikatnya bergerak, berubah, menyempurna. Karena pergerakan itu peralihan dari potensialitas ke aktualitas, maka sesuatu pun hakikatnya adalah baru dan menjadi. Tidak ada sedikit pun jejak lama. Dalam konteks sosial, revolusi adalah perubahan radikal tentang segala pahaman dan perilaku yang selama ini sudah dianggap sebagai kodrat dan sewajarnya demikian.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Padanan Training dan Revolusi melahirkan sebuah konsep pendidikan non-kompromistis, yang radikal dan mendasar. Perubahan menuju apa? </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Perubahan sekadar pada alat produksi tidak menjamin dan menjawab kesejahteraan dan kebahagiaan universal manusia. Inti pemaknaan atas segala nilai terletak pada Kesadaran (consciousness) yang hakikatnya adalah eksistensi itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Sehingga,<strong> Training Revolusi Kesadaran</strong> (TRK) adalah sebuah sistem pendidikan yang didasarkan pada kemampuan seorang insan mengontrol pikiran-tindakan-sikapnya dalam kerangka nilai-nilai universalnya dalam menyikapi realitas sosial-kebudayaannya. Ia lahir bukan untuk meniru orang lain karena manusia bukan binatang. Ia belajar untuk menjadi dirinya sendiri yang punya karakteristik unik dan merdeka dalam menentukan peran hidupnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Dengan melihat tujuan dan bagaimana pola pembentuknya, sistem TRK ini sangat sensitif terhadap tindak eksploitasi tubuh dan pikiran, atas nama apa pun. Tidak heran, musuh utama TRK adalah primordialisme, feodalisme, dan militerisme. Primordialisme adalah eksploitasi eksistensi atas nama ikatan darah, almamater, agama, dan golongan. Feodalisme adalah mistifikasi struktur sosial. Militerisme adalah eksploitasi tubuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Rangka bangun TRK adalah sistem pendidikan yang bertopang pada lima pilar: a) logika, b) filsafat, c) teologi pluralis, d) sosiologi, e) mistisisme/esoterisme, yang saling mengikat, disajikan dalam bentuk kajian, dengan tujuan-tujuan khas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Logika adalah tentang cara berpikir benar yang menumpu seluruh landasan pengetahuan manusia. Ini adalah kajian rutin mingguan, minimal 6 bulan (16 kali permukaan), yang tidak bisa dijadikan paket sekali waktu, tidak bisa diikuti setengah-setengah atau sesukanya. Siapa pun yang tidak selesai menempuh tahap ini dipastikan gagal. Berdasarkan pengalaman di lapangan, banyak orang baik yang salah mengeluarkan kebijakan karena tidak bisa memahami realitas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kajian filsafat adalah tahap kedua, bicara tentang tema-tema inti semesta pemikiran manusia. Disajikan tanpa penyejarahan dan alfabetis sehingga setiap peserta terlibat dalam setiap wacana yang dihidangkan, juga tidak terjebak pada data/ensiklopedis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Setelah kita mempunyai pondasi pikir dan kerangka umum yang utuh tentang pandangan dunia, kajian teologi pun adalah halte pemikiran selanjutnya. Teologi dalam sistem kajian ini tidak memihak pada form agama tertentu melainkan menelisik pada nilai-nilai universal agama. Alih-alih menjadi fundamentalis dan eksklusif, kajian teologi pluralis ini membuat dimensi kasih Tuhan dalam citra manusia bisa meluas ke segala unsur di alam ini. Ia bukan dogma, dan tidak berhenti pada agama atau mazhab tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kajian sosiologi baru dipaparkan setelah peserta berhasil membumikan alam abstraksi (logika, filsafat) dan dialektika personalnya (teologi) dalam ranah kemasyarakatan (sosiologi). Wilayah ini adalah medan pembuktian segala teori radikal yang diterima sebelumnya. Segala klaim kebenaran dan keakuan personal diuji dalam ranah ini. Ketika tidak bisa mengaktual, bisa dipastikan bahwa nilai-nilai yang dipelajarinya dalam kajian logika, filsafat, dan teologi diperoleh dengan mimikri, taat buta. Kita tidak butuh orang pintar hafalan. Yang dibutuhkan di alam ini adalah manusia organik yang bisa mengaktualkan pengetahuannya dalam struktur kesadarannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Sedangkan mistisisme adalah proses perenungan kembali, recharge, dari segala aktivitas duniawi, pemaknaan ulang atas segala hal yang telah dikonsepsikan selama ini. Kajian ini akan membongkar segala klaim kebenaran yang berasal dari sisa-sisa peradaban primitif yang ditegakkan dengan kekuatan otot, bukan otak. Kajian esoterisme ini diletakkan di level terakhir mengingat rentannya klaim-klaim mistis. []</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anditoaja.wordpress.com/90/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anditoaja.wordpress.com/90/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anditoaja.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anditoaja.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anditoaja.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anditoaja.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anditoaja.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anditoaja.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anditoaja.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anditoaja.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anditoaja.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anditoaja.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anditoaja.wordpress.com&blog=2495310&post=90&subd=anditoaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/08/training-revolusi-kesadaran/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/anditoaja-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/05/dsc01090.jpg?w=128" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Naruto</title>
		<link>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/07/naruto-itu-membasis/</link>
		<comments>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/07/naruto-itu-membasis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 19:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anditoaja</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anditoaja.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[
(sebuah refleksi perkaderan)

Naruto Uzumaki pernah mencoba jalan sendiri. Ia tidak mau diatur oleh siapa pun. Tapi ilmu tanpa guru adalah percuma. Toh tetap saja ia harus patuh pada aturan sekolah ninjanya. Karena menjadi jonin tidak bisa instan, melainkan harus melalui proses.
