Capres Independen Februari 18, 2009
Posted by anditoaja in Politik.10 comments
“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Saya turut belasungkawa atas wafatnya hati nurani Mahkamah Konstitusi saat menolak uji materi calon presiden independen. Semoga rakyat Indonesia diberi kekuatan untuk terus melawan ketidakadilan di negeri ini.” Itulah SMS yang aku kirim kepada beberapa teman di pagi ini (18/02/09). (lagi…)
Nasionalisme Religius di Indonesia Februari 16, 2009
Posted by anditoaja in Politik.add a comment
Tentu kita masih ingat era 1997-an saat krisis moneter melanda Indonesia, nilai rupiah anjlok ratusan persen, puluhan bank terpuruk, rush di beberapa bank bonafid, PHK besar-besaran, juga kelangkaan pasokan beras di banyak daerah. Apa analisa yang kita baca di media massa? Chaos, kerusuhan sampai kemungkinan revolusi sosial. Karena contoh dekatnya ada, Bolivia rusuh saat tabungan nasionalnya berantakan. (lagi…)
Caleg Februari 12, 2009
Posted by anditoaja in Politik.3 comments
Aku baru saja mendapat kiriman spam http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1429232 yang membuatku tertawa terpingkal-pingkal. Isinya tentang foto-foto spanduk dan baliho caleg yang gayanya bermacam-macam. Tertawaku spontan terhenti, berganti rasa waswas, setelah menyadari bahwa merekalah yang akan mengawal jalannya pemerintahan kita. Inilah buah dari perubahan sistem penetapan calon anggota legislatif. (lagi…)
Genosida di Gaza: Nobel 2009 untuk Mobarak dan Abdullah Januari 18, 2009
Posted by anditoaja in Politik.4 comments
Nampaknya penerima hadiah Nobel perdamaian tahun 2009 akan diraih oleh Presiden Mesir Hosni Mobarak dan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. Ada banyak prestasi yang berhasil mereka buat, baik di dalam maupun luar negeri mereka. (lagi…)
Amplop September 24, 2008
Posted by anditoaja in Politik.3 comments
“Amplop itu rezeki dari Tuhan. Maka ambillah ia dengan ikhlas meskipun kau tahu ia tanpa tanda terima. Meskipun kau tahu uang itu dari keringat rakyat. Sesungguhnya Tuhan bersama orang-orang yang sabar.” (Surat Parlemen, ayat 1) (lagi…)
M. Fadjroel Rachman: “Saya pilih Islam Husain, bukan Islam Yazid!” Juli 31, 2008
Posted by anditoaja in Politik.4 comments
Muhammad Fadjroel Rachman adalah sosialis, sering dijuluki sebagai Syahrir muda. Dia punya aktivitas seabrek, antara lain: Ketua Pedoman Indonesia, Ketua Masyarakat Sosialis Indonesia, kolomnis Harian Kompas, dan pembicara seminar dan training. Merasakan lembabnya sel penjaara Orde Baru selama beberapa tahun saat menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), tapi tetap bisa mengepakkan daya kreasinya melalui puisi. Ditemui di Guntur 49, dia mengungkapkan banyak hal tentang kemerdekaan dan makna keberagamaan dalam konteks global ini. (lagi…)
Warga Juni 11, 2008
Posted by anditoaja in Politik.1 comment so far
Siapakah yang lebih superior, warga masyarakat atau negara? Max Weber mendefinisikan negara sebagai satu komunitas manusia yang dengan kemampuannya mendapat pengakuan untuk menggunakan kekerasan dalam satu kawasan.” (Politics as a vocation, 1918). Hegemoni negara dalam bentuk persuasi dan represi bertujuan menertibkan pikiran dan tubuh setiap warga dalam wilayahnya. Adakah wilayah privat warga yang masih bisa bebas dari kungkungan negara, sehingga kita katakan ada wilayah privat dan wilayah publik? (lagi…)
Hade April 21, 2008
Posted by anditoaja in Politik.10 comments

Hade menang! [Astaghfirullah, atau Alhamdulillah?]
Semua prediksi mewah dan konstelasi elite berantakan ketika Ahmad Heryawan-Dede Yusuf menang dalam pilkada Jabar 13 April 2008. Perolehan 39% yang mereka peroleh melibas 35% suara AMAN (Agum Gumelar-Ahmad Numan) dan 26% DAI (Danny Setiawan-Iwan Sulanjana) dari total suara sah. Tentulah pasangan AMAN akan mencoba sedikit menggoyang keputusan KPU Jabar dengan alasan kecurangan dan kesalahan ini itu. Siapa tahu bisa berhasil mengubah posisi mereka dari 35% menjadi 53%. (lagi…)
Pancasila Maret 28, 2008
Posted by anditoaja in Politik.1 comment so far
Setiap komunitas mempunyai tradisi dan budaya yang berasal dari konstruksi keagamaan dan keyakinan mereka. Bila dirunut, keyakinan tersebut akan bermuara pada nilai-nilai universal yang berciri-ciri transenden pada Sang Mahakuasa, humanis pada sesama manusia, empatik dan kasih sayang pada setiap makhluk-Nya.Pancasila adalah ekstraksi seluruh nilai-nilai universal yang mengendap dan bertransformasi dalam kebudayaan lokal Nusantara. Pancasila meneguhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan harmonis, majemuk, dan plural antar sesama manusia di bumi Nusantara.
Dengan demikian, membela Pancasila adalah membela ekstraksi nilai-nilai luhur tersebut, membela nilai-nilai agama dan lembaga keyakinan itu sendiri. Membela Pancasila demi kelangsungan kedamaian sesama makhluk Sang Pencipta adalah tugas suci, niscaya mendapatkan ganjaran dan keselamatan.[andito]
Kesejajaran sebagai Pondasi Dialog Agama dan Peradaban Maret 3, 2008
Posted by anditoaja in Politik.1 comment so far
Menandai akhir tahun 2003, dunia diwarnai oleh berbagai krisis kemanusiaan, baik antar komunitas umat beragama maupun antar negara yang dipersepsikan sebagai wakil dari sebuah peradaban. Ekspos media kemudian menyimpulkan bahwa relasi yang terbangun antar umat dan bangsa adalah konflik, tidak ada kemungkinan lain yang lebih baik. Padahal dengan sedikit mencermati dan keberanian untuk membuka diri atas berbagai rancang bangun agama dan peradaban, bukan tidak mungkin antara agama dan peradaban dapat terjalin hubungan yang lebih konstruktif. (lagi…)






