[re]kaya[sa] ayat-ayat cinta Maret 28, 2008
Posted by anditoaja in Sosial.trackback
Akhirnya aku menggenapi jutaan penonton film “Ayat-Ayat Cinta”. Kamis malam tadi aku menemani kedua orangtuaku menonton sinema anyar besutan Hanung Bramantyo ini di Jakarta Theater. Karena ini adalah tayangan yang ke sekian minggu, maka isi bioskop tidak seheboh berita-berita awal film ini ditayangkan. Meskipun tetap saja hanya menyisakan beberapa belas kursi kosong.
Ini film bagus, terlepas dari banyaknya adegan indoor yang menampilkan kesan kumuh (Jakarta jauh lebih indah dan mewah dibanding Kairo) dan pemainnya yang lebih mengindonesia daripada mengarab (diperkuat dengan bahasa percakapannya).
Ada beberapa adegan dalam film itu yang ingin aku komentari dan gugat, yaitu tentang: 1] Fahri berkata kepada jurnalis Amerika bahwa Islam membolehkan suami memukul Istri; 2] Taaruf Fahri kepada Aisha, sebagai solusi karena Islam tidak mengenal pacaran; 3] Aisha meminta Fahri menikahi Maria setelah ia membaca diary Maria. Ketiga hal ini akan kutulis dalam 3 tulisan terpisah.
Inti dari semua itu adalah ada upaya sistematis secara sadar maupun tidak di Ayat-Ayat Cinta untuk memperkuat subordinasi perempuan di ranah sosial atas nama agama. Bagiku ini rekayasa ayat. [andito]
o ya mas, kalu menurut saya yang menarik dari ayat2 cinta itu adalah lokasi syutingnya, sama setting kebudayaannya. coba kalu syutingnya diindonesia dan budayanya diambil dari salahsatu kebudayaan indonesia yang kurang dikenal dunia yang terkesan klasik. wah kayaknya asyik tuh…orang indonesia klasik juga bisa kayak gitu..and ga ekslusif.
kurang penjelasannya bang masih haus nihh
saya menunggu mas
karena saya lebih banyak menemukan kejanggalan dalam film tersebut
kalo ada kasih tau saya ya mas
[...] perbedaan pendapat mengenai film ini. Ada yang berpendapat bahwa ada rekayasa di balik film ini bahkan ada yang mengatakan film ini lebih berbahaya dari film maksiat. Tetapi ada [...]
ayat-ayat cinta lagi yaa..? salam kenal
[...] cinta kedamaian, dan menghindari kekerasan. Ya, itulah yang mungkin ingin ditunjukkan oleh film ayat-ayat cinta, bahwa ada sisi keromantisan dalam Islam. Tetapi ada sisi-sisi kebengisan yang ditunjukkan oleh [...]
bicara cinta gak boleh “ngayat” (asal)thoo mas….