Naruto adalah siluman rubah berekor sembilan yang belajar di sekolah ninja. Ia hobi makan ramen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.animetv.ws/images/AnimeTV-Naruto.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-89" src="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/05/naruto.jpg?w=82&h=96" alt="" width="82" height="96" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">(sebuah refleksi perkaderan)<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Naruto Uzumaki pernah mencoba jalan sendiri. Ia tidak mau diatur oleh siapa pun. Tapi ilmu tanpa guru adalah percuma. Toh tetap saja ia harus patuh pada aturan sekolah ninjanya. Karena menjadi jonin tidak bisa instan, melainkan harus melalui proses.</span><span id="more-88"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Naruto adalah siluman rubah berekor sembilan yang belajar di sekolah ninja. Ia hobi makan ramen (mie). Ia ngebet dikenal dan diakui, makanya ia ngotot menjadi hokage, yaitu strata shinobi (ronin) paling tinggi yang diakui keberadaannya oleh semua kalangan. Salah satu jurus yang dipelajari Naruto adalah Bunshin no jutsun, jurus kloning, kepada Iruka, gurunya di sekolah ninja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Di sekolah ninja, semua murid belum bisa disebut ninja. Baru calon. Untuk menjadi Genin (ninja tingkat bawah) saja demikian sulit, apalagi meraih posisi Jonin (ninja tingkat atas). Terbukti, beberapa kali Naruto mengikuti ujian jurus, ia tidak bisa mengklon dirinya dengan sempurna. Kadang yang muncul adalah seorang putri. Kadang fisik Naruto, tapi duplikatnya ini muncul dalam kondisi teler alias tidak siap tempur. Tidak heran, di kelas itu, Naruto meraih posisi paling buncit. Tapi tetap saja kepribadiannya yang sok tahu, banyak omong dan lagak, menyepelekan orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Saat musim ujian tiba, ia disatukan dalam sebuah tim bersama Sasuke dan Sakura. Sasuke adalah murid terpintar dalam kelas. Orangnya cool dan jaim. Sakura adalah murid sentimentil yang naksir berat kepada Sasuke. Dan Naruto naksir berat kepada Sakura. Ketiga jenis manusia yang sangat berbeda kepribadian ini disatukan dalam sebuah tim dengan tutor Kakashi Hatake.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Ujian tim tiba. Kakashi membawa dua bekal makan siang. Sedangkan anggota tim ada tiga orang. Artinya, ada satu anggota tim yang tidak akan bisa makan. Kemudian masing-masing berebut klentengan yang dipegang Kakashi sebagai syarat memperoleh bekal makan siang. </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Satu persatu anggota tim kalah. Kakashi komentar sinis, tidak ada satu pun yang lulus. Dua bekal makanan diberikan kepada Sasuke dan Sakura, di depan Naruto yang terikat karena berbuat curang: ingin mencuri bekal. Kemenangan mereka dapatkan justru di luar pertempuran setelah Sasuke dan Sakura membagi makan siangnya kepada Naruto. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Itulah ringkasan awal film animasi Naruto. Di balik kisah heroik semacam itu, banyak film menampilkan jagoan berasal dari etnis yang kalah atau terbuang, bisa juga siluman yang tidak diakui, atau golongan jin yang baik, tersimpan sebuah sistem perkaderan yang perlu dikaji lebih lanjut. Ya, sekolah ninja menyimpan banyak hal menarik tentang bagaimana nilai-nilai keninjaan tersimpan rapi dalam sistem perkaderan. Dalam artikel ini, aku ingin menafsir tentang segala simbol dalam animasi Naruto dengan dimensi organisasi perkaderan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Menyimpan personalitas</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pertama, siluman rubah berekor 9. Apa yang lebih menarik perhatian kita saat mendengar kata ‘siluman rubah berekor 9’? Tentu jumlah ekornya yang berjumlah 9. Padahal biasanya kita melihat tubuh, bukan ekor, yang hanya bagian remeh dari tubuh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Siluman punya kaitan erat dengan simbol keliaran, uncontroled, jejadian. Sebelum Naruto nyantri di sekolah berkepribadian yang liar, tidak bisa diatur, semaunya, merasa benar sendiri, arogan, one man show, dll. Dalam bahasa lain, ia adalah sebuah individu yang belum mengorganik, belum memasuki sebuah sistem organisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Saat telah masuk ke sebuah sistem pun, perilaku personal biasanya masih tetap hadir menghiasi kerja organisasi. Dalam kelas ninja, bahkan ketika sudah masuk dalam tim, Naruto masih suka usil. Tidak heran, menimpali omongan Naruto yang asal cuap dan pengen instan jadi jawara agar eksistensinya diakui, Kakashi (sang tutor) berucap, “Di dunia ini, orang yang paling rendah kemampuannya biasanya bicaranya paling keras.” <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Dengan demikian, siluman rubah berekor 9 adalah sebuah pencitraan animasi tentang nafsu dan kehendak untuk menjadi dirinya sendiri tanpa peduli kepada yang lain. Ekor 9 yang lebih menarik perhatian kita, bukan wajah atau tubuh rubah, adalah ekspresi tentang perayaan individualitas tanpa respek terhadap masalah sosial.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Dalam kisah itu, Naruto tidak bisa mengaktualkan kembali energi silumannya karena telah dikunci oleh Hokage dan kuncian itu semakin kuat tatkala Naruto semakin mendalami jurus-jurus ninja di sekolah. Ekspresi personal itu kemudian hilang, lebur, anihilasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Dalam struktur perkaderan, anda tidak akan bisa menerima pelajaran ketika dalam diri anda masih tersimpan siluman atau keakuan. Apalagi ketika keakuan tersebut tidak mempunyai pola yang jelas. Ekor 9 adalah simbolisasi ngawurnya fokus ketika perhatian teralih pada sesuatu yang remeh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Menyembunyikan keberadaan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Personalitas hanya diakui saat masih jadi kadet sekolah ninja. Setelah itu, ia harus melebur dalam sistem. Peraturan dasar ninja yang pertama adalah menyembunyikan keberadaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Lihatlah film-film tentang ninja. Mereka berpakaian gelap yang rapat dan berpenutup wajah. Ninja tanpa tutup wajah biasanya adalah tokoh elite atau Hogakenya. Kegagalan seorang ninja adalah ketika ia itu narsis. Ninja yang berpakaian ngejreng (kontras, mencolok), tampil siang hari di tengah keramaian sambil teriak “Hallo, here I am!” dan memakai parfum yang tercium ribuan kilometer, pastilah bukan ninja sejati. Bisa jadi ia hanya punya motor Kawasaki Ninja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Mereka beraksi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Cukuplah orang lain mengetahui akibatnya saja, tanpa perlu mengenali siapa pelakunya. Itulah gerakan ninja. Cepat, tepat, efektif. Tanpa koar-koar. Apabila seorang ninja pamer diri dalam beraksi, bisa dipastikan ia bukan ninja. </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Mungkin hanya kumpulan gerombolan. Kita bisa lihat film era 80-an, “American Ninja” yang dibintangi Michael Dudikoff. </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Si jagoan neon ini hanya dikenali sebagai prajurit rendahan biasa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Organisasi kader sejati selalu mempunyai nafas panjang dan tidak mudah terpancing. Saat mereka melakukan pembinaan diri, mereka tidak grasa-grusu dan pamer diri ke orang-orang. </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Diam dan kalem saja. Mereka tidak membuat orang lain sadar akan kegiatan ini. Contoh konkretnya ini bisa terlihat dalam pembangunan sebuah gedung di daerah mana pun. Saat mereka membangun, area dibatasi oleh pagar seng yang tinggi sehingga membuat orang luar tidak bisa melihat apa yang sedang dikerjakan di dalam. Khalayak ramai baru menyadari ketika bangunan itu sudah berdiri kokoh. Ketika bangunan itu sudah terlihat, orang-orang tetap saja tidak tahu apa bahan dasar bangunan tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Bergerak dalam tim</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Ninja juga bergerak dengan tim, tidak main sendiri. Konsolidasi dalam tempat gelap, sembunyikan diri, serang musuh di saat mereka lengah, potong sel ketika serangan gagal, dan tetap sembunyikan diri meskipun kemenangan telah diraih. Ada saatnya nanti untuk [di]muncul[kan]. Itu pun belum tentu jagoannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Mereka menyadari bahwa kekurangan salah satu dari mereka akan tertutupi oleh rekan lain tanpa ada superioritas personal. Mereka taat perintah pimpinan. Saat berkumpul, mereka bisa adu wacana dengan dalil-dalil rasional. Tapi ketika beraksi, wacana terserap dalam tindakan. Inti kelulusan Naruto cs dalam ujian justru adalah karena kerjasama tim dan kerelaan berkorban, bukan karena kepiawaian personal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Tim yang terbentuk terbagi dalam unit-unit kecil. Sering disebut sistem sel. Sistem ini dibentuk untuk memaksimalkan target. Ketika ada gangguan atau kegagalan, sel ini bisa dipotong sehingga tidak mengganggu sel lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sistem ini dijaga oleh orang yang dianggap pimpinan atas. Dalam komik Naruto disebut sebagai Hokage. Sistem ini bisa dipimpin oleh perorangan (yang biasanya dipanggil ketua, don, fuhrer, imam), atau sekelompok orang (politbiro). Yang pasti, tanpa diketahui publik, ada sistem dalam gerakan perkaderan ini yang sengaja dibuka, dan ada pula sistem yang ditutup, hanya diketahui oleh ketua. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sistem terbuka hanya untuk menarik perhatian calon member baru. Orang-orang melihatnya sebagai organisasi biasa. Mungkin Cuma sekadar kelompok diskusi, arisan, pengajian, atau lembaga kursus biasa. </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Orang-orang yang duduk di jabatan itu pun sekadar syarat administrasi saja. Suatu saat, bila diperlukan, bisa jadi yang anggota jadi ketua, yang sekretaris menjadi manajer dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Karakter tutor</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Naruto adalah murid paling bodoh di kelas, digabung dalam satu tim dengan Sasuke (murid terpintar yang cool, jaim), dan Sakura yang sangat memuja Sasuke. Bagi sebagian orang, ini bukan tim karena disparitas kemampuan dan keilmuan yang sangat jauh. Seharusnya, tim itu beranggotakan orang-orang yang punya keahlian yang relatif sama. </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Bergabung dengan sesama ahli saja belum tentu klop, apalagi bila dengan orang yang berilmu paling rendah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Justru itulah. Ini sistem ninja. Tidak penting siapa bergabung dengan siapa. Setiap orang yang sangat mungkin punya watak saling berlawanan mesti bisa berkomunikasi satu sama lain. Masalahnya tidak berhubungan sama sekali dengan kenyamanan dan selera, melainkan fokus pada tujuan. Misi harus berhasil dan pantang gagal. Karena kegagalan hanya meninggalkan bangkai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Tugas mentor/tutor adalah merangkaikan seluruh perbedaan menjadi sebuah mozaik yang indah, sebuah irama merdu yang bisa bergerak bersama untuk sebuah kesuksesan misi, tanpa melepaskan individualitas seseorang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Tentang Kakashi, sang mentor, tidak pernah cerita detil tentang misi yang harus dilakukan. Ia baru membukanya setelah misi usai, tentang apa dan mengapanya. Tugas murid hanya menjalankan perintah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Namun ada hal yang sering dilupakan oleh banyak aktivis sistem sel seperti ini, bahwa jabatan mentor bukan sekadar masalah loyalitas melainkan juga ketrampilan dan keilmuan. Sebelum mentor itu diakui sebagai pimpinan tim, ia membuka diri untuk dikritik dan disanggah semua pandangannya. Inilah uji material dan nyali seorang tutor. Ketika ia tidak sanggup menjawab sanggahan, maka posisinya telah turun dan harus diganti dengan yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Dengan mengamati sekilas sistem tutorial ini, indoktrinasi yang rasional menjadi basis perkaderan. Tidak ada wilayah haram untuk ditanya atau digugat. Ketika wilayah wacana sudah selesai dan berlanjut ke wilayah aksi, semua anggota bergerak secara organik dalam sistem komando. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Bukan Avatar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Kisah Naruto tidak bicara heroisme privat dan keajaiban. Naruto hanyalah seorang murid sekolah ninja. Tidak ada yang istimewa dalam dirinya, kecuali bahwa ia telah mencerap dan menjalani sistem perkaderan. Ada unsur teleologis yang membuatnya akhirnya bisa menahan diri untuk memarkir keakuannya, hanya dalam dirinya saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Inilah yang membedakan kualitas nilai dalam kisah animasi Naruto dibandingkan dengan Avatar. Dalam animasi Avatar, Sang Messiah, memperoleh kedigjayaan secara langsung given, tanpa belajar. Organisasi yang dibuatnya tiada lain adalah gerombolan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Avatar tidak pernah membangun sistem. Kalaupun ia berhasil membangun sebuah organisasi, ia hanya bergerak berdasarkan kharisma mistiknya. Ketika ia lenyap, maka bubar jualah organisasi tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Avatar juga tidak peduli dengan bagaimana bangunan sosial di sekelilingnya. Ia menghindari diri untuk konflik dengan kerajaan api. Padahal kelakuan kerajaan api jelas-jelas merusak. Dalam alam kasat mata, konflik dan perang adalah suatu kemestian yang mesti dihadapi. Tidak setiap orang bisa diajak diskusi dan bermain wacana. Dan tidak setiap penguasa zalim nan penindas mau menerima ocehan kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Perkaderan melalui sistem sel adalah sebuah pilihan rasional ketika nilai-nilai ideologis ingin dilanggengkan dalam sebuah perkaderan dengan anggota yang steril. Figur atau aikon awal organisasi hanyalah sebagai tukang yang mengerjakan bangunan awal organisasi ini. Selanjutnya, penghuni atau kader yang melestarikan dan mengembangkannya.[andito]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Makalah untuk diskusi perkaderan di kalangan mahasiswa Bandung, 4 Mei 2008.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anditoaja.wordpress.com/88/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anditoaja.wordpress.com/88/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anditoaja.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anditoaja.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anditoaja.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anditoaja.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anditoaja.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anditoaja.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anditoaja.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anditoaja.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anditoaja.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anditoaja.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anditoaja.wordpress.com&blog=2495310&post=88&subd=anditoaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/07/naruto-itu-membasis/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/anditoaja-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/05/naruto.jpg?w=82" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mualaf</title>
		<link>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/07/mualaf/</link>
		<comments>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/07/mualaf/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 03:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anditoaja</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anditoaja.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[ 
Selasa 6 Mei 2008, jam 12:30 WIB.
Setelah menghadiri sebuah diskusi di Gedung Pascasarjana Universitas Indonesia di Salemba, aku rehat sebentar di Masjid Sunda Kelapa. Saat itu sedang ada ikrar masuk Islam seorang mualaf asal Thailand. Mualaf berarti “orang yang terbujuk (untuk masuk Islam)”.
Dengan ramah, sang pembimbing menuntunnya mengucapkan basmallah dan syahadat yang diikuti dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span><a href="http://www.torsb.bollnas.se/filer/sidor/indonesia/religion/pict/moslem.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-87" src="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/05/moslem-pray1.jpg?w=128&h=96" alt="" width="128" height="96" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Selasa 6 Mei 2008, jam 12:30 WIB.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Setelah menghadiri sebuah diskusi di Gedung Pascasarjana Universitas Indonesia di Salemba, aku rehat sebentar di Masjid Sunda Kelapa. Saat itu sedang ada ikrar masuk Islam seorang mualaf asal Thailand. Mualaf berarti “orang yang terbujuk (untuk masuk Islam)”.</span><span id="more-86"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Dengan ramah, sang pembimbing menuntunnya mengucapkan basmallah dan syahadat yang diikuti dengan patah-patah. Ia lumayan lancar bicara bahasa Indonesia, tapi untuk ucapan bahasa Arab memang kurang fasih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Setelah selesai menuntun pembacaan syahadat, muncul ceramah singkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">“Sekarang anda telah menjadi seorang Muslim. Pelajarilah Islam dengan sungguh-sungguh. Tinggalkanlah agama anda terdahulu, Buddha. Tidaklah perlu mengkajinya lagi kecuali untuk hal-hal yang tidak berkenaan dengan akidah. Karena akidah anda adalah Islam.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Isinya cukup aneh: kita tidak boleh belajar akidah agama lain. Lho, gimana sih? Bukankah ia bisa jadi mualaf justru karena belajar akidah selain Buddha, yaitu Islam? Seandainya “tidak perlu mengkaji akidah lain” itu didengarnya saat masih seorang Buddhis, maka tidaklah mungkin ia mengenal Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Meskipun demikian, aku masih cukup mentolerir. Pengajar agama yang tidak gaul tentu akan menilai negatif terhadap semua agama selainnya. Maklumlah, cari duitnya kan di situ. Kalau ia tidak merendahkan agama lain, keustadannya kurang seru, tidak menggigit, dan tawaran manggung di mihrab bisa berkurang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Sang ustad melanjutkan, “Islam itu agama damai, peace religion. Islam tidak mengajarkan kekerasan. Islam bukan teroris. Yang teroris adalah Amerika, Inggris, dan Australia. Merekalah teroris yang sesungguhnya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Ungkapan inilah yang membuat aku terhenyak. Astaga. Logika amburadul dan menyesatkan. Islam itu damai, yang teroris itu Amerika, Inggris, dan Australia. Mungkin maksudnya, yang teroris itu pemerintah Amerika, Inggris, dan Australia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Setahuku, dalam kerjasama bilateral, selalu ada diplomasi dan perang. Perang itu pilihan terburuk. Tapi semua negara butuh sebanyak mungkin teman untuk networking, perluasan pasar, pencarian bahan baku, dan transformasi pendidikan. Mungkin ada kebijakan pemerintah suatu negara yang salah. Tapi tidak semua kerjasama dalam bidang lain harus dimentahkan. Bahkan bisa jadi tidak berhubungan atau tidak ketemu konteksnya. Toh tetap saja imigan Muslim banyak yang cari hidup di negara-negara Barat, mendirikan masjid di mana-mana tanpa perlu izin kelurahan setempat dan tidak dibakar. Dan tanpa berucap terima kasih mereka maki-maki negara pemberi makan mereka. Di Indonesia yang mayoritas Muslim tapi bukan negara agama, mendirikan gereja demikian ribet dan mengadakan kebaktian di rumah (kebaktian itu semacam yasinan di kalangan Islam tradisional) berisiko diganggu warga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Maka, ungkapan “Islam bukan teroris. Yang teroris itu Amerika, Inggris, dan Australia” sangat berbahaya. Ia seperti bubuk mesiu yang siap meledak. Bila mualaf itu semakin giat belajar Islam yang katanya agama damai, maka kebenciannya terhadap negara-negara Barat semakin memuncak. Sungguh ironis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Seharusnya ustad itu bicara, “Islam itu agama damai, Islam tidak mengajarkan kekerasan. Islam bukan teroris. Karena anda telah menjadi Muslim, maka anda harus lebih toleran dan kasih sayang terhadap sesama, terutama mereka yang miskin dan tertindas.”[] </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anditoaja.wordpress.com/86/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anditoaja.wordpress.com/86/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anditoaja.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anditoaja.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anditoaja.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anditoaja.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anditoaja.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anditoaja.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anditoaja.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anditoaja.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anditoaja.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anditoaja.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anditoaja.wordpress.com&blog=2495310&post=86&subd=anditoaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anditoaja.wordpress.com/2008/05/07/mualaf/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/anditoaja-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/05/moslem-pray1.jpg?w=128" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ahmad Helmi Ali Ridho: Dari Ngaji Harakah ke Kajian Esoteris</title>
		<link>http://anditoaja.wordpress.com/2008/04/24/ahmad-helmi-ali-ridho-dari-ngaji-harakah-ke-kajian-esoteris/</link>
		<comments>http://anditoaja.wordpress.com/2008/04/24/ahmad-helmi-ali-ridho-dari-ngaji-harakah-ke-kajian-esoteris/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 04:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anditoaja</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anditoaja.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[


Tampilannya kalem dengan kumis tipis setia menghias di atas bibirnya. Murah senyum dan nada bicaranya lembut. Gayanya cool dan ramah khas anak Betawi. Meski tampilannya suka memakai baju koko sudah mencirikan diri sebagai ustaz, tapi orang-orang mungkin tidak menyangka bahwa ia pernah menjadi juru dakwah kondang di lingkungan gerakan Islam (harakah Islamiyah) yang mengusung ajaran-ajaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-83" src="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/04/dsc013641.jpg?w=72&h=96" alt="" width="72" height="96" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Tampilannya kalem dengan kumis tipis setia menghias di atas bibirnya. Murah senyum dan nada bicaranya lembut. Gayanya <em>cool</em> dan ramah khas anak Betawi. Meski tampilannya suka memakai baju koko sudah mencirikan diri sebagai ustaz, tapi orang-orang mungkin tidak menyangka bahwa ia pernah menjadi juru dakwah kondang di lingkungan gerakan Islam (harakah Islamiyah) yang mengusung ajaran-ajaran Hasan al-Banna, tokoh utama Ikhwanul Muslimin di Mesir.<span id="more-81"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Ia aktif berdakwah sejak 80 hingga 95-an, dimulai dengan membina pelajar, kemudian mahasiswa hingga profesional muda. Secara perseorangan, perlahan namun pasti, bibit-bibit aktivis itu ia semai, dihimpun dalam sebuah lingkaran kecil (halaqah) dengan sistem rekrutmen yang ketat, selektif dan terorganisir rapi. Kini, bibit-bibit aktivis dakwah itu telah berubah menjadi pohon raksasa, sebuah partai dakwah yang disegani partai dan komunitas lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Itulah kegiatan masa lalu Ustaz Helmi, panggilan akrab dari Ahmad Helmi Ali Ridho. “Ibu memberi saya nama Ahmad Helmi, sedangkan ayah menambahi Ali Ridho. Kemudian saya gabung menjadi Ahmad Helmi Ali Ridho. Itulah nama asli saya.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Era 80-an adalah masa kelam bagi umat Islam di Indonesia. Saat itu Suharto menjaga irama stabilitas sosial politik dengan memasang kabinet dan lembaga birokrasi dari kalangan yang anti/tidak ramah terhadap Islam. Segala simbol-simbol keislaman adalah barang terlarang di ranah publik. “Susah cari tempat untuk acara pengajian atau <em>daurah</em>,” kenangnya. Maksudnya adalah mengkaji akidah dan ideologi Islam, bukan sekadar belajar ritus. Akhirnya, <em>halaqah</em> dilakukan di tempat-tempat umum tapi tidak mencurigakan seperti di kebun binatang, taman, lapangan, hingga kebun raya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Akhir 80-an, posisi kelas menengah Muslim menguat dan membesar bak cendawan di musim banjir. Suharto mulai melonggarkan karet gelangnya dan memberi ruang lebih luas kepada kelompok-kelompok Islam. Kegiatan di mesjid kampus semakin beragam. Militer tidak lagi mengejar aktivis Muslim moderat, melainkan fokus pada gerakan kiri dan kanan ekstrim yang ingin mengubah ideologi negara dengan cara kekerasan. “Kondisi ini tercipta karena masuknya pemikiran Islam dan menguatnya jenderal santri dalam tubuh militer.” Jelasnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Perubahan kebijakan intelijen ini berdampak positif bagi aktivitas dakwah Helmi. Ia sudah bisa masuk ke tempat kost mahasiswa. Dengan memakai <em>whiteboard</em>, tiap grup pengajian hanya terdiri dari 5-10 orang untuk memudahkan internalisasi sekaligus pengawasan. Biar bagaimanapun, “Kita memang wajib waspada terhadap segala bentuk inflitrasi yang bisa melemahkan gerakan dakwah Islam.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Dilahirkan dari keluarga Betawi, Helmi tumbuh sebagai anak yang relijius. “Setiap anak Betawi pasti bisa ngaji. Paginya mereka sekolah formal, sore hingga malam mereka biasanya nyantri di langgar (mushalla). Orangtua saya secara tradisional sangat relijius. Karenanya, saya disekolahkan di sekolah agama dan pesantren.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Lazimnya tradisi pemikiran Islam di Indonesia, ayahnya kental menganut Teologi Asy’ariyah. Ia sering mengajak diskusi tentang doktrin yang diyakini dan dijalaninya pada Helmi. Namun sebagian besar keyakinan ayahnya tidak menarik perhatian Helmi meskipun ia selalu menaruh sikap hormat dan tidak pernah membantah omongan-omongan ayahnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Meretas dakwah dari PII ke Al-Ikhwan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Penolakannya terhadap doktrin Asy’ariyah yang deterministik mungkin dipengaruhi secara alamiah oleh karakter aktivisnya yang cenderung kritis dan progresif. Alasannya, “Meskipun waktu itu saya masih kecil, tetap saja rumit memahami konsep teologi ini karena banyak yang kontradiksi dengan realitas dan rasionalitas kita.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Masa remajanya dicurahkan untuk aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) yang berpusat di Menteng Raya, sebuah organisasi binaan tokoh-tokoh Masyumi. Di PII, Helmi masuk struktur sampai tingkat pengurus Daerah Jakarta Selatan bidang Dakwah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Helmi punya alasan mengapa dia berdakwah. Landasannya ayat al-Quran, “<em>Wa man ahsanu qawlan min man da&#8217;a ilallaahi wa ‘amila shalihan wa qala innani minal-muslimin.”</em> (Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan ia beramal saleh dan ia berkata: “Aku sungguh termasuk orang yang berserah diri”).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Di tengah kegiatan dakwahnya di PII, Helmi bertemu dengan aktivis-aktivis yang mengusung Ideologi Ikhwanul Muslimin, sering disebut “Al-Ikhwan”. Akhirnya, ia turut terlibat merintis organisasi dakwah <em>underground</em> ini yang sekarang sudah menjadi partai politik cukup diperhitungkan dan ditakuti karena sistem pengaderannya yang solid.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Dari berbagai suka-duka selama di medan dakwah, pengalaman paling berkesan adalah saat ia membina pemuda-pemuda aktivis Islam hingga menjodohkan dan membuat mereka berumah-tangga. “Di usia 25 tahunan saya sudah punya ‘menantu&#8217; dari binaan-binaan saya yang saya jodohkan.” Katanya dengan senyum simpul.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Kedekatannya dengan gerakan Al-Ikhwan terkondisikan dengan perubahan pemikiran yang ia dapatkan dari kegemarannya membaca buku. “Kesadaran agama saya muncul karena saya hobi membaca. Meskipun saya <em>ngendon</em> di Pesantren NU, tapi saya sudah terpengaruh oleh pemikiran Hamka yang dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah. Saya punya koleksi buku-buku Hamka. ‘Tasawuf Modern’-nya luar biasa.” Kenangnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Masih di pesantren, Helmi melahap habis buku <em>Ma’alim fi ath-Thariq</em> karya Sayyid Quthb dalam tiga hari. Buku itu langsung mengubah perilakunya sejalan dengan pemikiran tokoh besar Al-Ikhwan yang syahid di tiang gantungan rezim Gamal Abdul Nasser. Helmi meyakini, segala yang tidak berhukum pada al-Quran adalah Jahiliyah, maka harus diperangi dengan berbagai cara dan kemampuan. Sejak itu, ia mengoleksi buku-buku Hasan al-Banna, Sa’id Hawwa, Abul A’la Maududi, Maryam Jamilah, Mohammad Asad, Fathi Yakan, Muhammad Quthb, Hamidah Quthb, Ali Juraishah, dan lain-lain yang notabene adalah tokoh-tokoh sentral Al-Ikhwan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Tentu saja perubahan pemikirannya yang menjadi radikal ini tidak akur dengan gaya pesantren tradisional yang cenderung <em>status quo</em> terhadap segala bentuk kebijakan pemerintah. Ia juga acap berbenturan pendapat dengan guru-gurunya di pesantren dalam soal-soal keislaman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Misalnya tentang jihad. Ia se<span style="color:#111111;">pandangan dengan Sayyid Quthb tentang surat al-Anfal ayat 72 sebagai salah satu ayat disyariatkannya jihad, <em>“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi&#8230;&#8221;</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="color:#111111;">Sayyid Quthb menggambarkan Islam sebagai agama yang aktif menyebarkan nilai-nilai Islam ke seluruh alam tanpa memandang batas warna kulit dan geografis. Bila dakwah lisan tidak dirintangi, maka jihad dengan lisan itulah yang dilakukan. Namun, jihad fisik dapat dilaksanakan bila dakwah Islam dirintangi. Metode dakwah akhirnya menjadi panduan penting untuk menghilangkan tekanan dan rintangan dakwah dengan segala kekuatan yang ada. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="color:#111111;">Dengan demikian, jihad fisik tidak bisa lepas dari jihad lisan. Konsep jihad yang benar niscaya selalu membawa kemaslahatan untuk masyarakat banyak, bukan sebagai konsep yang menakutkan pribadi manusia, apalagi bertindak kasar dan bengis sebagaimana yang digambarkan kalangan Barat. Pemahaman Sayyid Quthb terhadap jihad inilah yang tertanam dalam konsepsi Helmi, pria kelahiran Jakarta </span>7 Oktober 1965 ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Metode mengikat ukhuwah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Setiap gerakan-gerakan ideologis, entah yang berlabel agama maupun tidak, selalu mempunyai pola untuk ‘memagar’ konstituennya agar tidak keluar dari jamaah. Secara rutin, Helmi menempa kelompok pengajian binaannya dengan segala macam dogma dan metode. Sehingga ikatan persaudaraan (ukhuwah) terjalin erat. Semua anggota saling mengikat satu sama lain. “Dalam tradisi kita, ukhuwah itu adalah tindakan, bukan wacana. Bukan saudara bagi mereka yang tidak peduli terhadap nasib sesama saudara Muslimnya.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Persaudaraan dibina melalui seringnya pengajian bersama (taklim). Dalam waktu tertentu mereka melakukan perjalanan bersama (rihlah). Terus menginap bersama (mabit). “Ujian pertemanan yang terakhir adalah saat kita punya hubungan keuangan dengan sesama anggota grup. Biasanya, banyak orang yang tidak bermasalah untuk sekadar kajian dan jalan bareng, tapi sontak berubah saat muncul masalah keuangan.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Ikatan inilah yang menjadi pondasi kokoh sehingga setiap kader pengajian Helmi tidak mau keluar dan mencari tempat kajian lain. “Mungkin saja ada di antara mereka yang sedang mengalami pergolakan pemikiran karena suatu buku atau diskusi yang sedang dia simak. Tapi lagi-lagi mereka bertanya balik pada diri sendiri, tempat di luar belum tentu menjanjikan. Kita bisa semakin pusing. Sedangkan di sini, betapa pun banyak kekurangan, adalah keluarga kita sendiri. Banyak saudara yang siap membantu kita di ladang dakwah.” Demikian Helmi memberi resep.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Membaca, “dosa terbesar” anggota harakah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Tapi dasar memang buku adalah jendela dunia, membuat kita lebih bisa luas berefleksi tentang realitas diri dan lingkungan. Buku membuat kita berubah wujud pada setiap lembar yang kita buka. Buku membongkar sekat-sekat eksklusivitas diri, membuat diri kita bisa berdialog secara ramah dengan selain kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Helmi melakukan “kesalahan terbesar” yang bisa merusak tatanan organisasi. Dia suka membaca. Baca apa saja. Dan apa saja itu berarti segala hal yang mencerahkan tapi juga bisa mengganggu dan menggoyang arus utama organisasi karena sifatnya yang kritis dan main hantam segala kejumudan pikiran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">“Kita memang dianjurkan membaca buku. Tapi buku yang dianjurkan <em>murabbi</em>, bukan pilihan sendiri, apalagi yang fikrahnya berbeda dengan kita.” Ujar aktivis yang pernah kuliah di LPBA Ibnu Sa’ud di Salemba (sekarang namanya LIPIA, berkantor di Buncit Raya), Averroes (waktu itu kampusnya di Buncit Raya), dan juga di IAIN Jakarta. <span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Keterbukaan dan pencerahan dari buku itulah yang kemudian menyadarkannya bahwa dunia tempat ia aktif berdakwah mengecil dan menyempit. “Ibarat gelas yang ukurannya sudah tetap. Organisasi juag demikian, punya nilai-nilai tersendiri. Sedangkan kita dahaga dengan berbagai ilmu. Air ilmu itu bisa tumpah sia-sia bila ditampung oleh gelas kecil. Pada saat yang sama, bila tetap dipaksakan, gelas itu bisa pecah.” Demikian tamsilnya tentang organisasi lamanya dan kecenderungan pemikiran baru yang diterimanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Pilihan akhirnya adalah seberapa besar kita siap dan mau berubah untuk mencari hakikat. Karena risikonya tidak senyaman mendengar lagu-lagu <em>new age</em> atau <em>gregorian</em>. Kritik, cercaan hingga pengasingan adalah satu paket dalam perubahan wacana. “Bahasa <em>harakah</em>-nya, saya ini adalah orang yang <em>futhur</em>, jatuh di medan dakwah. Bahasa lembutnya: sudah sesat dan menyesatkan, hahaha. Makanya, setelah perubahan pemikiran saya terdeteksi, grup pengajian saya langsung mereka amankan. Semua kontak saya dengan mereka dihapus. Dengan demikian, ‘kesesatan’ saya tidak menjadi epidemi.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Pasca berkubang dengan pemikiran Hamka, Hasan al-Banna, dan Sayyid Quthb, Helmi tancap gas melahap buku-buku esoteris. “Sudah cukuplah dengan <em>ekstorisme</em>. Bukan tidak penting, hanya saya membutuhkan kajian yang lebih mendalam dan universal.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Jejak evolusi pemikirannya terekam dengan baik dari berbagai buku yang dibacanya, seperti karya Imam Khomeini, Murtadha Muthahhari, Ali Syariati, Deepak Chopra, Anthoni De Mello, Bhante Henepola Gunaratana, Ibnu Arabi, Jalaluddin Rumi, Martin Lings, Fritjof Schuon, H. Dornes Tuanku Mudo. Mengapa? “Saya rasakan mereka berbicara dan menulis dengan daya spiritualitas yang tidak hanya menyentuh rasio tapi juga ruhani dan bahasa mereka mencerahkan.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Damai sebagai orang biasa</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Bagi mereka yang sudah terbiasa aktif <em>wirawiri</em> di dunia dakwah dan gerakan Islam, tidak ketemu umat sama seperti tidak <em>fitness</em> bertahun-tahun. Tapi Helmi melihatnya dari sudut lain. “Saya menjadi punya waktu memikirkan jiwa ini. Belasan tahun urusi umat tapi tidak pernah <em>muhasabah</em> ke relung batin yang paling dalam rasanya, kok naif ya?” Tutur sosok yang sedang terkagum-kagum dan terpengaruh oleh Ibnu Arabi dan Imam Khomeini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Selain itu, menjadi orang biasa juga membuatnya jadi lincah mencari pengajian-pengajian tasawuf yang menurutnya adalah jantung semua agama. “Sekarang saya agak hati-hati berdakwah. Saya perhatikan ayat-ayat yang sering saya pakai pada masa lalu yang menyuruh menyeru kepada Allah bukan pada diri atau kelompok saya saja.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Buku-buku yang berpengaruh berat pada dirinya adalah <em>Ma&#8217;alim fi ath-Thariq</em> (Sayyid Quthb) dan <em>Arba’ina Haditsa</em> (Imam Khomeini). Dan kini, ia sedang tenggelam dalam kajian kitab <em>Fusush al-Hikam</em> karya Muhyiddin Ibnu Arabi. Kajian rutin ini diadakan tiap Rabu malam di Yayasan Paramadina (depan RS Pondok Indah) dengan pembimbing Muhammad Baqir.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Meskipun aktivitas sebagai dai ditanggalkan untuk sementara waktu, hobi mengajarnya tetap terpelihara karena ia salurkan dalam mengajar bahasa Arab. Metode itu dinamainya ASL (Arabic Super Learning). “Metodenya saya disain bagi orang-orang sibuk, sehingga mereka dapat berbahasa Arab dengan semudah mungkin tanpa disibukkan oleh pekerjaan rumah maupun hafalan. Dan <em>alhamdulillah</em>, banyak yang menikmati keefektifannya.” Sekarang ia mengajar di Islamic Cultural Center, Paramadina, Mesjid Raya Cinere, Kantor Yayasan Madania di Wijaya Center dan beberapa tempat lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Mengajar dan belajar dikondisikannya sedemikian rupa sehingga tidak ada salah satu yang dikorbankan. “Saya ubah terlebih dahulu cara pandang saya tentang waktu. Saya memilih konsep ‘berapa jam’ sehari bukan mematok waktu ‘jam berapa’ setiap hari. Dengan konsep ‘berapa jam,’ saya merasa lebih leluasa untuk mengatur waktu kegiatan apa saja.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Helmi termasuk integralis, yang berprinsip bahwa tidak ada irisan-irisan dalam kehidupan ini. Baginya, irisan-irisan akan membatasi peran hidup manusia di dunia. “Dalam bahasa Arab, ada istilah ‘syâghil’ dan ‘masyghul.’ <em>Syâghil</em> berarti orang yang menyibukkan diri, sedangkan <em>masyghûl</em> adalah orang yang dibuat sibuk oleh faktor luar atau pihak luar. Saya lebih cenderung <em>syâghil</em>.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Buku dan metode ASL (Arabic Super Learning) dibuat dalam <em>minda</em> bahwa tidak boleh ada waktu yang sia-sia. Meskipun sebenarnya banyak tersedia buku bahasa Arab dari dalam dan luar negeri yang bisa dipakai untuk acuan mengajar. Alhamdulillah, buku ASL itu sudah Helmi presentasikan di Malaysia dan di Philipina dengan sambutan yang sangat menggembirakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Belajar untuk Mencintai</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Hidup dalam kesadaran universal, kesadaran kreatif, adalah prinsip hidup yang terus dipegang oleh Bapak dari lima anak ini: Mohammad Izzat, Fathimah Dzat Izzah, Abubakar Ashiddique, Mohammad Hilman dan Maryam Hekima. “Saya hanya menjalani hidup. Saya selalu merasa disuruh berjalan hingga satu titik, yang merupakan pembukaan baru bagi <em>fragmen</em> kehidupan saya selanjutnya.” Karenanya, Helmi lurus saja mengkaji berbagai mazhab teologi dan pemikiran. “Sekarang saya mendapatkan ketenangan dalam Mazhab Ahlulbait.” Aliran ini mengacu kepada ajaran keluarga Nabi Muhammad saw. Dalam sejarahnya, mazhab ini lebih dikenal sebagai Syiah Ali (untuk membedakannya dengan Syiah Muawiyah) atau Mazhab Ja’fary (mengacu kepada imam keenam Ahlulbait).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Helmi menemukan bahwa Mazhab Ahlulbait adalah wajah kesempurnaan esoteris-eksoteris Islam. Dalam doktrin mistisisme Ahlulbait, kearifan seseorang ditandai dengan tingkat kepedulian terhadap kehidupan sosial, ilmu pengetahuan, dan bahkan ketatanegaraan, selain tentunya ritual-ritual Ahlulbait yang sangat dalam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">“Lihatlah, apakah ritual-ritual yang kita lakukan bernilai atau tidak dengan melihat apakah kesadaran spiritualitas kita semakin tumbuh atau tidak. Imam Khomeini ra adalah seorang arif, filosof, politikus, dan negarawan. Beliau sangat memerhatikan kesehatan dan suka berolahraga. Beliau juga sebagai warganegara yang baik di negeri tempat beliau bermukim.”<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Pengembaraannya dengan mazhab keluarga Nabi saw ini dilakukan tanpa banyak gembar-gembor. “Saya tidak pernah mengajak keluarga besar saya ke Ahlulbait.” Lama-kelamaan, alih mazhab ini terendus oleh keluarga. Tetapi selalu ada efek kebaikan dalam setiap perbuatan baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Suatu ketika tatkala Helmi menyembunyikan keyakinannya, ada yang menelpon ibunya dan mengabarkan dengan penuh semangat bahwa anaknya sudah ikut ajaran Syiah yang sesat. Ibu dan kakaknya penasaran mengapa anak dan adik mereka dianggap sesat oleh seseorang. Tuduhannya, karena punya Quran-nya beda, suka mencaci-maki sahabat dan soal-soal klasik lainnya. Padahal ibu dan kakaknya melihat Helmi biasa-biasa saja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Akhirnya, mereka minta waktu pada Helmi untuk klarifikasi apakah benar ia sudah ikut agama sesesat itu? Alhamdulillah, jawaban-jawaban Helmi memuaskan mereka. Tidak selesai di situ, ibu, kakak, adik dan ipar-iparnya yang berjumlah belasan orang ikut Helmi ke Bahtera Ahlulbait dan setia hingga saat ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Helmi pernah meminta bantuan kepada seorang ustaz Ahlulbait untuk membimbing keluarga besarnya tentang fikih, teologi, dan lain-lain. Kini, keluarga besarnya itu meminta ia sendiri yang membimbing mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Masyarakat di mana Helmi tinggal tidak tahu apa mazhabnya. “Mereka hanya tahu saya guru bahasa Arab.” Katanya. Meskipun demikian, Helmi dan keluarganya selalu salat berjamaah Magrib dan Isya, juga turut salat Jumat di mesjid dekat rumah dengan mengikuti cara-cara mereka. Bahkan Helmi terkadang diminta berkhotbah Jumat di mesjid-mesjid mereka. “Saya pikir orang awam hanya bisa membaca perilaku dan gak sempat baca buku.” Dengan kata lain, masyarakat akan baik kepada kita penganut Mazhab Ahlulbait selama kita mau membaur dan berpartisipasi dengan setiap kegiatan kemasyarakatan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Helmi yakin, hakikatnya tidak ada orang yang menolak ajaran Ahlulbait. Karena ajaran Ahlulbait merupakan ajaran kesempurnaan, ajaran fitrah. Menolaknya berarti menolak fitrah mereka sendiri. “Musuh kita itu bukan agama atau mazhab lain. Tapi musuh kita yang sebenar-benarnya adalah kebodohan, kemiskinan, penyelewengan harta umum, penindas hak-hak kaum tertindas (mustadh&#8217;afin), <span> </span>dan para perusak perdamaian, persatuan dan persaudaraan.” tegasnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Kenyataannya, yang mereka tolak memang adalah Ahlulbait dalam bentuk yang mereka persepsikan. Celakanya, persepsi buruk mereka akibat dari sikap dan perilaku ketidakhati-hatian mereka yang mengaku pengikut Ahlulbait. “Dari sinilah saya pahami mengapa Imam Ja&#8217;far Shadiq as menasihati pengikutnya dengan kata-kata,<em> ‘Kunu lana zayna wala takunu ‘alayna syaina.’</em> Jadilah kalian penghias-penghias kami dan jangan mencoreng wajah kami.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Helmi berpandangan, masyarakat Indonesia ‘lebih menerima’ esoterisme daripada ekstorisme. Menurutnya, Islam masuk dan menyebar di Bumi Nusantara melalui para wali. Nah, sebutan wali identik dengan dunia esoterik. Ia mencontohkan gerakan Wahabi yang juga ada tapi tidak mengakar karena sangat eksoterik, sehingga selalu menimbulkan konflik. Kemudian ia menyitir sabda Rasulullah saw, “Afsyus salama baynakum,” tebarkanlah pesan damai di antara kalian. “Hanya jiwa yang damai yang dapat menyebarkan pesan damai. Dan jiwa yang damai inilah yang dibentuk oleh esoterisme Ahlulbait atau setiap agama apa pun.” katanya menutup perbincangan. [andito]</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anditoaja.wordpress.com/81/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anditoaja.wordpress.com/81/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anditoaja.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anditoaja.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anditoaja.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anditoaja.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anditoaja.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anditoaja.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anditoaja.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anditoaja.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anditoaja.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anditoaja.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anditoaja.wordpress.com&blog=2495310&post=81&subd=anditoaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anditoaja.wordpress.com/2008/04/24/ahmad-helmi-ali-ridho-dari-ngaji-harakah-ke-kajian-esoteris/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/anditoaja-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/04/dsc013641.jpg?w=72" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ahmadiyah</title>
		<link>http://anditoaja.wordpress.com/2008/04/23/ahmadiyah/</link>
		<comments>http://anditoaja.wordpress.com/2008/04/23/ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 06:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anditoaja</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anditoaja.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[ 
Allahu Akbar!
Hati-hatilah hidup di Indonesia. Apalagi kalau anda jemaat Ahmadiyah. Hanya Islam versi pemerintah saja yang berhak hidup di Indonesia.
Gerakan anti Ahmadiyah kembali merebak. Aksi massa mulai muncul kembali setelah Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) resmi menyatakan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran pokok Islam (16/4/2008).
Hari Minggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#333333;font-weight:normal;"> </span></strong><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-80" src="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/04/mga.gif?w=75&h=96" alt="" width="75" height="96" /></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;color:#333333;font-weight:normal;">Allahu Akbar!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#333333;font-weight:normal;">Hati-hatilah hidup di Indonesia. Apalagi kalau anda jemaat Ahmadiyah. Hanya Islam versi pemerintah saja yang berhak hidup di Indonesia.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#333333;font-weight:normal;">Gerakan anti Ahmadiyah kembali merebak. Aksi massa mulai muncul kembali setelah </span></strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) resmi menyatakan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran pokok Islam (16/4/2008).</span><span id="more-79"></span><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#333333;font-weight:normal;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#333333;font-weight:normal;">Hari Minggu kemarin </span></strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">The Jakarta Post (<span class="dt1"><span style="line-height:150%;">April 20, 200 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </span></span>mengabarkan, “Several thousand Muslim hard-liners staged a peaceful rally at the National Monument (Monas) on Sunday, demanding the government issue a decree to disband the ‘deviant’ Islamic sect Jamaah Ahmadiyah.” Dan h</span><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#333333;font-weight:normal;">ari ini (22/04/0 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> nasib mereka akan ditentukan oleh Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri: M</span></strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:black;">enteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung</span><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#333333;font-weight:normal;">. </span></strong><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;font-weight:normal;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#333333;font-weight:normal;">Apa kesalahan Jemaat Ahmadiyah Indonesia? Lembaga yang berbadan hukum (</span></strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">SK Menteri Kehakiman RI, 13 Maret 1953, nomor JA.5/23/13) </span><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#333333;font-weight:normal;">ini meyakini bahwa </span></strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Ghulam Ahmad (1835/190 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> adalah Imam Mahdi atau Masih Mau&#8217;ud menurut agama Islam. Ia mengajarkan beragama tanpa kekerasan. Semboyannya “</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:black;">Love for All, Hatred for None” (Cinta untuk Semua, Tiada Kebencian untuk Siapapun). Hanya itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:black;">Masalahnya sekarang, apa pengaruhnya ketika Ghulam Ahmad diakui sebagai nabi tanpa syariat? Menurutku tidak berdampak apa-apa. Adalah hak setiap orang untuk mengklaim penampakan yang ia peroleh. Setidaknya, sistem keyakinan mereka membawa mereka kepada kehidupan yang lebih baik dan semakin berperikemanusiaan, semakin sayang kepada sesama manusia dan alam semesta. Itulah yang utama. Agama itu untuk memanusiakan manusia. Bagaimana kualitasnya, kasih saja ke Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:black;">Dan aku tidak percaya 100% ada wakil Tuhan di dalam kelompok Islam semacam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dan segala macam ormas Islam Beku Budaya. Apalagi dengan model Islam yang dibawa oleh Forum Betawi Rempug (FBR), aduh mak. Lebih baik mereka menciptakan Jakarta yang damai dan aman saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Menurutku Ghulam Ahmad itu orang baik. Aku pernah berdialog dengan pengikutnya di Bandung, baik atas nama lembaga maupun personal. Aku juga pernah membaca hampir semua buku yang mereka berikan. Tidak ada yang istimewa dalam segi apa pun. Rasionalitas mereka positivistik, cenderung tidak percaya mistisisme. Jadi, tidak ada peringatan haul, tawassul, ziarah kubur dengan aroma mistis yang kental. Ahmadiyah itu seperti Muhammadiyah tapi tanpa imamah. Ahmadiyah pun masih jauh tertinggal dengan pemikiran mazhab Islam lainnya, terutama Syiah. Meskipun aku banyak kritik Ahmadiyah, bukan otomatis aku di pihak yang lebih benar ketimbang mereka, apalagi saleh. Nggaklah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Lepas dari bagaimana corak keyakinannya, mereka adalah orang yang taat hukum dan mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Bandingkanlah dengan FPI, HTI, MMI, dan kelompok Islam lain yang selalu menebar takut di jalan-jalan protokol. Di relung hati mereka yang paling dalam, mereka ingin mengubah dasar negara Pancasila ke Islam. Apakah itu tidak lebih berbahaya? <strong><span style="font-family:Verdana;font-weight:normal;"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#333333;font-weight:normal;">Lalu, apa yang salah dengan keyakinan Ahmadiyah? Mereka hanya percaya boleh ada nabi pasca Muhammad SAW. Mereka juga tidak terindikasi makan uang negara dan menindas rakyat. Okelah, mereka sesat karena tidak sesuai dengan keyakinan mayoritas. Tapi, apakah pikiran dan keyakinan bisa diadili? Lagipula, keyakinan mayoritas tidak berhubungan sama sekali dengan benar dan salah sesuatu. Kebenaran juga tidak bisa dilekatkan pada restu negara.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pemerintah tidak perlulah mematenkan mana agama yang resmi tidak resmi, aliran yang sesat tidak sesat. Serahkanlah kepada masyarakat masing-masing. Tugas pemerintah itu urus masalah publik, bukan urus masalah privat orang. Seperti dendang Iwan Fals, “urus saja moralmu (wahai pemerintah).” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;color:#333333;font-weight:normal;">Akhirnya, mengapa Kejaksaan via Bakor Pakem doyan mengurus masalah privat ini? Bila dicermati, masih ada tugas publik kejaksaan yang lebih prioritas. Yakni tentang BLBI. Dulu masalah </span></strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">BLBI sebenarnya sedang hangat. Keluarga presiden saja mau diusut. Sedangkan yang paling mendukung pengusutan BLBI itu banyak dari PKS, PAN minus Partai Golkar, yang notabene deket dengan Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Karena isu sensitif selalu berkenaan dengan aliran sesat, maka Depag-lah yang mendapatkan bola apinya dengan JAI sebagai obyek. Maftuh Basyuni (Menag) dan Nasaruddin Umar (Dirjen Bimas Islam) akhirnya yang sibuk urus hal ini. Siapa yang tepuk tangan dalam hal ini? Tentu aktor-aktor intelektual di balik FUI, FUUI, dan lain-lain. Siapa lagi kalau bukan oknum Angkatan Darat yang merasa eksistensinya tercerabut alias nganggur ketika Indonesia itu aman dan damai? Memang ada juga dari mereka yang murni berjuang karena keyakinan. Tapi tetap saja mereka pasti butuh duit untuk sedekah jariyah dan naik haji.</span><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;color:#333333;font-weight:normal;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;color:#333333;font-weight:normal;">Bila penghancuran JAI berhasil maka kelompok-kelompok agama dan mazhab lain yang minoritas sudah masuk daftar antrian. Mazhab Syiah (yang jelas-jelas masih saudara sesusuan dengan kaum Ahlusunnah Waljamaah), warga Kristen di komunitas Islam siap dijadikan tumbal proyek politik elite. Padahal, Wahabisme yang berlindung di ketiak MMI/HTI/FUI/dll lah yang sebenar-benar anti pluralisme, anti Pancasila dan anti-NKRI.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#333333;font-weight:normal;">Hati-hatilah bila paham anda berbeda dengan paham pemerintah. Setidaknya itulah gambaran nyata tentang nasib kelompok keagamaan yang berbeda dengan mainstream. Ternyata, berbuat baik saja tidak cukup di Indonesia. Ketika pelakunya beragama Kristen, atau orang Cina, atau berpaham Ahmadiyah, maka tidak akan ada ucapan terima kasih kepada mereka. Ketika orang Kristen memberikan donasi kesehatan, pendidikan dan pangan kepada penduduk miskin, sontak elite agama menudingnya sebagai Kristenisasi. Ketika warga Cina memberikan bantuan kepada warga pribumi, ditanggapi sinis sebagai upaya mencari hati warga asli. Ketika jemaat Ahmadiyah bersosialisasi dengan warga sekitar, dianggap sebagai upaya menyebarkan ajaran Ahmadi-nya. Sungguh repot hidup di negeri ini.</span></strong><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;color:#333333;font-weight:normal;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;color:#333333;font-weight:normal;">Jadi, h</span></strong><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#333333;font-weight:normal;">ati-hatilah hidup di Indonesia. Apalagi kalau anda jemaat Ahmadiyah. Hanya Islam versi pemerintah saja yang berhak hidup di Indonesia</span></strong><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;color:#333333;font-weight:normal;">… [Andito]</span></strong><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#333333;font-weight:normal;"></span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anditoaja.wordpress.com/79/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anditoaja.wordpress.com/79/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anditoaja.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anditoaja.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anditoaja.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anditoaja.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anditoaja.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anditoaja.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anditoaja.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anditoaja.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anditoaja.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anditoaja.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anditoaja.wordpress.com&blog=2495310&post=79&subd=anditoaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anditoaja.wordpress.com/2008/04/23/ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/anditoaja-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anditoaja.files.wordpress.com/2008/04/mga.gif?w=75" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hade</title>
		<link>http://anditoaja.wordpress.com/2008/04/21/hade/</link>
		<comments>http://anditoaja.wordpress.com/2008/04/21/hade/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 10:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anditoaja</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anditoaja.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[ 

 
Hade menang! [Astaghfirullah, atau Alhamdulillah?] 
Semua prediksi mewah dan konstelasi elite berantakan keti